
"Kalian berdua kenapa? apa kalian baik-baik saja?" tanya Mia dengan polosnya.
"Apa aku tidak salah dengar" jawab Dion.
"Kau tidak sedang salah bicarakan" tanya Angga.
"Tidak, memangnya apa yang salah dengan ucapanku?" jawab Mia.
"Jadi kau benar-benar sudah bertunangan dengan Andre?" tanya Dion.
"Hmm,," jawab Mia sambil mengangguk kan kepalanya.
"Apakah sudah lama?" tanya Dion
Mia mengangguk lagi.
"Ya ampun,,,kenapa kau tidak pernah bercerita kepada ku" ucap Dion.
"Kau sendiri tidak pernah bertanya kepadaku, jadi untuk apa aku memberitahumu" jawab Mia.
"Ah,,kau ini, apa kau tidak tahu jika aku ini juga menyukaimu?" tanya Dion.
Mia terdiam dan menatap Dion kemudian menggelengkan kepalanya.
"Dasar kau ini lugu sekali" ucap Dion kesal.
sementara itu Angga hanya terdiam mendengarkan celotehan-celotehan kedua anak muda yang ada dihadapannya ini.
Ia masih tak habis fikir ternyata wanita yang selama ini disukainya itu sudah terikat pertunangan dengan pria lain.
Kesempatan untuk memilikinya pun sirna seketika.
"Hai kalian, aku pamit duluan ya. aku masih ada urusan yang harus segera aku selesaikan. Untuk makan siang kita hari ini aku yang bayar" ucap Angga sembari pergi meninggalkan Mia dan Dion.
Mia dan Dion hanya diam melihat kepergian Angga.
"Kenapa dia?" tanya Mia.
"Mana aku tau" jawab Andre sambil menaikan kedua bahunya.
"Oya,,nanti pulang dari sekolah aku akan ke kafe mamaku. Apa kau mau ikut?" tanya Mia.
"Ya baiklah tapi aku ingin kau mentraktirku" jawab Dion.
"Kau tenang saja, kenyamanan perut mu akan aku jamin" jawab Mia sambil tertawa.
__ADS_1
Kegiatan sekolah pun selesai, Mia dan Dion keluar dari gerbang sekolah menaiki motor sambil berboncengan.
Di depan sekolah mereka bertemu dangan Angga.
"Kak,,," teriak Mia memanggil Angga yang sedang duduk di dalam mobilnya.
Angga tersenyum dan melambaikan tangannya.
Mia dan Dion pun menghampirinya.
"Kakak mau ikut tidak?" tanya Mia.
"Kalian mau kemana?" tanya Angga.
"Aku dan Dion akan pergi ke kafe milik orang tuaku. Kakak belum pernah berkunjungkan?" ucap Mia.
"Mmmm,,, lain kali saja aku akan mampir, hari ini aku masih ada keperluan" ucap Angga.
"Ya,, baiklah, kami pergi dulu" ucap Mia sambil melambaikan tangan meninggalkan Angga.
Mia dan Dion pun berlalu hingga sampailah mereka di cafe milik keluarga Harun.
Mereka masuk dan duduk di sebuah tempat yang asik untuk bersantai sembari mengobrol berdua. Mia menceritakan tentang bagaimana ia bisa bertunangan dengan Andre.
"Aku turut bahagia jika kau sudah mencintainya" ucap Dion.
"Terimakasih ya, kau memang sahabat terbaikku" ucap Mia.
"Jangan sungkan" jawab Dion.
Mia terdiam sejenak ia kembali memikirkan kenapa hingga saat ini Andre belum juga mengabarinya tentang keberadaannya saat ini.
"Mi,,kau baik-baik saja?" tanya Dion.
"Hmm,, aku lagi berfikir kenapa hingga saat ini Andre belum juga menelfon ku" ucap Mia.
"Apa kau ingin ku temani menemui asistennya di perusahaannya?" tanya Dion.
Mia diam sejenak dan mengangguk kan kepalanya.
"Kalau begitu ayo berangkat sebelum hari gelap" ucap Dion.
Mereka berdua pun berangkat ke perusahaan milik keluarga Hermawan.
Mia dan dion memasuki gedung perusahaan milik Hermawan itu dengan perasaan kagum.
__ADS_1
"Wah,,, besar sekali" ucap Dion merasa kagum.
"Ini beneran perusahaan calon mertua mu?" tanya Dion.
"Kalau di lihat dari alamat yang di kirim Rian waktu itu benar sih,," ucap Mia.
"Aku juga tidak tau karna ini pertama kalinya aku datang" tambahnya lagi.
Mia bertanya kepada resepsionis.
"Permisi ibu, apa benar ini perusahaan milik pak Hermawan?" tanya Mia.
"Iya betul,, ada yang bisa saya bantu Adek?" tanya karyawati itu.
"K**enapa dia memanggilku Adek? fikirnya"
Ia melihat ke tubuhnya sendiri ternyata ia masih mengenakan seragam sekolah.
"Ya ampun aku lupa kalau belum ganti baju" ucapnya dalam hati.
"Saya ingin bertemu dengan pak Andre bisa?" tanya Mia.
"Pak Andre nya sedang pergi keluar kota bersama pak Hermawan, apa adek sudah membuat janji" tanya karyawati.
"Maaf saya tidak tahu jika ingin bertemu harus membuat janji dulu. kalau pak Rian nya ada?" tanya Mia.
"Ada,, " jawab karyawati.
"Saya ingin bertemu dengannya, tolong sampaikan Mia ingin bertemu" ucap Mia.
Karyawati itu pun mulai menghubungi Rian.
"Mari saya antar ke ruangannya" ucap karyawati tersebut.
Mia dan Dion pun mulai mengikuti nya dari belakang.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Hai semua mari dukung author agar tetap semangat up nya ya,,,,😍😍🤩😍
Jangan lupa like dan komen yang membangun agar menjadi lebih baik lagi🤗🤗
Mohon maaf jika alur cerita nya kurang nyambung atau berantakan karna ini adalah karya perdana author 🙏🙏
Happy reading 😘😘😘
__ADS_1