Kelas Luar Biasa

Kelas Luar Biasa
episode 8


__ADS_3

Vina sampai di lapangan dengan nafas tak beraturan,ia langsung masuk ke barisan kelas nya,


"lo kenapa vin?…kek abis di kejar setan gitu…"tanya Mila yang berbaris di sampingnya.


"ngak bukan di kejar setan kok ,cuma di kejar pak kepala sekolah aja"Vina terkekeh pelan.


"kalau itu mah lebih nyeremin dari setan…"Ujar Mila sambil tertawa.


Mereka melaksanakan upacara dengan khidmat,jangan tanya kenapa anak ipa 5 bisa khidmat saat melaksanakan upacara,


"nakal boleh ngak cinta tanah air jangan" kira-kira itulah motivasi yang di berikan oleh seorang Rafa walau dia juga sering tidak ikut upacara😁 tapi sekali ikut langsung anteng adem tentram.


jika di tanya kenapa dia ngak upacara pasti dijawab,


"gue cinta tanah air kok, cuma sekarang lagi capek dulu jadi libur upacaranya, lagipula emangnya wujud cinta tanah air cuma dalam upacara aja?…"elak nya.


_____


setelah selesai upacara,seluruh siswa mulai membubarkan diri untuk masuk ke kelas,


"perhatian!!! untuk anak-anak kelas X IPA 5 diharapkan untuk tetap di tempat,ada sesuatu yang ingin saya sampaikan!!" ujar pak kepala sekolah mengunakan mic yang tadi digunakan untuk upacara.


"mampus kita!!!!…"ujar Oliv sambil menepuk keningnya pelan.


"pasti karna yang tadi…"tebak Mila


"ya iya lah ,apa lagi…"ujar Agung santai.


"kelas legenda di panggil lagi dong…"ujar Rafa bangga.


"seneng banget kek nya lo, kelas kita di panggil terus…"


"iya lah,berarti kelas kita paling disayang sama guru"


"pagi anak-anak…"sapa pak kepala sekolah sambil tersenyum.

__ADS_1


"perasaan gue kok ngak enak ya…"Mila berbisik pada Vina saat melihat senyuman manis dari pak kepala sekolah.


"aduh pak,senyum nya jangan manis-manis merinding saya jadinya…"ujar Nathan bergidik ngeri.


"iya pak,"


"kok merinding sih,bapak ngak ngapa-ngapain kok…"


"terus kenapa bapak nyuruh kami tinggal pak?…"tanya Oliv


"ngak papa,cuma pengen bilang…"pak kepala sekolah menggantungkan kalimat nya sambil tersenyum


"bersihkan kelas kalian!!!!jangan sampai ada sampah satu pun,!!!semua meja harus kembali ketempat semula berikut dengan kursi nya!!!tak boleh ada debu secuil pun!! dan…"


"dan?…,dan?…,dan apa pak?…"tanya Arsya penasaran sekaligus deg-dengan.


"Rafa,Nando,Haikal,Nathan,dan… Vina…"pak kepala sekolah kembali tersenyum.


deg…


"kok saya pak?…"protes Rafa


"iya pak,kok saya?…"


"kok a-…" ucapan Nathan terhenti


"karna tadi kalian berlima bapak panggil malah lari, jadi kalian harus bersihkan seluruh lapangan ini sampai bersih.


Itu daun daun kering di kumpulin dan buang ke tong sampah ,kalau tong sampah nya udah penuh Rafa dan Nathan harus buang sampah nya ke tempat pembakaran…"perintah pak kepala sekolah.


Vina memutar pandangannya ke sekeliling,di sekitar lapangan ada beberapa pohon berukuran besar yang digunakan untuk memberi udara sejuk dengan daun yang lebat, jadi dedaunan kering yang berserakan lumayan bayak.


"mengerti?!!…"


"ngerti pak…"

__ADS_1


"ok ,silahkan kerjakan tugas nya masing- masing,"pak kepala sekolah beranjak pergi.


"gaess!!… semangat!!…"ujar Arsya menyemangati kelima orang yang ditugaskan di lapangan.


"semangat!!!" jawab empat serangkai kecuali Vina dengan semangat.


"mangat!!…"Vina mengangkat sebelah tangannya namun dengan nada lesu.


~~


"ini sapu halamannya mana?"tanya Vina setelah yang lainnya kembali ke kelas.


"noh!…"nathan menunjuk sudut lapangan yang tertumpuk banyak sapu lidi dan serok an.


Vina beranjak ke sudut lapangan untuk mengambil sapu lidi,diam-diam keempat serangkai mengendap-endap hendak beranjak pergi dari lapangan itu,


"awas aja kalau ada yang pergi,balik ke kelas ku benyek-benyek sampe babak belur!!!!…"ancam Vina saat melirik gerakan mereka dari sudut matanya.


"awas aja!!!…"teriak nya lebih keras.


keempat serangkai masih mengendap-endap tanpa menghiraukan ancaman Vina,


"huh…"Vina membalikkan badannya dengan memegang sebuah sapu lidi di tangan kanan nya,


"pletak…" tiba-tiba sapu lidi itu sudah mendarat di punggung ke empat biang kerok itu dengan mulus nya,siapa lagi pelakunya kalau buka Vina.


"aduh!!!…"mereka serempak meringis sambil memegang punggung nya dan perlahan membalikkan badan sambil cengengesan.


"mau kemana hah?!!!!…" Vina menatap mereka dengan tatapan paling tajam yang ia punya.


"glek!!…"mereka menelan saliva nya dengan susah payah, Vina tampak menyeramkan dengan serok an di tangan sebelah kirinya.


"jawab!!!…"bentak nya,enak aja dia yang bersihkan lapangan sebesar ini sendiri an, bisa encok pinggang nya.


_____

__ADS_1


bersambung……🌸🌸🌸🌸


__ADS_2