
"hmm…ada apa fa?" tanya Vina sesaat setelah sampai di taman
"duduk dulu sini!,masa ngobrol sambil berdiri" Rafa menarik tangan Vina untuk duduk di sebelah nya,Vina hanya menurut.
Rafa terus menatap Vina sambil tersenyum kecil,
"kenapa ngelihat gue terus sih?!!,katanya mau ngomong" ujar Vina sedikit kesal.
"habisnya lo makin cantik sih,jadi lupa mau ngomong apa…" jawab Rafa, Vina memukul bahu Rafa pelan.
"ngak usah gombal ,ngak mempan…"
"ngak mempan tapi senyum senyum"ejek nya.
"apa an sih!!" Vina mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"mau ngomong apa sih sebener nya,bentar lagi masuk loh ini" Vina menatap jam tangannya,
"lo di apa in sama Sisi?!!"
Vina spontan langsung menatap mata Rafa tak berkedip,
"hmm…dia ngelakuin apa ke elo?!!" tanya nya lagi
"tau dari mana?!"
"cuma nebak aja,soal nya gue liat lo selalu menghindar dari tatapan nya dia"
"dia ngak ngapain ngapain gue kok"
__ADS_1
"yakin ?,terus ini kenapa dahi lo di plaster" Rafa menyingkirkan anak rambut yang menutupi plaster di dahi Vina perlahan.
"ngak papa,kemarin ngak sengaja kebentur doang" Vina kembali menutup dahinya dengan anak rambut.
"lo ngak bohong kan?"
"ngapain gue bohong,ngak ada gunanya juga"
"kalau ada apa-apa cerita aja,gue siap dengerin cerita elo kok"
"iya,kalau ada masalah gue pasti cerita kok.cuma sekarang gue emang lagi ngak ada masalah aja"
"ya udah kalau gitu,yuk masuk ke kelas bel nya udah bunyi" Rafa tersenyum sambil mengacak acak rambut Vina gemas.
"ngak usah di berantakan juga kali!!" kesal Vina,sejenak ia terpana dengan senyuman Rafa yang sangat menawan.
"iya iya ngak di berantakan ,nih dirapih in lagi" Vina terdiam,ia menatap Rafa yang serius merapikan rambutnya.
___
"lo masih berani ya, ngelanggar apa yang gue bilang!!" Sisi menampar pipi gadis itu hingga wajahnya memerah.
"maaf" lirih gadis itu pelan,rasa perih sudah menjalar dari pipi nya hingga seluruh wajahnya.
"maaf ,maaf, gue ngak butuh maaf lo!!!,yang gua butuh in lo ngelakuin apa yang gue suruh" Sisi kembali menampar pipi nya di tempat yang sama.
"maaf gue ngak bakal ngelakuin apa yang lo suruh!!" ujar gadis itu menatap Sisi nyalang.
"apa lo bilang?!!,berani berani nya lo!!!!" Sisi hendak menampar nya lagi,tapi gadis itu menangkap tangannya sebelum sempat menyentuh wajahnya.
__ADS_1
ia menghempaskan tangan Sisi kasar hingga Sisi sedikit terhuyung ke samping.
"dia masih Vina yang sama kan?!!! kenapa beda banget?!!"gumam Bella.
"berani ya lo sama kita?!!" Bella hendak mendorong Vina,namun dengan gerakan cepat ia menggeser tubuhnya hingga gadis itu terjatuh mencium lantai marmer,kening nya memerah seketika.
"udah bosan hidup lo ya!!!" tiga teman nya yang tersisa menyerang Vina bersamaan.
Vina dengan tenang menangkis semua pukulan dan tendangan mereka, hingga mereka bertiga menyerah karna kehabisan tenaga.
"ngak kok,gue cuma bosan ketemu orang kayak kalian aja" jawab nya.
"lo!!!…"teriak Bella
"apa?!!" teriak Vina tak kalah keras.
"menjauh dari gue atau kalian bakal menyrsal!!!" ujar nya penuh penekanan,ia membalikkan badan nya dan perlahan melangkah pergi.
"sialan lo!!!!… "Sisi hendak memukul Vina dengan tangkai sapu yang ada di kelas itu dari belakang,
Vina menangkap tangkai sapu itu sebelum benar -benar menyentuh tubuhnya,
"lo denger kan, apa yang gue bilang?!!"
ia menghempaskan sapu itu ke dinding,Sisi yang masih memegang tangkai nya dengan kuat ikut terlempar dan kening nya menghantam dinding hingga memar.
"jangan ganggu gue!!!" ujar Vina sebelum menjauh dari kelas bersiap untuk pulang.
____
__ADS_1
bersambung………