
Melihat tatapan sendu sang istri, Harun pun segera duduk disebelah nya dan kemudian memeluknya.
"Maafkan aku, maafkan untuk semua yang telah terjadi pada hari ini." Ucap Harun sambil memeluk dan membelai rambut istrinya yang panjang dan harum itu.
"Aku baik-baik saja. bebersih lah dulu" ucap Silvi sambil berdiri dan mulai mencari pakaian ganti suaminya.
Setelah bebersih Harun melihat istrinya yang sudah tertidur pulas bagaikan kucing di atas ranjangnya.
"Ya ampun secepat itu dia bisa tertidur pulas. Kau memang tidak pernah berubah sayang masih tetap seperti yang dulu, Ratunya tidur" Ucap harun sambil tersenyum.
Harun pun ikut merebahkan badannya di samping Silvi dan mulai memeluk dan menciumi bibir istrinya berkali-kali.
Harun pun mulai membuka piyama tidur istrinya hingga hanya terlihat tubuh sang istri yang mengenakan pakaian dalam saja.
Harun mulai melancarkan aksinya tangannya pun mulai bergerilya ke setiap bagian tubuh istrinya dan mulai menciumi tubuh sang istri.
Namun ketika hendak melanjutkan ke bagian yang paling ia sukai tiba-tiba Silvi menepis tangan Harun.
"Apa yang sedang kau lakukan ? aku ini sedang datang bulan" ucap Silvi.
Mendengar ucapan istri nya itu bak tersambar petir di siang bolong. Harun pun tergolek lemas menahan hasratnya.
__ADS_1
"Kenapa kau diam saja waktu ku buka bajumu?" tanya Harun merasa kesal.
"Kau tidak bertanya padaku. Lagian aku sangat menyukainya ketika kau melakukan itu" ucap Silvi sambil menggoda suaminya.
"Ah kau ini,, awas saja nanti kalau sudah selesai akan ku makan kau sampai habis" balas Harun sambil kembali menciumi istrinya. Hingga tak lama pun mereka tertidur dengan posisi saling berpelukan.
Sinar mentari pagi yang memasuki ruangan kamar membuat Harun terbangun, ia sudah tak mendapati Silvi di sampingnya.
Seperti biasa Silvi akan menyiapkan segala keperluan dirinya dan anak-anak nya.
Selesai sarapan bersama merekapun berangkat menuju aktivitas nya masing-masing.
Setelah memasuki ruangan, mereka berdua pun duduk di sofa. Harun yang terlihat sedikit gugup harus memulai obrolan nya dari mana dulu, ia tidak tahu apa yang akan terjadi jika ia memberitahu istrinya tentang kesepakatan itu, tapi mau tidak mau ia harus tetap mengatakannya.
Silvi yang mengetahui gerak gerik suaminya itu pun langsung bertanya.
"Apa sebenernya yang sedang kau sembunyikan dariku?" ucap Silvi sambil menggerak-gerakan kedua alisnya.
Harun pun semakin merasa gugup dengan pertanyaan Silvi yang mengandung nada mengancam.
"Nyonya Harun benar-benar mengerikan jika seperti ini". ucap Harun dalam hati.
__ADS_1
Menarik nafas dalam-dalam dan mulai menjelaskan tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Selama Harun menjelaskan panjang lebar Silvi hanya diam tak bergeming dan tetap menatap datar pada suaminya. Bahkan hingga Harun selesai bicara pun ia masi saja diam tak bergeming.
"Apa kau baik-baik saja sayang?" tanya harun sedikit gugup.
"Ya aku baik-baik saja. apakah masih ada lagi yang ingin kau bicarakan? jika tidak aku akan segera kembali ke cafe masih banyak yang harus diselesaikan. aku akan ikut semua keputusanmu". Ucap Silvi dengan nada datar.
Mendengar ucapan Silvi Harun merasa senang tetapi jika melihat ekspresi wajah istrinya itu rasanya sangat mengerikan.
Tapi setidaknya Harun sudah merasa lega karna istrinya tidak mengamuk mendengar penjelasannya.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Mohon maaf jika bahasa dan alur cerita nya agak berantakan...
ini karya pertama author, jadi masih harus banyak-banyak belajar. mohon dukungan dan doanya agar author dapat segera update episode selanjutnya ga pake adegan lama 😁
mohon kritik dan sarannya karna itu sangat membangun bagi author. dan jangan lupa like dan bintang limanya ya gaes,,😘😘
Happy Reading ❤️❤️
__ADS_1