Kemampuan Wanitanya CEO

Kemampuan Wanitanya CEO
Terkejut


__ADS_3

Akhirnya operasi pun selesai, dokter keluar dari ruangan dan tuan Hermawan pun di pindahkan ke ruangan perawatan.


Andre merasa lega karna orang tua satu-satunya itu sudah melewati masa-masa kritis nya.


Di masa-masa seperti ini ingin rasanya ia di dampingi oleh orang-orang yang ia sayangi namun harapan hanyalah sebuah harapan.


Ibu sebagai orang yang sangat ia sayangi sudah lebih dahulu meninggalkannya ke pangkuan ilahi.


Sang ibu yang meninggal karena tragedi kecelakaan bersama seorang kakak perempuan nya ketika ia masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. Walau sudah begitu lama berlalu, namun goresan luka dan rindu tetap selalu mengiringi hari-harinya selama ini.


Hal ini yang menyebabkannya menjadi pria yang begitu dingin. kurangnya sentuhan kasih sayang dari seorang ibu ternyata sangat mempengaruhi kepribadiannya saat ini.


Andre masih setia duduk di samping sang papa menunggu hingga papanya tersadar dari lelapnya.


Sebuah pergerakan terlihat dari jari jemari sang papa, Andre segera memanggil dokter untuk memeriksa pergerakan itu.


"Tuan Hermawan baik-baik saja, beliau hanya perlu perawatan untuk proses pemulihan dalam beberapa hari ini" ucap sang dokter.


"Mm,, terimakasih dok,," ucap Andre.


Dokter itupun berlalu meninggalkan ruangan.


Andre menelfon Robi untuk menemuinya.


"Paman datanglah ke ruangan, aku ingin bicara kepadamu" ucap Andre.


"Baik tuan muda" jawab Robi.

__ADS_1


Robi datang, mereka duduk berdua di sebuah sofa dan mulai berbincang.


"Paman, aku akan pulang terlebih dahulu ke negara N. Bisakah paman menjaga papa untuk sementara waktu? ada beberapa hal yang akan aku kerjakan" ucap Andre.


"Baik tuan muda, serahkan saja segala sesuatunya kepada saya. Saya akan menjaga tuan Hermawan dengan nyawa saya" ucap Robi.


"Terimakasih paman" ucap Andre merasa lega.


Ke esokan harinya Andre pun berangkat bertolak menuju negara N seorang diri.


Ia memutuskan tidak akan mengabari Mia ataupun Rian.


Setelah beberapa jam perjalanan ia pun tiba di bandara dan langsung menuju ke rumah Mia.


Bel rumah di tekan, Silvi terlihat membukakan pintu.


"Nak Andre,,," ucap Silvi.


"Ayo,,silahkan masuk,,," ucap Silvi.


"Terima kasih Tante,,," jawab Andre sambil memasuki rumah.


Mereka duduk di ruangan tamu kemudian bi Mimin datang membawakan minuman.


"Silakan di minum nak andre" ucap Silvi.


Andre tersenyum dan mengangguk kan kepalanya.

__ADS_1


"Bagaimana kabar pak Hermawan?" tanya Silvi.


"Kabar papa sudah lebih baik Tante, untuk saat ini tinggal masa pemulihan saja" jawab Andre.


"Apakah Mia sudah mengetahui hal ini?" tanya Silvi.


"Belum Tante,, aku menunggu hingga ia selesai kegiatan nya" jawab Andre.


"Oohh,, ya kau atur saja bagaimana baik nya" ucap Silvi.


"Rencananya akhir pekan ini om dan Tante akan pergi mengunjungi tuan Hermawan di rumah sakit, apa kah kami tidak mengganggu?" ucap Silvi.


"Tentu tidak Tante, papa pasti sangat senang karna disana ia hanya di temani paman Robi s dan pasti merasa sangat kesepian" jawab Andre.


"Ya baiklah jika begitu kami akan menemaninya hingga ia benar-benar pulih dan di perbolehkan pulang" ucap Silvi.


"Tetapi itu semua tidaklah gratis, selama Tante dan om pergi kau harus menjaga Mia dan mengurus semua usaha dan perusahaan keluarga kami" ucap Silvi sambil tersenyum.


Andre terkejut karena merasa sangat senang dan terharu. Ternyata calon mertuanya ini sangat perhatian kepadanya dan juga kepada papanya.


"Baik Tante,, aku setuju" jawab Andre dengan mata berbinar.


✏️✏️✏️✏️✏️✏️✏️✏️✏️✏️✏️✏️✏️✏️✏️✏️


semua mari dukung author agar tetap semangat up nya ya,,,,😍😍🤩😍


Jangan lupa like dan komen yang membangun agar menjadi lebih baik lagi🤗🤗

__ADS_1


Mohon maaf jika alur cerita nya kurang nyambung atau berantakan karna ini adalah karya perdana author 🙏🙏


Happy reading 😘😘😘


__ADS_2