Kemampuan Wanitanya CEO

Kemampuan Wanitanya CEO
Kemana Perginya?


__ADS_3

Pagi harinya Mia terbangun sudah berada di dalam kamar nya.


"Ya ampun, apa Abang yang mengangkat ku tadi malam" fikirnya.


Ia turun untuk menemui Andre, tetapi ia sudah tak mendapati Andre di sana.


" Bi,, apa bibi tadi melihat andre" tanya Mia.


"Iya non,, tapi tadi pagi-pagi sekali den Andre pamit karna harus segera pergi ke luar kota" jawab bi Narti.


"Kenapa bibi tidak membangunkan saya?" tanya Mia.


"Den Andre melarang bibi untuk membangunkan non mia, katanya nanti biar den Andre langsung yang menelfon non" jawab bi Narti.


"Oohh,, ya sudah kalau begitu, terimakasih ya bi" ucap Mia sambil menuju ke kamarnya.


Mia merebahkan kembali tubuhnya di kasur sambil memainkan gawainya ia mencoba untuk menelfon Andre.


Berkali-kali ia mencoba menelfon tapi tidak tersambung juga.


"Ya ampun kemana perginya orang ini mengapa tidak bisa di telfon" ucap Mia mulai kesal.


Mia pun meletakkan handphone nya dan bersiap untuk berangkat ke sekolah.


di sekolah ia terlihat sedikit murung.


Seperti biasa Dion yang selalu menempel pada nya itu pun mulai mengajaknya untuk makan di kantin sekolah.


"Ayo kita makan, aku lapar nih,,," ucap Dion sambil memegang perutnya.


"Aku lagi tidak bernafsu untuk makan" jawab Mia sambil meletakkan kepalanya di atas meja.


"Ayolah,,, kita ajak pak Angga untuk makan bersama kita" ucap Dion memberi semangat sambil menarik tangan Mia.


"Aahh,,,ya ampun Dion bisakah kau tidak melakukan ini" ucap Mia.


"Apa perlu aku gendong" jawab Dion.

__ADS_1


"Ya baiklah-baiklah aku bisa jalan sendiri" ucap Mia dengan lesu.


"Nah gitu dong" jawab Dion sambil tertawa.


Akhirnya mereka berdua berjalan menuju ke kantin dan tidak lupa mereka mengajak Angga sang guru tampan itu untuk ikut makan bersama mereka.


Dan seperti biasa, ketika lagi tidak bersemangat seperti ini maka porsi makan Mia akan mengerikan.


Sepertinya Dion dan Angga sudah mulai terbiasa dengan hal ini.


Tetapi yang mengherankan adalah walau pun porsi makannya banyak Mia tetap saja langsing tinggi bak model.


"Memangnya lagi ada masalah apa sih?" tanya Angga.


"Hmm,, Aku tidak bisa cerita" jawab Mia.


"Kenapa memangnya" tanya Dion.


"Kan aku lagi sibuk makan" jawab Mia polos.


Angga tertawa mendengar ucapan Mia yang polos itu.


Setelah beberapa saat merekapun selesai menyantap hidangannya masing-masing.


"Ya sudah sekarang kau bisa cerita" ucap Dion sambil menatap Mia.


"Ya baiklah bawel" balas Mia.


Mia pun mulai menceritakan bahwa hari ini ia tidak dapat menghubungi Andre.


"Ya ampun miaaaa,,, cuma hal sepele seperti itu saja kau sudah berubah jadi seperti ini" ucap Dion.


"Enak saja, sepele katamu???" jawab Mia sambil melotot kepada Dion.


"Hei,, sudah sudah" ucap Angga menenangkan kedua sahabat itu.


"Mia,, kamu harus jadi wanita yang lebih dewasa lagi dalam menyikapi sebuah persoalan" ucap Angga.

__ADS_1


"Dion kamu juga harus bisa menghargai perasaan orang lain, mungkin saja Mia memiliki alasan tersendiri" ucap Angga menasehati keduanya.


"Tuh dengerin kakak ganteng ku lagi bicara" ucap Mia mempropokasi Dion.


"Gantengan juga aku" jawab Dion dengan munaikan kera bajunya.


"Sudah-sudah kalian berdua ini" ucap Angga menenangkan.


"Aku hanya ingin menyampaikan tentang mimpi-mimpi ku beberapa malam ini kepada andre" ucap Mia melanjutkan ceritanya tadi.


"Ceritakan saja kepada kami, mungkin kami bisa membantu" jawab Angga.


"Kalian yakin ingin mendengarnya?" tanya Mia.


"Hmmm,,," jawab Dion sambil menyeruput minuman di hadapannya.


"Baiklah kalau kalian memaksa" jawab Mia.


Mia pun menceritakan tentang mimpinya beberapa hari ini. Mimpi ini adalah mimpi yang sama ketika ia kehilangan vino.


Tetapi kali ini yang terlihat meninggalkan mereka adalah pak Hermawan, papa dari Andre.


Ia melihat Hermawan di gandeng seorang wanita pergi meninggalkannya bersama Andre berdua.


"Memangnya seberapa penting Andre di dalam hidup mu" tanya Angga sambil menatap Mia serius.


"Sangat penting karna dia tunanganku" jawab Mia polos.


"Apaaaaaaaa,,,,,," jawab Angga dan Dion serentak sembil melotot karena terkejut mendengar ucapan Mia.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Hai semua mari dukung author agar tetap semangat up nya ya,,,,😍😍🀩😍


*Jangan lupa like dan komen yang membangun agar menjadi lebih baik lagi**πŸ€—πŸ€—*


*M**ohon maaf jika alur cerita nya kurang nyambung atau berantakan karna ini adalah karya perdana author πŸ™πŸ™*

__ADS_1


Happy reading 😘😘😘


__ADS_2