Kelas Luar Biasa

Kelas Luar Biasa
episode 10


__ADS_3

"DIAM!!!…"teriak Nando


"santai lah gaess ,ngak usah ngegas…"ujar Rafa berusaha mencairkan suasana,namun tatapan tajam dari ketiga temannya membuatnya langsung terdiam.


"iya,maap…"sambung nya lagi


"kalian mau sampai kapan berantem ,hah?!!!!…" teriak Nathan


Vina dan Rafa sama-sama menundukkan kepalanya,


"kapan ini mau selesai, kalau kalian ngak kerja-kerja dari tadi!!!…"sambung Haikal.


"kalian mau jam istirahat kita nanti ke potong, gara-gara tugas ini belum selesai hah?!!…"sahut Nando


Vina dan Rafa serempak mengeleng pelan,


"orang nanya tuh di jawab!!!…"


"ngak…" Vina dan Rafa menjawab nya serempak


(fix…mereka kek anak kecil yang di marah in emak nya karna beli duit mainan pake duit asli😅😅)


"cepetan kerja!!!…"perintah Haikal.


mereka mulai menyapu halaman itu dengan tenang tanpa ada keributan.


Tapi entah siapa yang memulai ,baru sepuluh menit Vina dan Rafa kembali cekcok,

__ADS_1


"lo mau apa sih sebenernya?!!"teriak Vina


"gue mau lo…"jawab Rafa santai


"orang nanya itu tuh, di jawab yang bener!!!…"


"gue bener kok jawab nya…"


"apanya yang bener?!!…"


"gue mau nya lo…"


"arghhhh!!!!…ngak usah ngadi-ngadi ya!!!…"


"siapa yang ngadi-ngadi sih,orang gue seriusan kok!!!…"


"kalian apa-apa an sih!!!…"Haikal membanting sapu lidi nya


"lo apa apa an sih fa?!!…"sebuah sapu lidi kembali terbanting.


"kok gue sih yang di salahin!!!…" Rafa ikut membanting sapu lidi nya.


"kalian semua apa apa an sih?!!!!…"Nando membanting sapu lidi nya dengan kesal.


"kerja!!!!kerja!!!…"Nando kembali memungut sapu lidi nya hendak kembali menyapu,tapi saat sapu lidi itu di angkat tiba-tiba gagang nya copot alhasil hanya gagang sapu lidi nya yang ada di tangan Nando.


"kok copot sih…"ujar nya kesal.

__ADS_1


Vina,Rafa,Nathan,dan Haikal juga mengangkat sapu lidi nya,namun hal yang sama juga terjadi pada mereka.


Sapu lidi yang ada di tangan Vina patah jadi dua,yang ada di tangan Rafa patah jadi tiga,yang ada di tangan Haikal terbelah menjadi dua,sedangkan yang ada di tangan Nathan lidi-lidi nya berserakan di tanah dengan gagang sapu yang terbelah jadi dua.


Pak kepala sekolah yang kebetulan mampir ke lapangan untuk melihat hasil pekerjaan kelima orang itu terdiam, dengan raut wajah yang tak dapat di artikan.


Vina,Rafa, Nando,Haikal,dan Nathan melongo, sambil memperhatikan bentuk sapu yang sudah hancur di tangan mereka.


"p-pak k-kepala …sekolah…"bisik Vina sambil menatap pak kepala sekolah, yang berdiri di belakang Nathan dan Nando.


"vin ngak usah nakut-nakut in deh!,pak kepala sekolah di ruangan nya," ujar Nathan mulai deg-dengan


"ini gimana cara nya harus kita beresin dulu,jangan sampai pak kepala sekolah ngelihat ini…"usul Rafa yang belum juga menyadari kehadiran pak kepala sekolah.


Vina masih terpaku pada pak kepala sekolah, yang wajah nya sudah terlihat sangat masam itu sambil sesekali menelan ludah nya.


"tapi ini harus kita buang ke ma-…glek!!…"mata Haikal bertemu pandang dengan mata pak kepala sekolah,ia menyenggol lengan Rafa yang ada di samping nya untuk melihat siapa yang ada di sana.


"apa apa an sih lo!!!!…orang lagi mikir ju-…eh bapak…sejak kapan bapak ada di situ ?kok ngak bilang- bilang sih mau kesini nya…"ujar Rafa santai sambil cengengesan(padahal dalam hati udah dag dig dug ser)


"sejak semua sapu yang kalian pegang berubah jadi kayak gini…"jawab pak kepala sekolah sambil menunjuk semua sapu lidi itu.


deg…


"mampus gue…"gumam Nathan dan Nando serempak,


"kalian harus ganti rugi karna sapu lidi kita cuma tinggal ini…"lanjut pak kepala sekolah sambil melipat kedua lengan nya.

__ADS_1


_____


bersambung…🌸🌸🌸🌸


__ADS_2