
Pagi ini di sekolah Mia merasa tidak enak badan, iapun permisi untuk istirahat di ruang UKS.
Dion yang mengetahui hal inipun langsung menemui sahabatnya itu di ruang UKS.
Namun sesampainya di UKS ternyata Mia sudah di temani oleh Dani kakak kelasnya.
"Aisss,, bisa-bisanya orang satu itu" ucap Dion dalam hati.
Dani adalah kakak kelas Mia yang sudah lama di sukai nya. Tapi saat ini Dani sudah memiliki kekasih dan menganggap Mia hanya sebagai sahabat dan Mia sudah menerima itu.
"Hei apa yang kau lakukan disini" ucap Dion dengan nada mengancam.
"Aku hanya ingin menjaga Mia ku" ucap Dani dengan tatapan propokasi.
"Dasar kau ini, tak cukup kah Sindi bagimu?" balas Dion dengan nada propokasi.
Keduanya masih terus saling balas saling menjatuhkan beradu argumennya masing-masing.
Seketika keadaan di dalam ruangan berubah menjadi memanas karna persaingan kedua pria itu.
"Hei apa yang kalian lakukan, tidak bisakah kalian berdua berhenti tidak seperti anak kecil. Aku ingin istirahat" Jawab Mia sembari mengusir kedua sahabatnya tersebut.
Keduanya terdiam mendengar ucapan Mia dan mulai melangkah keluar. Di depan pintu Dion masih saja melancarkan aksinya,,
"aku akan mengantarmu pulang nanti" ucap Dion.
Sedang kan Dani merasa tersaingi, iapun juga mengajak Mia untuk pulang bersamanya.
Tetapi Mia tidak menjawab dan malah memalingkan wajahnya dari mereka berdua.
"Mereka itu benar-benar ya" ucap Mia mendengus kesal.
Waktu pulang sekolah pun tiba, Mia berjalan menuju gerbang sekolah dan masih di ikuti oleh kedua sahabatnya itu yang sedari tadi menempel terus kepadanya. Mereka pun masih saja berebut untuk mengantar Mia.
__ADS_1
Disisi lain sebuah mobil sport berwarna merah berhenti di hadapan mereka. seorang pria tampan tampak turun dan menghampiri mereka.
"Selamat siang nona, saya ditugaskan untuk menjemput anda". ucap rian sambil membukakan pintu mobil.
Mia yang sedari tadi merasa sangat kesal kepada kedua sahabatnya itu pun langsung saja masuk kedalam mobil meninggalkan Dion dan Dani begitu saja tanpa bertanya akan kemana mereka pergi, bahkan iapun tidak tahu siapa yang menjemputnya itu yang jelas saat ini adalah kabur dari kuman-kuman yang sedari tadi menempel pada nya.
Karna di tinggal pergi begitu saja, Dion Dan Dani pun merasa sangat heran, bisa-bisanya Mia mengabaikan kedua sahabatnya ini dan memilih pergi dengan pria lain.
"Rasa rasa nya kali ini bertambah lagi sainganku" ucap Dion dalam hati.
Di dalam mobil barulah Mia tersadar, akan dibawa kemana dirinya oleh orang asing ini.
"Siapa kau, apa kita pernah bertemu?" tanya Mia.
Tetapi Rian hanya diam saja tidak menjawab.
"hei, apakah kau tuli?" tanya Mia sekali lagi dan mulai kesal.
Tetapi Rian tetap diam sambil sesekali mengintip dari kaca spion mobil diatasnya.
Akhirnya mereka pun tiba di sebuah restoran ternama, Rian membukakan pintu mobil.
"Silahkan nona" ucap Rian.
"Dasar manusia es", gumam Mia.
"Apa ada yang bisa saya bantu nona?" tanya Rian.
"Oh tidak ada, aku hanya haus ingin minum es" jawab Mia sembarangan.
Di ruang VIP sudah terlihat Andre duduk menunggunya.
Kursi di tarikan oleh Rian dan "silahkan duduk nona". ucap Rian.
__ADS_1
Rian pun langsung keluar dari ruangan dan menyisakan Andre dan Mia saja.
Mia membranikan dirinya untuk bertanya kepada manusia yang sedari tadi terus menatapnya.
"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Mia dengan gugup.
Tapi Andre masih diam tak menjawab dan terus menatapnya.
"Ya Tuhan, ada apa dengan ku hari ini. haruskah aku bertemu manusia-manusia es seperti ini". fikirnya.
"Baiklah tuan, jika kau sudah tidak ada kepentingan dengan ku lagi aku akan pulang" ucap Mia sambil berdiri berniat untuk pulang.
Tapi seketika itu Andre yang ada di hadapannya langsung menarik tangan Mia dan mulai bertanya.
"Apakah kau menyukai ku?" tanya Andre.
Mia yang mendengar perkataan Andre pun sontak merasa terkejut.
"Apa tuan baik-baik saja? atau tuan merasa sakit, demam,, atau tuan salah meminum obat?" jawab Mia dengan wajah polosnya sambil memegang-megang kening dan pipi Andre.
"Kenapa kau memegang-megang wajah ku, apa aku begitu tampan bagimu?" Tanya Andre dengan menyunggingkan senyumnya penuh propokasi.
Mia pun merasa bahwa laki-laki ini benar-benar gila. Seketika wajahnya memerah bak udang rebus. Tapi tak tahu mengapa detak jantungnya berdetak tak beraturan.
"Ya Tuhan ada apa sebenarnya dengan diriku" ucap Mia dalam hati.
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Mohon maaf jika bahasa dan alur cerita nya agak berantakan...
ini karya pertama author, jadi masih harus banyak-banyak belajar. mohon dukungan dan doanya agar author dapat segera update episode selanjutnya ga pake adegan lama π
mohon kritik dan sarannya karna itu sangat membangun bagi author. dan jangan lupa like dan bintang limanya ya gaes,,ππ
__ADS_1
Happy Reading β€οΈβ€οΈ