Kelas Luar Biasa

Kelas Luar Biasa
episode 13


__ADS_3

Perkataan Nathan langsung membuat Vina yang masih meneguk teh es nya seketika tersedak,


"uhuk!!…uhuk!!…"


Rafa dengan cepat mengusap punggung Vina untuk menenangkannya,


"pelan-pelan minum nya!! ngak ada yang mau ngambil minum lo kok"


Vina berdecih dalam hati sambil menatap Rafa tajam seakan berkata,


"terus anda tadi ngapain minum minuman saya bapak Rafa yang terhormat"


"tangan…"Vina menepis tangan Rafa yang masih bertengger manis di punggungnya.


"parah parah,nyari kesempatan dalam kesempitan dia…"ujar Haikal sambil geleng-geleng.


"apaan sih lo?!!…"Rafa melempar pipet yang ada di depan nya ke muka Haikal.


"santai bro!!…"Haikal tergelak melihat raut wajah Rafa antara kesal dan malu bercampur menjadi satu.


"udah udah… cepat habis in makan nya!! jam istirahat nya hampir habis nih" Arsya menengahi pertengkaran mereka.


mereka semua melanjutkan acara makan nya yang sempat tertunda dengan tenang,tak berapa lama bel pun berbunyi mereka pun bergegas kembali kelas.


______

__ADS_1


Rafa sama sekali tak mendengarkan apa yang di ajarkan buk Rina di depan kelas,ia dengan santai memainkan ujung rambut Vina yang terkepang dengan memutar-mutar nya.


Vina yang risih, dengan cepat menarik rambutnya dari tangan Rafa dan mengibaskan nya ke depan, hingga kepang nya yang semula berada di belakang badannya seketika berpindah ke depan.


"vin!!…jangan di pindah in rambutnya…"bisik Rafa sedikit merengek dan dengan cepat kembali meletakkan kepang Vina ke belakang.


"jangan pegang-pegang!!!!…"Vina hendak menarik rambutnya kembali ,tapi Rafa mengengam rambut Vina dengan erat jadi jika ia menariknya lebih keras maka ia sendiri yang akan merasa kesakitan.


"minjam bentar lah ya,bosen nih…aku ngak ngerti ibu ngomong apa…"Rafa memasang puppy eyes nya.


"huh!!…terserah…"Vina dengan kesal kembali menghadap ke depan dengan mengerucutkan bibir nya kesal.


"lo kenapa?,maju amat tuh bibir kayak paruh bebek tetangga gue…" tanya Oliv sambil tertawa


"tuh anak kenapa?!! merinding gue ngelihat dia senyum-senyum ngak jelas gitu…"Oliv bergidik.


"lo aja merinding, apalagi gue…"Vina masih berusaha menarik rambutnya namun tak bisa,Rafa menatap Vina tajam ia tak suka mainan baru nya di ambil.


" nih anak lo pelet pake apaan sih, sampe segitunya…" Oliv terkekeh geli,perkataan Oliv sontak membuat Vina semakin memanyunkan bibirnya.


"ngapain juga gue ngepelet dia, ngak ada untung nya"


"ya siapa tau kan,soalnya biasanya Rafa paling ngak suka di deketin cewek, lah ini… malah dia yang deketin lo…"Oliv melirik Rafa yang masih asyik memutar mutar kepang an Vina.


"dasar lo!!…"Vina memukul bahu Oliv kesal.

__ADS_1


"hahaha!!…"Oliv tertawa melihat ekspresi Vina yang tampak sangat lucu.


"Oliv, apakah ada yang lucu dari materi yang saya jelaskan?" suara bu Rina seketika membuat Oliv terdiam sambil menutup mulutnya.


"Oliv,jawab saya!! kenapa kamu tertawa?saya sedang menjelaskan materi di papan tulis tapi kamu malah asyik -asyik tertawa,apa kamu sudah paham dengan materi yang saya jelaskan?!!!…"


"ngak buk,mana saya paham…"Oliv mengigit lidah nya karna tak sengaja ia keceplosan.


"kalau ngak paham, kenapa kamu tidak mendengarkan penjelasan saya?!!…"


"saya tadi dengerin kok bukan,cuma sama otak saya ini ngak ada yang masuk, jadinya saya ngegambar aja buk…" Oliv menepuk kening nya sendiri,aduh mulutnya ini benar-benar tak bisa kontrol.


"oh… jadi kamu ngaku kalau kamu ngak dengerin penjelasan saya, tapi malah menggambar…"


"eh,bukan gitu buk, saya awal nya kan dengerin cuma ya…"


"cuma apa?…"tanya bun Rina yang entah sejak kapan sudah ada di samping meja Oliv dan Vina.


Vina meneguk saliva nya sendiri,posisi buk Rina benar- benar dekat dengan nya,tapi Rafa dengan santai nya masih asyik memainkan rambut Vina.


"Rafa!!… kamu dengerin kata-kata saya tidak?!!…"


_____


bersambung……🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


__ADS_2