
Vina tinggal di dalam kelas seorang diri,ia tak ikut keluar kelas karna hari ini dia membawa bekal dari rumah untuk makan siang, lumayan untuk menghemat uang pikirnya.
Setelah menghabiskan makanannya, Vina membuka buku paket palajaran yang sudah di berikan padanya bersamaan seragam sekolah,ia membaca buku itu dengan tenang sambil sesekali membenarkan posisi kaca mata nya.
Membaca bukan hanya hobi nya saja, tetapi seperti sudah mendarah daging pada diri Vina,jika ada waktu luang Vina pasti akan menggunakannya untuk membaca entah itu buku pelajaran,majalah,novel,ataupun yang lainnya.
Tak lama bell tanda istirahat selesai mula berbunyi,satu persatu murid mulai masuk ke kelasnya masing-masing bersiap untuk mengikuti pelajaran selanjutnya.
Berbeda dengan kelas lainnya yang jika bell sudah berbunyi para murid langsung bergegas ke kelas.
Di kelas Vina kebanyakan muridnya tak menghiraukan bunyi bell itu ,mereka akan masuk ke kelas jika hati nya tergerak untuk masuk, jika tidak mereka akan tetap di tempat tongkrongannya sampai bell istirahat selanjutnya berbunyi.
Vina perlahan menutup buku yang sedang ia baca saat melihat beberapa temannya mulai masuk berkelas,mereka berjalan sambil berbincang dengan team sebelahnya.
Tapi saat melihat Vina,mereka langsung merubah tatapannya menjadi tatapan tak suka,tajam dan sinis.
__ADS_1
Vina meneguk salivanya pelan,bayang - bayang pembullyan yang di alami nya di sekolahnya dahulu terlintas di benaknya dengan sendirinya.Rasa takut menyelimuti hatinya yang membuatnya seketika gugup,Vina berusaha bersikap senormal mungkin agar tak ada yang menyadari ketakutannya.
Setiap murid yang masuk ke kelas melakukan hal yang sama pada Vina yang membuat Vina semakin khawatir,untung saja tak lama seorang guru masuk ke kelas dan menghentikan tatapan dari mereka untuk sementara.
Selama guru itu menjelaskan mata pelajarannya,Vina merasakan aura dingin nan menusuk yang tertuju padanya dari teman temannya itu,tapi sebisa mungkin ia bersikap biasa saja.
_____
bell tanda pulang berbunyi…,teman-teman Vina satu persatu mulai meninggalkan kelas untuk pulang ke rumahnya masing masing.
Vina perlahan memasukkan alat tulis yang berserakan di mejanya ke dalam tas,setelah semua nya lengkap Vina baru beranjak ke luar kelas dan menutup pintunya dari luar.
Suasana sekolah sudah lumayan sepi,hanya tinggal beberapa orang yang masih berlalu lalang di lapangan dan kantin sekolah,para guru juga sudah mulai pulang satu persatu.
Vina berjalan gontai menuju parkiran motornya,bahkan di parkiran hanya tinggal dua buah kendaraan roda dua dan empat buah kendaraan roda empat saja,benar benar sudah sangat sepi.
__ADS_1
Vina menjalankan motornya pelan menuju ke rumah nya sambil bersenandung kecil.
Setelah sampai di rumah Vina langsung masuk ke dalam kamar nya dan meletakkan tas,kacamata dan sepatu nya di tempat yang seharusnya.
Vina langsung merebahkan diri di kasur kesayangannya, walaupun tidak terlalu empuk tanpa menganti serangamnya.
Vina beberapa kali terus menghela nafas kasar,bayang-bayang kejadian saat di sekolahnya dulu masih membekas di ingatannya,tak lama vina tertidur karna rasa lelah yang menyerang tubuhnya serta pikirannya yang lumayan kacau.
Vina perlahan mengerjapkan matanya setelah mendengar bunyi alarm nya,ia melirik jam yang terus berbunyi di atas nakas itu malas. jam sudah menujukkan pukul 5 sore yang artinya sebentar lagi adalah waktunya untuk bekerja.
Vina bekerja di sebuah cafe dipinggir jalan mulai dari jam 7 sore sampai jam 9 malam,sebagian gaji nya ia gunakan untuk membantu ibu panti tempatnya tinggal serta sebagian lainnya untuk membeli keperluannya di sekolah.
_______
bersambung.......🌸🌸🌸🌸
__ADS_1