
Dalam perjalanan menuju ke kediaman Mia, tiba-tiba saja handphone milik Andre berbunyi.
Andre mengangkat telepon seluler nya.
Pembicaraan tampak begitu serius dan raut wajah Andre pun seketika berubah.
Entah siapa gerangan yang menelfon nya, Mia tidak berani bertanya dari siapa dan ada apa sebenarnya.
Andre memutar balik arah tujuannya, Mia masih tidak berani bertanya akan pergi ke mana mereka berdua sebenarnya.
Tibalah mereka berdua di sebuah rumah sakit.
Kenapa kita kesini? tanya Mia.
Andre tidak menjawab dan hanya menggenggam tangan Mia untuk berjaga-jaga agar tidak terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.
Mia semakin gelisah ada apa ini sebenarnya. fikirnya.
Dan tibalah mereka di sebuah ruangan UGD. Di sana sudah terlihat papa dan mamanya sedang menangis lesu terlihat sangat prustasi.
Mia langsung berlari menghampiri mereka.
Mama Papa ada apa ini tanya Mia kebingungan.
Vino, Vino sayang,,,,sambil menangis Silvi mencoba menjelaskan.
Iya ada apa dengan Vino ma? tanya Mia masih tidak mengerti.
Vino sudah tidak bersama kita lagi sayang ucap Silvi sambil memeluk dan terus menangis.
__ADS_1
Seketika waktu terasa berhenti mendengar ucapan yang di lontarkan Silvi.
Mia terduduk lemas di lantai dan tanpa terasa butiran bening mengalir di pipinya. Ia masih tidak percaya dengan apa yang sedang terjadi saat ini.
Mungkinkah ini hanya mimpi, fikirnya.
Andre pun meras sangat sedih ia belum sempat mengakrabkan diri dengan calon adik iparnya itu. Ia tidak menyangka jika harus kehilangan calon adik iparnya secepat itu.
Saya permisi dulu Om, Tante untuk mengurus segala sesuatu pemakaman Vino. ucap Andre.
Andre pergi dan menelfon Rian.
Urus segala sesuatu nya, selidiki tentang kematian Vino. ucapnya.
Ya, kau tenang saja. Serahkan segala sesuatunya kepada ku. ucap Rian meyakinkan.
Hari ini adalah hari pemakaman vino, banyak sahabat dan rekan bisnis keluarga Harun yang datang untuk memberi penghormatan terakhir kepada Vino.
Mia yang sedari kemarin menangis tak henti-hentinya sambil memeluk foto adik semata wayang nya itu. matanya sudah terlihat membengkak sembap.
Di sana juga sudah terlihat Dion dan Dani yang menemani Mia.
Anak-anak itu bisa-bisanya ambil kesempatan dalam kondisi seperti ini. fikir Andre.
Tapi tidak apa, mungkin saat ini memang mereka yang dibutuhkan untuk berada di samping Mia. fikirnya lagi.
Saat ingin menghampiri Mia, tiba-tiba saja ponsel nya bergetar.
drztt,,,,
__ADS_1
Aku sudah menemukan pelakunya, dan ini juga ada kaitannya dengan masalah yang terjadi pada perusahaan milik tuan Harun ucap Rian.
Baiklah aku akan segera menemui mu setelah selesai pemakaman. ucap Andre.
Pemakaman pun selesai, Hermawan pamit untuk kembali ke kantornya begitu juga dengan Andre.
Aku pulang dulu, ada hal yang harus aku kerjakan. Kau baik-baik lah jaga kondisi kesehatan mu ucap Andre sambil mengusap pucuk kepala Mia penuh kasih sayang.
Mia pun hanya menganggukkan kepalanya.
Andre pun segera pergi meninggalkan Mia.
kini suasana di rumah sangat sepi, tak ada lagi sosok ceria Vino yang selalu setia menemani Mia ketika berada di rumah.
Kau adik kesayangan ku, sampai kapanpun kau tetap jadi kesayanganku ucap Mia sembari memandangi foto vino yang di pajang di dinding kamarnya.
Mia masih terus memikirkan tentang mimpi-mimpinya yang selama ini selalu datang dalam tidurnya.
Ia selalu memimpikan vino berada disebuah tempat yang sangat indah jauh di seberang sana, ia selalu menolak jika Mia meminta untuk ikut. ia terlihat sangat bahagia.
Apa mungkin ini semua adalah arti dari mimpi-mimpi ku selama ini fikirnya.
Masih dengan sejuta tanya dalam fikirnya akhirnya Mia pun terlelap hingga pagi.
πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ
Mohon maaf jika bahasa dan alur cerita nya agak berantakan...
ini karya pertama author, jadi masih harus banyak-banyak belajar. mohon dukungan dan doanya agar author dapat segera update episode selanjutnya ga pake adegan lama π
__ADS_1
mohon kritik dan sarannya karna itu sangat membangun bagi author. dan jangan lupa like dan bintang limanya ya gaes,,ππ
Happy Reading β€οΈβ€οΈ