Kelas Luar Biasa

Kelas Luar Biasa
episode 6


__ADS_3

"ih… jangan nangis dong,nanti aku mewek juga banjir nih kelas…" ujar Arsya yang sedang memegang brownies di tangannya mencoba menghibur Vina.


"jangan dong,aku masih betah di kelas ini" ujar Agung menimpali.


Vina tersenyum masih dengan keadaaan sedikit terisak,ia menghapus air mata yang mengalir di pipinya perlahan.


"nah…gitu dong,kan makin cantik…"


Arsya langsung merangkul Vina ke dalam pelukan nya tentunya dengan tetap berhati-hati karna takut brownies yang ada di tangannya rusak.


Tapi, dengan santai nya semua murid perempuan ikut-ikut an memeluk Vina alhasil Arsya ikut terjepit di tengah -tengah mereka bersamaan dengan Vina.


"woi!!!!…ganti an napa,lihat ni brownies nya rusak kan!!!…"teriak Arsya kesal sambil memandang kue yang sudah tak tau lagi bentuk bacaan nya apa.


"ups!!…sorryy…" ujar Desi si sekretaris kelas sambil terkekeh pelan.


"sumpah deh,jijik gue denger kalian ngomong aku kamu,aku kamu…"ujar Mila sambil bergidik menertawakan seisi kelas.


"iya,geli-geli gimana gitu…"Linda menimpali.


"iya,biasa aja napa…"ujar Nathan.

__ADS_1


"ya udah sekarang kita makan dulu gaess mumpung belum bell…"Arsya meletakkan brownies tak berbentuk itu si atas meja paling depan.


"nah,sekarang kita po-…"Arsya menghentikan ucapannya ketika tak melihat pisau untuk memotong kue di sekitarnya.


"woi!!!…nih piso nya kemana?!!!" Arsya menatap seisi kelas tajam,ia sudah tak sabar mencicipi brownies yang di beli di salah satu toko yang terkenal membuat kue yang sangat enak itu.


"fa!!!Rafa!!!…mana piso nya,siniin…!!!!" Arsya melihat gelagat Rafa yang mencurigakan.


"ngak tau gue piso nya dimana…"elak Rafa.


"ngak usah bohong deh lo,itu apa an yang lo umpetin di dalam kantong celana ,hah!!! …"


"apa lo bilang!!,coba ulang lagi!!…"Arsya menggulung lengan baju nya sampai ke siku nya, sambil perlahan mendekat ke arah Rafa yang berdiri di belakang kelas.


"gue ngak bilang apa -apa tuh…" Rafa berlari menjauh dari Arsya,dengan sigap Arsya langsung mengejar Rafa mengelilingi kelas.


Yang lainnya hanya diam di tempat membiarkan tom and jerry itu saling kejar-mengejar,Oliv melirik jam di tangannya lalu kembali menatap Arsya dan Rafa.


"lima menit!!!…" teriak nya.


"boys,menghindar!!! bal tutup pintunya!!!…"teriak Agung.

__ADS_1


Seluruh anak cewek kelas bersama-sama mengejar Rafa untuk membantu Arsya,sedang kan murid cowok hanya berdiam dan merapat kan tubuhnya ke dinding kelas atau naik ke atas meja untuk menghindari pertempuran itu.


Vina yang belum konek hanya diam di tempat, sambil menatap Rafa yang jadi bulan-bulanan cewek-cewek itu,


"Vin,bagus lo cari tempat yang aman deh!! orang itu kalau udah ngamuk ngak kenal kawan atau lawan!!…"teriak Nathan.


"eh,iya…" Vina bergegas beranjak dari sana untuk mencari tempat yang aman,tapi baru selangkah ia balik lagi ke tempat nya sambil cengengesan,


"kue nya lupa…" ujar nya sambil menyelamatkan kue yang hampir tak bisa di selamatkan itu.


Ia berlari ke dekat meja guru karna di sana terlihat cukup aman,


"Vina jangan di sana,itu tempat paling berbahaya…"teriak Agung sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


"lah,terus dimana…" tanya Vina bingung


"brakk!!…brakk!!… brukk!!…"


_______


bersambung……🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


__ADS_2