Kelas Luar Biasa

Kelas Luar Biasa
episode 9


__ADS_3

"ng-ngak ke-kemana mana kok,cuma mau ngecek tong sampah itu udah penuh apa belum…"jawab Nathan sambil menunjuk sebuah tong sampah yang ada di ujung lapangan.


"ngak ada!,ngak ada!…bantuin gue nyapu dulu…"


Vina langsung melemparkan empat sapu lidi plus empat serok sampah ke kaki mereka berempat,entah sejak kapan ia mengambil barang- barang itu.


Dengan terpaksa, keempat serangkai ikut menyapu lapangan tentunya dengan malas-malasan,


"tuk!!…"


Vina hendak memukul kaki Rafa tapi yang kena malah tangkai sapu lidinya,


"yang bener kerja nya!!!kalo kek gitu kapan mau selesai nya ini!!…" ujar Vina ,karna dari mereka semua Rafa adalah yang paling tidak bersemangat.


"cowok kok letoi!!…"gumam Vina,tentu Rafa mendengar nya karna ia berdiri tepat disamping Vina,


'kampret nih anak,masa gue di bilang letoi ,ngak bisa nih,ini ngak bisa dibiarin!…' ujar Rafa dalam hati.


"enak aja lo kalau ngomong… gua ngak letoi ya!!"teriak Rafa tak terima.


"terus apaan ,banci?"


"nih mulut kalau ngomong asal jiplak aja ya!…ngajak berantem bilang!!…"


"apa coba ulang ?" Vina mengangkat gagang sapu nya tinggi -tinggi dengan mata melotot ke arah Rafa.


"apa?!!,mau berantem lo,sini cepetan kalau berani!…"Rafa tak tinggal diam ia juga mengangkat gagang sapu nya tinggi.

__ADS_1


"siapa takut, ayo berantem!!…"Vina mulai mengarahkan pukulan sapu nya pada Rafa,Rafa tentunya membalas pukulan Vina.


"tak!…tak!…tuk!…"


Suara gagang sapu yang saling beradu,mereka terus berperang dengan sapu lidi sebagai senjatanya.


Nathan,Nando,dan Haikal hanya melongo memperhatikan mereka.


"tak!…tak!…"Vina dan Rafa masih berperang tanpa menghiraukan mereka bertiga tentunya dengan masih adu mulut.


"eh…ini kapan selesai nya kalau mereka ngak kerja…"ujar Haikal tersadar dari lamunannya.


"woii!!! berhenti ngak lo lo pada!!…"teriak Nathan sambil mengangkat sapu lidi plus serok sampah nya diikuti oleh Haikal dan Nando.


Vina dan Rafa langsung berhenti ,dan mengalihkan pandangannya pada ketiga orang yang sudah seperti emak-emak yang ngamuk, karna anak nya baru pulang kerumah setelah bermain seharian.


"tau nih si cowok letoi, dia yang ngajak orang berantem duluan"


"eh…mulut lo, gue jadi in pacar beneran baru tau rasa lo"


"ngak sudi gue jadi pacar lo,iyuhh!!…"Vina bergidik geli.


"kalian denger kan dia ngomong apa?…" Vina menatap ketiga orang itu.


"gaya-gaya an ngak sudi,sekali nya gue cium langsung klepek-klepek lo pasti"ujar Rafa bangga.


"sumpah lah, nih anak otak nya geser dikit kayak nya…"

__ADS_1


"enak aja lo kalo ngomong"


"apa mau berantem lagi, hah?!!" Vina kembali memukul Raga dengan sapu nya


"psstttt!!…bukannya ini si Vina menurut info yang kita baca anaknya pendiam ya?kok sekarang cerewet bat kek emak-emak arisan?" ujar Haikal berbisik pada Nathan dan Nando.


"entah lah,mungkin ini sifat aslinya…" jawab Nathan.


"bisa jadi sih,soalnya waktu di SMA nya dulu dia sering di bully dan ngak punya temen,mungkin karna itu dia jadi pendiam…" ujar Nando


"kata-kata lo masuk akal juga…"Haikal mengacungkan dua jempol nya pada Nando dan Nathan


"lo apa-apa an sih?!!…"


"lo yang apa apa an?!!…dari tadi bikin orang kesel aja…udah di lempar sapu,di pukul juga,di bilang letoi lagi"


"bukannya lo duluan ya yang nyari masalah,kalau lo tadi langsung nyapu dan ngak berusaha kabur gue ngak akan ngelempar lo pake sapu!!"jawab Vina tak terima.


"gue kan cuma mau ngecek tong sampah di sana…"elak Rafa.


"alah…ngak usah bohong deh lo,tadi kalian mau kabur kan!!!…"


"KALIAN BISA BERHENTI NGAK!!!" ujar Haikal,Nando dan Nathan serempak sambil mendekat ke arah mereka, dengan sapu lidi di tangan kanan nya dan serok an di tangan kirinya hendak melemparkannya ke arah Vina dan Rafa.


"tapi kan dia yang-……"


_____

__ADS_1


bersambung……🌸🌸🌸🌸


__ADS_2