
Hari sudah gelap, Mia masih duduk di kursi sebuah ruang tunggu bandara.
Wajahnya terlihat memucat dengan pakaian sekolah yang ia kenakan terlihat mulai lusuh.
Andre yang setia menemaninya sedari tadi pun juga sudah terlihat sangat berantakan.
Mereka sudah tidak memperdulikan lagi dengan pandangan orang terhadap mereka.
"Sayang,,,ayo kita pulang saja, biar para asisten ku yang menunggu kabar di sini, kau terlihat sangat lelah" ucap Andre mengajak Mia.
Mia menggeleng kan kepalanya.
"Aku ingin menunggu mama dan papa pulang" jawab Mia sambil menangis.
"Iya,,, kita akan menunggu orang tua kita pulang. tetapi kau harus istirahat dulu, lihat kau juga belum mengganti pakaian sekolahmu bahkan sedari tadi kau juga belum makan" jawab Andre terus membujuk Mia.
Mia hanya diam tidak menjawab.
"Ayo lah sayang, kau jangan egois seperti itu. tidak hanya kita yang sedang kehilangan, coba kau lihat baik-baik ada banyak orang di sini yang sama seperti kita. Mereka juga merasa kehilangan anggota keluarga mereka. coba kau lihat Rian, di dalam pesawat juga ada papanya, tetapi ia tetap tegar menghadapi ini semua walaupun jauh di dalam lubuk hatinya pasti merasa sangat sedih" ucap Andre panjang lebar.
Mia menatap Andre, semua yang di ucapkan Andre itu benar. tidak seharusnya ia bersikap seperti itu.
"Ayo kita pulang" ucap Mia datar dan berlalu begitu saja meninggalkan Andre.
__ADS_1
Andre tersenyum melihat tingkah Mia. betapa kekanak Kanakan nya calon istrinya itu.
Begitu berat beban yang harus di tanggung nya saat ini. Bagai mana tidak, ia harus mengatasi perasaannya sendiri di tambah lagi ia harus menenangkan perasaan Mia calon istrinya yang saat ini pasti sedang hancur sekali karena harus kehilangan kedua orang tuanya sekali Gus.
Andre dan Mia tiba di rumah, terlihat beberapa asisten rumah tangga tengah duduk di ruangan belakang menunggu kabar baik dari majikan mereka.
Andre dan Mia pun langsung menuju ke kamar mereka masing-masing.
"Bi, tolong siapkan air hangat untuk kami berdua" ucap Andre sambil menaiki anak tangga menuju ke kamar.
"Baik tuan" jawab seorang asisten.
Andre dan Mia pun segera bebersih diri setelah melalui hari yang sangat melelahkan.
Mia duduk di bibir ranjang dan mulai merebahkan sebagian tubuhnya ke tempat tidur itu. tanpa sengaja ia pun tertidur, ia kembali bermimpi tentang kedua orang tuanya.
Baru beberapa saat ia tertidur tiba-tiba Andre mengetuk pintu dan masuk ke kamarnya sehingga membangunkannya dari tidurnya.
"Mia, Mia,,," teriak Andre dan langsung saja masuk ke kamarnya.
"Ya ampun Abang ini, kenapa berteriak seperti itu" jawab Mia dengan suara serak khas bangun tidurnya.
"Ayo bersiaplah, Rian baru saja menghubungiku kita akan kembali ke bandara" jawab Andre dengan terburu-buru.
__ADS_1
Mia pun segera bersiap-siap kemudian mereka pun berangkat menuju ke bandara.
Mia dan Andre tiba di bandara sekitar pukul 11.30 malam. Terlihat pihak bandara tengah sibuk mendata keluarga para penumpang pesawat naas tersebut.
Mia duduk di sebuah kursi tunggu, terlihat Andre sedang mengobrol dengan Rian di sebuah sudut ruangan. Dari ekspresi yang di perlihatkan keduanya, sepertinya obrolan mereka sangatlah serius. Sesekali terlihat Andre mengusap tengkuk dan wajahnya sambil berteriak-teriak kecil.
Suasana begitu riuh oleh para keluarga korban. Namun tidak dengan Mia, ia merasa saat ini sangatlah hening. Suasana yang begitu dingin di hati. Ia merasa sedang berada di ruangan yang begitu sepi. Hingga air matanya kembali jatuh membasahi pipi.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
***Hai semua,,
Terimakasih sudah mampir ke cerita aku🤗
Mohon maaf jika bahasa dan ceritanya sedikit berantakan karena ini adalah karya perdana author.
Terus dukung author dengan cara like dan komen yang membangun ya 😊
Untuk kalian yang lagi ke asikkan baca terus lupa ninggalin jejak, yuk scroll lagi ke atas terus di like deh 😅
Jangan lupa vote dan bintang limanya yaðŸ¤
selamat membaca😘😘***
__ADS_1