Kelas Luar Biasa

Kelas Luar Biasa
episode 4


__ADS_3

Hari ini masih sama seperti kemarin,teman-temannya masih menatap nya dengan sinis bahkan saat Vina bertanya pun mereka langsung memalingkan wajahnya.


"huh…"Vina menghela nafas nya kasar,


tadi ia sempat bertanya tentang tugas yang telah di berikan guru pada Arsya,tapi Arsya malah meninggalkan nya dan langsung keluar dari kelas.


" tenang saja,suatu hari nanti pasti ada yang mau berteman dengan mu walau hanya satu orang"gumam Vina mensugesti dirinya sendiri.


"Kau hanya perlu bersabar…"gumamnya lagi.


Vina melangkahkan kakinya keluar dari kelas, sekedar berjalan-jalan untuk menghabiskan waktu istirahatnya.


Ia terus melangkah dnegan gontai tanpa arah tujuan,kakinya berhenti di sebuah taman yang berada di belakang kelas nya.


Sebenarnya bukan taman sungguhan,disana hanya terdapat sebuah pohon besar nan rimbun dengan tempat duduk melingkar di bawahnya.


Selain itu, disana juga terdapat hamparan rumput yang tidak terlalu panjang, dengan beberapa pot bunga yang tersusun rapi di beberapa sudut.

__ADS_1


Namun susana di sana sangat menenangkan, dengan udara sejuk dan angin sepoi-sepoi yang sesekali berhembus.


Vina melangkahkan kakinya mendekati pohon besar itu,di sana ada seekor kucing berwarna orange bercampur putih yang sedang tertidur dengan membulatkan tubuhnya.


kucing itu terlihat sangat nyenyak, sampai-sampai dia tak menyadari Vina sudah duduk di dekat nya.


Sesekali dengkuran halus terdengar dari kucing itu,Vina hanya menatap nya kemudian tersenyum sambil menikmati angin sepoi-sepoi yang sesekali menerpa wajahnya.


Tak lama kucing itu menggeliat sambil meregangkan tubuhnya tanda ia akan segera bangun,Vina hanya memperhatikan gerak-geriknya sambil tersenyum.


karna kaget kucing itu melompat sambil mendesis pada Vina,Vina mengulurkan tangannya hendak mengelus kepala kucing itu, tapi kucing itu langsung mundur beberapa langkah dengan semua bulu ditubuhnya yang berdiri tanda ia menganggap Vina adalah musuhnya.


kucing itu masih saja terus melangkah mundur perlahan menjauh dari Vina,


"tengok lah,kucing aja ngga mau jadi temen ku…"Vina mendengus kesal entah menyalahkan siapa.


"puss……sini!!,sini!!…puss…"Vina tak putus asa ia masih berusaha membujuk kucing itu,tapi dengan cepat si kucing berlari menjauh dan hilang di belakang pot-pot bunga.

__ADS_1


Vina hendak mengejar kucing itu,tapi bunyi bell tanda masuk menghentikannya,mau tak mau Vina harus bergegas kembali ke kelas.


Vina menghela nafas kasar di depan pintu kelas sebelum masuk,ia melangkahkan kaki nya ke dalam sambil mempersiapkan hatinya untuk menghadapi tatapan maut dari teman-temanya.


______


Seminggu berlalu…,teman-temannya masih menatap nya dengan tatapan yang sama,bahkan si kucing orange masih tak mau di dekati oleh nya ,walau sudah beberapa kali Vina membujuk kucing itu dengan memberikan makanan yang sengaja ia bawakan dari rumah.


Vina kembali menghela nafas nya, saat ini ia sedang menatap bintang yang bertaburan dilangit menemani sang bulan yang hanya sendirian itu, sambil berharap bahwa suatu hari ia bisa seperti sang rembulan.


Ia berusaha menguatkan mental nya, untuk menghadapi hari esok yang bertepatan dengan hari senin, setelah terbebas dari tatapan mematikan temannya selama seharian penuh di minggu.


Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam,Vina perlahan menutup jendela kamar nya, ia mulai merasa kedinginan karena angin malam yang menerpa tubuhnya.


Vina merebahkan tubuhnya di saat kasur dan menarik selimut kesayangannya menutupi seluruh tubuhnya hingga batas kepala.


Ia mulai terlelap setelah melafalkan doa sebelum tidur ,tak lupa beberapa untaian doa yang mewakili harapannya di masa depan.

__ADS_1


_____


bersambung……🌸🌸🌸🌸


__ADS_2