
"kalian duluan aja ya, gue mau ke toilet dulu"pamit Vina
"mau di temenin ngak?!!…" tawar Mila.
"ngak usah,bisa sendiri kok" tolak Vina sambil tersenyum
"ya udah,kami duluan ya"
Vina keluar dari bilik kamar mandinya setelah menyelesaikan urusannya,namun baru saja dia selangkah melangkahkan kaki nya keluar dari bilik nya, dihadapannya sudah ada beberapa perempuan yang menghadangnya.
Salah satu dari mereka menutup dan mengunci pintu kamar mandi dari dalam,Vina hanya memperhatikan apa yang mereka lakukan tanpa bersuara.
"a-ada apa ya?"setelah cukup lama terdiam Vina membuka suaranya dengan sedikit ragu. satu persatu potongan kenangan buruknya yang selama ini ia alami terlintas,sungguh saat ini pikiran pikiran buruk itu terus menyelimuti hatinya.
"lo tau siapa gue?!!!" tanya salah seorang sebagai pemimpin.
"Sisi kan?…"jawab Vina gugup,tangan nya sudah gemetaran namun ia berusaha menyembunyikannya sebaik mungkin.
Sisi dan teman teman geng nya itu merupakan murid di kelas X Ipa 1,musuh bebuyutan X Ipa 5 karna murid murid di kelas itu selalu saja menghina kelas ipa 5, yang menurut mereka berisi orang orang bodoh namun beruntungnya terlahir di keluarga kaya.
"heh!!!… berani ya lo nyebut nama Sisi langsung,lo tu harus memanggil dia NONA SISI,dengar?!!!!"perempuan berambut sebahu di sebelah kanannya menyela sambil mendorong bahu Vina dengan telunjuknya.
"nona sisi" Vina menuruti perkataan mereka dengan patuh.
__ADS_1
"lo tau kenapa kita nyamperin lo?"
Vina menggeleng pelan,ia benar benar tak tau mengapa mereka mendatanginya,yang pasti ini pasti bukanlah pertanda baik.
"mulai sekarang lo harus jauh in Rafa,ngerti?!!! Rafa itu cuma milik gue dan ngak akan gue biarin ada sampah kayak lo nempel nempel ke dia!!" ujar Sisi penuh penekanan.
Sisi perlahan melangkah maju,Vina sontak mundur hingga punggung nya bertabrakan dengan dinding kamar mandi yang dingin itu.
"jangan!!…" saat jarak Sisi hanya berjarak satu langkah dari nya,Vina berteriak saat Sisi hendak menyentuhnya.
"plak!!!!…" Sisi menampar pipi sebelal kiri Vina cukup keras.
"gue ngak suka ada orang yang teriak ke gue!!!"
Dia juga menjambak rambut Vina hingga berantakan,Vina hanya bisa meringis tanpa melawan sedikit pun.
mereka berlima terus memukul,menjambak,bahkan mendorong Vina hingga menghantam tembok berkali kali
Vina terus saja menangis sambil memohon agar mereka berhenti memukulnya,namun rintihan nya benar benar tak di anggap bahkan merupakan kepuasan tersendiri bagi para pembully itu.
"gue peringati sekali lagi!!,kalau lo masih berani deketin dia gue bakal buat lo lebih parah dari ini!!!." ujar Sisi,ia kembali mendorong Vina untuk yang kesekian kalinya.
Mereka tertawa puas saat melihat keadaan Vina yang sudah tak berdaya di lantai lalu pergi meninggalkannya begitu saja.
__ADS_1
____
Vina tidak masuk ke kelas karna bel sudah berbunyi 30 menit yang lalu,ia memutuskan untuk menunggu bel pulang di taman belakang kelasnya.
"kenapa gue harus ketemu sama orang seperti mereka terus sih?!!,ngak bisa kah gue tenang tanpa ada pembully an" lirih Vina,ia tak lagi menangis karna yang ia alami saat itu tidak separah saat di sekolah lama nya.
Gadis itu duduk membelakangi kelas nya sambil mengelus Nino yang sedang tidur di pangkuannya,ia terus menatap ke depan tanpa bergeming sedikit pun.
Tubuhnya yang kecil terhalang oleh pohon besar yang ada di taman itu, sehingga teman -teman nya yang sedari tadi mencari nya tak bisa menemukannya.
"Vina kemana sih?!!di wc ngak ada,di kelas ngak ada,di kantin apa lagi"celetuk Mila
"fa ,udah ketemu?" tanya mereka pada Rafa yang baru saja sampai di tempat mereka.
"belum,dia kemana ya?!!" Raga terus melihat ke sekeliling.
"hei kalian!!!…ngapain berdiri di sana?!!!,cepat masuk!!!"perintah guru yang sedang mengajar,karna mereka berkumpul di depan kelasnya.
"iya buk,ini mau masuk" mereka beriringan masuk ke kelas dengan hati yang masih gelisah karna belum juga menemukan Vina.
___
bersambung
__ADS_1