Kelas Luar Biasa

Kelas Luar Biasa
episode 14


__ADS_3

"denger kok buk…"jawab Rafa sambil tersenyum semanis mungkin.


"kalau dengar, kenapa kamu dari tadi tidak memperhatikan saya di depan!!!…"


"ibu Rina yang manis,baik hati,dan tidak sombong……,


Rafa dari tadi dengerin kok buk,cuma karna bosen tengok papan tulis nya yang udah mulai gores-gores itu jadi nya Rafa main in rambut nya calon pacar Rafa aja."


"tapi beneran buk Rafa dari tadi dengerin, kan kalau dengerin pake telinga aja juga bisa kan buk." jawab Rafa sekenanya.


"alasan kamu!!,papan tulis sebagus itu kamu bilang gores-gores,"ujar Bu Rina sambil menatap papan tulis dari tempatnya berdiri.


"coba deh ibu maju kedepan kayak tadi," Bu Rina mengikuti ucapan Rafa.


"nah,di sebelah kanan ibu sejajar sama jari kelingking ibu ada goresan kecil berbentuk cakaran"


Bu Rina menengok tempat yang disebutkan Rafa,dan ternyata benar di sana ada beberapa cakaran kecil yang bahkan hampir tak terlihat.


"terus di belakang ibu,ada goresan panjang dari tengah papan tulis sampai bingkai bawahnya." dan lagi lagi benar,tapi goresan ini sedikit lebih jelas dari yang pertama.


"terus di sebelah kiri ibu, ada goresan yang sedikit membuat papan tulis itu terkelupas."


tapi Bu Rina masih bingung, bagaimana cara nya Rafa bisa tau semua itu padahal dari tempat duduknya tak akan terlihat sama sekali.


"eh…kok saya malah ngikutin perintah kamu sih!!!!dasar murid ngak ada akhlak…"Bu Rina menjewer telinga Rafa setelah sampai di meja Rafa.

__ADS_1


"aduh!!…ibu jangan di jewer dong buk,nanti telinga saya makin lebar kayak telinga gajah gimana buk?!!! terus kalau nanti my bebeb Vina ngak jadi suka sama saya gara-gara telinga saya yang lebar banget kan berabe buk!!…"cerocos Rafa.


"biar aja telinga kamu makin lebar, biar Vina ngak mau sama kamu…" jawab Bu Rina.


"ih, jangan dong buk…"


sedangkan Vina yang namanya disebutkan-sebut ,hanya menatap mereka dengan tatapan bingung nya,


'kenapa nama gue dibawa-bawa sih?!!…'


"Bu Rina yang manis,baik hati dan tidak sombong,ibu jangan marah marah ya nanti cantik nya hilang loh…"goda Rafa berusaha membujuk Bu Rina.


"ngak mempan…" ujar Bu Rina ketus.


"saya ngak percaya…"Bu Rina melepaskan jeweran nya dari telinga Rafa.


"ya udah kalau ibu ngak percaya…"ujar Raga sambil mengelus telinga nya yang memerah.


"tingg!…"bunyi pesan masuk di hp Bu Rina,awal nya Bu Rina mengabaikannya tapi Rafa memaksa Bu Rina untuk membaca pesan itu.


Bu Rina pun membaca pesan yang masuk,ternyata pesan itu dari pak kepala sekolah,ia menyuruh seluruh guru berkumpul di kantor untuk makan di kantor bersama, katanya sebentar lagi makanan yang di pesan oleh Rafa akan datang.


"ya sudah,ibu mau kembali ke kantor,kalian boleh intirahat…"Bu Rina tersenyum kecil,Rafa memang lah murid yang paling tidak bisa di tebak jalan pikirannya.


Tak lama setelah Bu Rina keluar kelas,seluruh kelas heboh bersorak-sorak sambil memukul-mukul meja bahkan papan tulis,

__ADS_1


"yeee…yesss!!…makan gratis gaessss!!!………" teriak Agung semangat empat lima.


"yesss!!……uang jajan hari ini amannnn!!…" teriak Arsya.


"liv…,pada ngapain sih kayak nya seneng amat?"tanya Vina bingung sendiri.


"ya ialah pada seneng,masa dapat traktiran ngak seneng…"jawab Oliv.


"emangnya siapa yang ngetraktir kita?"


"ya si Rafa lah siapa lagi…"


"lah, bukannya dia cuma ngetraktir guru ya…"


"lo sih ngak tau,tiap Rafa traktir in guru dia pasti traktir kita juga"jawab Oliv sambil mendorong jidat Vina dengan jari telunjuknya pelan.


"emangnya dia ada duit?" tanya Vina polos,


"astaga!!!…mungut di mana sih ini anak!!,dosa apa gue sampe ketemu temen kek dia, ampun dah…"Oliv menepuk jidatnya sendiri.


"kira-kira nge-end temen sendiri dosa ngak yah…"gerutu Oliv.


_____


bersambung……🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


__ADS_2