Kemampuan Wanitanya CEO

Kemampuan Wanitanya CEO
Kakak


__ADS_3

Hari ini Mia masih berada di sekolahnya, ia terus bereksperimen mencoba beberapa jenis produk olahan makanan yang bisa di jadikan ikon makanan di cafenya.


Sebagai pewaris tunggal dari seluruh usaha yang di miliki keluarga harun. Mia sadar betul bahwa bisnis kuliner ini haruslah terus berinovasi agar tetap jaya di barisan persaingan global.


Mumpung masih bisa menggunakan alat-alat laboratorium di sekolahnya dan masih bisa mendapatkan bimbingan dari guru-guru di sekolahnya fikir Mia.


Kali ini ia sedang berinovasi dengan buah pisang yang rencananya akan dijadikan sebuah saus sambal.


Ia juga sedang meneliti kulit nanas yang dapat mempercepat pembentukan jamur pada proses pembuatan tempe.


Sebagai murid yang pintar dan berprestasi Mia adalah murid yang di senangi banyak teman tak terkecuali para guru.


Pada penelitiannya kali ini ia di dampingi Angga seorang guru kimia analis yang siap membantunya jika Mia mengalami kendala atau masalah.


Angga adalah guru baru di sekolah Mia.


sebagai guru baru yang masih muda dan memilki wajah yang tampan menjadikan nya sosok guru yang saat ini menjadi idola di sekolah itu.


Banyaknya murid-murid wanita yang begitu mengidolakan sosoknya tersebut.


Tetapi tidak dengan Mia, sikapnya yang begitu santai dan cuek berbeda dengan teman-teman wanitanya yang lain.

__ADS_1


Ia lebih tertarik dengan ilmu yang di miliki gurunya itu dari pada ketampanannya.


Ia berfikir bahwa selama ini ia sudah terbiasa di kelilingi laki-laki tampan karna semua sahabatnya adalah laki-laki.


Ternyata hal ini lah yang membuat Angga menjadi penasaran kepadanya ditambah lagi Mia adalah siswi yang cantik dan berprestasi.


Di dalam laboratorium Angga terus memperhatikan Mia yang sedang sibuk mengerjakan penelitiannya. Ia begitu telaten dan teliti dalam mengerjakan setiap langkah-langkah pekerjaannya.


Untuk hari ini sampai disini dulu kegiatan kita, setelah selesai beberes alat temui aku diruangan ku, ucap Angga.


Baik pak, ucap Mia sambil beberes alat.


Mia sudah berada di ruangan Angga.


Susu baik untuk menetralisir tubuhmu dari zat-zat kimia yang mungkin selama kegiatan tak sengaja terhirup oleh mu, tambahnya.


Mia mengangguk sambil menerima pemberian Angga.


Terimakasih pak, ucap Mia.


Tidak perlu sungkan kepada ku ucap Angga.

__ADS_1


Oya, panggil aku Angga jika kita sedang berdua seperti ini jangan terlalu formal begitu ucapnya lagi.


Mia diam tak menjawab.


Kenapa kau diam saja? tanya Angga.


Mia pun tetap diam tak menjawab.


Hei,, ayolah,,,anggap saja aku ini temanmu atau kakakmu,, lagian aku ini belum terlalu tua ucap Angga.


Mia menatap Angga penuh haru.


Baiklah kak, aku akan menganggap mu sebagai kakak ku karna selama ini aku tidak memiliki kakak atau adik ucap Mia sambil tersenyum.


Apakah aku sudah boleh pergi sekarang tanya Mia.


Ya kembali la ke kelasmu. Jangan lupa untuk sering-sering mengunjungiku di sini ucap Angga.


Sip,,,ucap Mia sembil menunjukan jempolnya dan kemudian keluar.


Angga yang masih duduk di ruangannya pun semakin merasa kagum kepada Mia entah apa yang membuatnya begitu spesial di banding dengan siswi yang lainnya.

__ADS_1


Anak itu benar-benar berbeda tidak sekedar cantik dan pintar tetapi juga asik dijadikan teman. apalagi jika di jadikan teman hidup. ucapnya dalam hati sambil tersenyum.


__ADS_2