
Mereka semua sudah memberantakan seisi kelas,semua meja sudah bergeser dari tempat semula kecuali yang di atasnya diduduki orang begitu pula kursi kursi yang tak bersalah itu.
Semakin lama mereka semakin mendekat ke arah Vina,
"eh,eh…jangan kesini!!!…"teriak Vina panik saat melihat mereka semakin dekat,namun bukannya berhenti mereka malah makin mendekat.
Rafa dengan tidak merasa bersalah nya malah melompati meja guru dan hinggap di belakang Vina,
"heh!!…jangan kesini!!…"teriak Vina kesal sambil mendorong-dorong bahu Rafa dengan sebelah tangannya.
"sebentar aja…"hajar Rafa sambil ngos-ngosan.
"krasak!!…krusuk!!…"suara keributan yang semakin mendekat.
"Rafa!! pergi ngak dari sini!!…"ancam Vina
"no!…no!…no!…"Rafa malah mengoyang kan jari telunjuknya ke kanan dan ke kiri di depan wajah Vina.
"Rafa!!! sini lo!!…"teriak Arsya.
"gaess!!,tangkap Rafa!!…" teriak Oliv menyemangati yang lainnya.
"we,we… jangan kesini!! makin hancur nih brownies nanti…"Vina berusaha menghentikan mereka.
tapi para ciwi-ciwi itu malah makin menjadi, mereka menyerang dengan beringas.
Vina terpaksa menyerah,tapi Ia tetap berusaha menyelamatkan kue yang ada di tangannya dengan mengangkatnya tinggi-tinggi.
Perlahan ia menyelinap di antara amukan macan betina itu pada Rafa, tentu nya dengan masih mengangkat kue nya di atas kepala.
"hah…"Vina dapat bernafas dengan lega setelah keluar dari kerumunan itu,cowo-cowo seisi kelas berusaha menahan tawa nya saat melihat penampilan Vina yang berantakan.
Kaca mata yang sudah miring ke kanan,lengan baju nya yang sebelah masih tergulung dan sebelah lagi sudah terlepas gulungannya,rambut yang sedikit acak-acakan serta muka yang tak kalah kusut nya dengan rambutnya.
"pfffttt!!!…"
__ADS_1
"ngak usah ketawa!!!…"ujar Vina kesal sambil melirik mereka tajam,mereka langsung terdiam.
Vina meletakkan kue nya di atas meja yang ada di depannya untuk memperbaiki penampilannya.
Tak lama aksi penangkapan tersangka Rafa selesai, mereka membubarkan diri setelah berhasil merebut apa yang seharusnya sedari tadi ada di tangan mereka.
Arsya mengangkat pisau pemotong kue itu sambil bersenandung, dan berjalan ke arah Vina yang penampilannya sudah lebih baik dari pada tadi.
"na…na…na…na…"🎶🎶
"loh ko kue nya udah makin hancur gini,kerjaan siapa nih?!! ngaku lo lo pada…"Arsya menodongkan pisau dari plastik itu ke hadapan anak anak cowo.
"ng-ngak ,bukan gue" Agung mengerak-gerakkan tangannya di udara.
"bukan gue juga…"sambung Iqbal
"gue juga…"sambung Nathan.
"terus siapa?!!"ujar nya kesal.
"eh…maaf,maap ngga sadar tadi…"ujar Arsya sambil cengar-cengir tentu ia tahu siapa macan betina yang Vina maksud.
"ok kita potong aja,walaupun bentukannya kayak gini tapi masih layak untuk dimakan kok…"Arsya perlahan menggerakkan pisau di tangannya untuk memotong kue itu.
"ayo dimakan…"ia mengambil potongan pertama hendak memasukkannya ke dalam mulutnya,anak-anak yang lainnya juga sudah mengambil bagiannya.
potongan brownies coklat itu sedikit lagi masuk ke dalam mulut Arsya,
"tringg!!…"bell tanda masuk berbunyi
"astaga!!!!…belum juga nguyah…"gerutu Arsya kesal.
" nangung,makan sambil jalan aja…"usul Agung
Mereka buru-buru memakan nya dan bergegas keluar dari kelas.
__ADS_1
Walaupun sebenarnya sangat malas mengikuti kegiatan upacara, namun mereka tak bisa membolos karna pak kepala sekolah langsung yang akan mengecek kelas mereka nanti.
Rafa hendak melangkahkan kakinya saat suara Iqbal menghentikannya,
"oi!!…fa,yakin dengan bentukan lo yang kek gitu mau keluar?!!…yang ada pada ilfiel para ciwi pas lait lo" ejek Iqbal.
Rafa memperhatikan penampilannya dari atas sampai bawah,lengan baju sebelah sampai siku sebelah sampai bahu,celana sebelah tergulung sampai lutut sedangkan sebelah lagi sampai mata kaki.
Kaki kanan nya memakai kaus kaki tapi tak memakai sepatu,kaki kirinya ngak make kaos kaki tapi make sepatu,rambut semuanya berdiri kek landak, plus muka yang terkena cream dari brownies yang mereka perebutkan.
"macam orgil…"gumam Vina yang masih berdiri di dalam kelas menikmati brownies yang ada di tangannya.
"pftt!!…lo kalau ngomong suka bener ya…"ujar Nathan.
"anak-anak cepet kelapangan, sebentar lagi upacaranya dimulai!!…" suara pak kepala sekolah yang semakin mendekat.
"cepet woi!!…"teriak Nando
"woi!!…sepatu gue mana sebelah lagi?!!…"teriak Rafa panik sambil menengok ke segala arah.
"noh!!…"Haikal menunjuk sesuatu yang nyangkut di atas papan tulis.
"astaga!!! kok bisa sampe situ sih… untung gue tinggi jadi nya gampang di ambil nya…"gerutu Rafa sambil bergegas memakai sebelah sepatu nya.
Mereka segera berlari keluar dari kelas sebelum pak kepala sekolah sampai di kelas,Vina tentunya dengan polosnya mengikuti mereka tanpa tau kenapa mereka berlari.
"Rafa!!! Nando!!!Nathan!!!Haikal!!!!…ini kelas kenapa kayak kapal pecah gini?!!! balik dan bersih in sekarang!!…" teriak pak kepala sekolah.
deg…
'untung aja ikut lari tadi, kalau ngak mampus gue…'gumam Vina dalan Hati.
Sementara itu yang disebutkan namanya hanya tertawa dan terus berlari menjauhi kelas.
______
__ADS_1
bersambung……🌸🌸🌸🌸