
Vina memasang kembali kacamata nya yang sempat terjatuh saat dirinya di tampar Sisi tadi, tak lupa hp nya yang sempat ia sembunyikan.
"huh!!…untung ngak pecah,kalau pecah pasti ibu bakal khawatir lagi "gumam nya.
Vina berjalan keluar dari kamar mandi itu tanpa menoleh ke belakang, ia berjalan perlahan melewati lorong-lorong kelas menuju ke parkiran.
"eh…Vina… lo kok masih di sekolah?!!" Agung menghampiri Vina yang berjalan melewati lapangan basket sekolah mereka
"ada yang tinggal di kelas tadi,jadi gue balik lagi deh ke kelas"jawabnya.
"ohh…lo pulang sendiri?" tanya Agung,sesekali punggung tangannya perlahan mengusap keringat yang mengalir di kening nya.
Jika orang lain yang melihatnya mungkin mereka akan berteriak histeris melihat agung yang seperti ini,tak heran karna selain merupakan ketua basket sekolah dia juga salah satu cowo dengan wajah yang tampan.
"iya nih.."Vina melirik jam tangan nya sekilas, ia sudah terlambat pulang lebih dari setengah jam.
"mau gue antar balik ngak?!!" tawar nya,
"ngak deh makasih,gue bisa pulang sendiri kok " tolak Vina halus,yang benar saja bisa bisa besok ia akan menjadi buronan para penggemar Agung jika ketahuan pulang bersama nya.
"ya udah kalau gitu, hati hati ya!…,gue mau lanjut latihan lagi nih" Agung berlari kecil kembali kelapangan
"iya,yang bener latihan nya!, biar sekolah kita dapat juara satu nanti!.." teriak Vina
"siap kapten!" Agung pura pura hormat sambil tertawa dari kejauhan.
Vina hana tersenyum menggapai candaan temannya itu,ia kembali melangkahkan kakinya menuju parkiran.
____
__ADS_1
"aww!sakit!……pelan pelan ngapa!!,ngak punya otak ya lo!, udah tau sakit juga malah diteken kuat kuat!……" teriak Sisi menepis tangan Bella yang ada dikeningnya.
"iya,maaf…ini gue pelan-pelan kok" Bella perlahan kembali menempelkan kain kasa yang sudah di beri betadine itu ke kening Sisi.
Sisi kembali meringis menahan rasa perih di keningnya, seperti nya besok ia harus menutupi luka nya dengan foundation yang banyak.
"awas lo Vina!,gue bakalan buat lo nyesel se nyesel nyeselnya!" gerutu Sisi seakan-akan Vina ada di hadapannya.
"gue ngak nyangka ternyata dia bisa ngelawan, bukan nya dia itu cupu ya?!.." Bella bersuara.
____
Vina memarkirkan sepeda motornya di pekarangan depan panti, tempat ia biasa memarkirkan motornya.
Ia sempat heran, saat melihat ada beberapa pot yang pecah berserakan di pekarangan itu, namun ia mengira mungkin adik adiknya yang melakukannya.
Perabotan yang ada di dalam berserakan di mana mana bahkan ada yang rusak,
Vas-vas kecil yang biasanya terletak di beberapa sudut ruangan, sudah hancur berkeping keping.
Rak buku yang biasanya tertata rapi sudah berantakan, dengan buku buku yang berjatuhan. Bahkan ada lembaran dari buku itu yang berserak-serakkan di lantai.
"bu, ini kenapa?" tanya Vina ,ibu dan anak anak yang lain yang sedang membereskan ruangan, sontak menoleh ke arah pintu.
"ganti baju dulu ya sayang,nanti ibu cerita" ujar ibu sambil tersenyum.
"iya bu…"Vina bergegas masuk ke kamarnya untuk menganti pakaian,ia cukup terkejut saat melihat ternyata kamarnya juga sudah berantakan.
Dengan menghela nafas kasar,ia meletakkan tas nya di kasur dan mulai merapikan kamarnya lagi seperti semula.
__ADS_1
Setelah selesai, ia bergegas menganti seragamnya dan keluar dari kamarnya untuk membantu yang lain.
"ini kenapa bu?" tanya nya ,sesaat setelah mereka selesai merapikan seluruh ruangan.
"tadi ada beberapa orang datang kesini, nak,mereka bilang tanah ini bukan milik kita.
Karna anak pemilik yang asli masih hidup dan dia menginginkan tanah ini,jadi mereka meminta kita untuk segera pindah dari sini"
"bukannya tanah ini tanah wakaf ya bu?!!,kok mereka bilang ini tanah orang itu"tanya Vina
"emang bener ini tanah wakaf ,cuma setahu ibu, anak tertua orang yang mewakafkan tanah ini ngak terima.Dan ingin mengambil tanah ini untuk kepentingan pribadinya"
"terus ini tadi bu?!!" tanya Vina,ia melihat sekeliling yang sudah rapi kembali.
"mereka menggeledah rumah kita untuk nyari surat tanah yang ada di tangan kita,jadi mereka mengobrak-abrik seisi rumah.
Tapi untung saja ibu sudah menyimpan surat-surat itu di tempat yang aman."
"tapi……ibu takut mereka balik lagi untuk ngambil paksa surat-surat itu,mungkin ibu ngak bisa lagi mempertahankan rumah kita" ibu tertunduk sedih.
"ibu tenang aja ya!!!, kita pasti bisa nemu in jalan keluar dari masalah ini" Vina menggenggam tangan ibu nya berusaha untuk memberinya sedikit kekuatan,padahal diri nya sendiri juga merasa sangat cemas.
Vina menatap ibu dan adik adiknya sedih,
"ibu tenang aja,Vina pasti bakal cari cara buat pertahanan rumah kita,Vina janji..." janji vina pada diri nya sendiri.
___
bersambung………
__ADS_1