Kemampuan Wanitanya CEO

Kemampuan Wanitanya CEO
Menguras Energi


__ADS_3

Hari ini puncak olimpiade di laksanakan, sudah beberapa hari ini ia menjalani hari-hari nya tanpa kabar dari Andre.


"Mengapa ia belum juga memberi kabar kepada ku" gumam Mia.


"Apa sebenarnya yang sedang ia lakukan di sana, apa kah terlalu sibuk hingga tidak sempat untuk sekedar menelfonku."


Mia terus bergumam kepada dirinya sendiri.


Asik melamun tiba-tiba Dion datang dan menepuk bahu Mia sehingga mengagetkannya dari lamunannya.


"Hai,, mengapa kau tidak masuk. Acara akan segera di mulai" ucap Dion.


"Eh,, iya Aku lupa, ayo kita masuk" ucap Mia.


Mereka berdua memasuki ruangan dan acara pun di mulai.


Dalam 2 hari ini mereka akan mengikuti kegiatan ini. Mia dan Dion menjadi salah satu utusan dari sekolah mereka.


Mia berhasil melalui babak penyisihan sedangkan Dion harus segera tersingkir.


Kini hanya ada 4 peserta lagi dan hanya Mia lah perwakilan dari sekolahnya.


Persaingan terasa semakin berat dan melelahkan, Mia merasa bahwa energinya untuk berfikir sudah hampir habis.


Istirahat makan siang pun tiba, Dion dan Angga datang membawakan makanan-makanan kesukaannya.


"Makan lah yang banyak agar energimu kembali pulih" ucap Dion.


"Kau kira aku Sedang berperang" jawab Mia sambil terus memakan makanan di hadapannya.


Angga tersenyum melihat Mia dan Dion.

__ADS_1


"Sudah-sudah,,, kalian ini seperti anjing dan kucing saja" ucap Angga.


"Dion itu kak,, lebay" jawab Mia.


"Enak saja lebay,,,, nanti kalau kau menang lomba aku akan mentraktirmu makan bakso" ucap Dion.


"Kau itu niat mentraktir atau tidak sih? kau kan tahu jika aku tidak suka bakso" ucap Mia dengan kesal.


"Haha,,,," Dion tertawa mendengar ocehan Mia.


"Ya ya,,, aku akan mentraktirmu makan mie pedas sepuasnya" ucap Dion.


"Cepat selesaikan makanan mu, acara akan segera di mulai kembali" ucap Angga.


"Hmm,, " jawab Mia sambil cepat menghabiskan makanannya.


Acara pun kembali di mulai, Mia fokus menjawab setiap pertanyaan yang diajukan.


Akhirnya seluruh rangkaian kegiatan pun selesai. Kini hanya tinggal menunggu pengumuman siapa kah yang akan jadi juara olimpiade ini.


Mia menunggu pengumuman di ruangan bersama beberapa peserta lainnya dan Angga sebagai guru pendampingnya.


"Kau terlihat sangat gelisah" ucap Angga.


"Hmm,, iya,,, aku sangat gugup" jawab Mia.


"Tenang lah,,, kau tidak perlu gelisah seperti itu, kau sudah melakukan yang terbaik dan sudah mengeluarkan seluruh kemampuanmu" ucap Angga.


Angga tersenyum melihat Mia, ia tidak menyangka ketika dalam keadaan gelisah seperti ini ia jadi begitu sangat menggemaskan.


Juara pun akhirnya di umumkan dan ternyata Mia hanya menjadi juara ke dua.

__ADS_1


Mia terduduk lesu, ,,


"Tidak apa-apa, kau jangan berkecil hati. Percayalah kami tetap bangga kepada mu" ucap Angga sembari menenangkan.


"Benarkah,,," ucap Mia.


Angga mengangguk kan kepalanya meyakinkan Mia.


Dengan refleks Mia langsung menghamburkan tubuhnya kedalam pelukan Angga.


"Terimakasih kakak sudah mendukungku hingga sejauh ini" ucap Mia dan tanpa terasa butiran bening mengalir di pipinya.


✏️✏️✏️


Di belahan bumi yang lain, Andre juga sedang merasa cemas menantikan sang papa yang saat ini sedang berada di dalam ruang operasi.


ia berjalan ke sana kemari tidak dapat tenang karena sangat cemas memikirkan kesehatan papanya.


"tenang lah tuan muda, tuan Hermawan akan baik-baik saja. ia Sadang di tangani dokter terbaik di negeri ini" ucap Robi asisten papanya.


tapi Andre masih saja berjalan ke sana ke mari tidak dapat tenang.


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Hai semua mari dukung author agar tetap semangat up nya ya,,,,😍😍🤩😍


Jangan lupa like dan komen yang membangun agar menjadi lebih baik lagi🤗🤗


Mohon maaf jika alur cerita nya kurang nyambung atau berantakan karna ini adalah karya perdana author 🙏🙏


Happy reading 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2