
Sepulang sekolah masih seperti biasa Andre selalu setia untuk menjemputnya.
Tetapi pemandangan kali ini sedikit berbeda, jika biasanya Mia menunggunya di halte depan sekolah selalu di temani Dion tetapi kali ini ia di temani oleh Angga guru tampan itu.
Mia duduk berdua dengan Angga sambil bercerita dan terlihat sangat akrab.
Andre yang baru tiba pun merasa sangat marah melihat keakraban keduanya.
Andre tidak turun untuk membukakan pintu mobil seperti biasanya, ia hanya menunggu di dalam dengan hati yang membara.
Mia yang melihat kedatangan Andre pun langsung menghampiri dan masuk ke mobil.
Aku duluan ya kak, ucap Mia sambil melambaikan tangan kepada Angga dari dalam mobil.
Angga mengangguk dan tersenyum.
Andre dan Mia pun langsung pulang menuju kekediaman mia.
Sepanjang perjalanan Andre hanya diam tak bersuara, hatinya begitu bergemuruh melihat tingkah Mia yang selalu saja akrab dengan laki-laki lain.
Bagai mana tidak Mia yang tidak memiliki teman wanita dan hanya memiliki teman laki-laki.
Tetapi kali ini rasanya berbeda, Andre merasa benar-benar cemburu kepada Angga.
__ADS_1
Ingin rasanya ia bertanya siapa laki-laki yang di panggil Mia sebagai kakak tadi, tapi rasa gengsi lebih mendominasi dirinya saat ini.
Abang kenapa dari tadi diam saja tanya Mia polos.
Andre diam tak menjawab.
Aku mau turun disini saja ucap Mia mulai marah karna di cuekin.
Andre pun langsung menghentikan laju kendaraannya.
Mia merasa terkejut dengan perlakuan Andre, ia tidak bermaksud sungguh-sungguh ingin turun di pinggir jalan tetapi karna sudah terlanjur ya sudahla ia pun langsung turun dari mobil dan Andre langsung saja pergi meninggalkannya.
Mia masih terdiam mensinkronkan otak dan hatinya, apa sebenarnya yang sedang terjadi.
Ia terus berlari dan tanpa terasa butiran bening sudah ikut membasahi pipinya.
Tiba-tiba sebuah mobil datang menghampiri dirinya dan berhenti tepat di hadapannya.
Angga turun membawakan payung untuknya dan membawanya masuk kedalam mobil.
Apa yang terjadi pada mu, bukankah kau tadi pulang bersama abangmu tanya Angga sambil mengambilkan handuk dari laci mobilnya.
Mia masih menangis tak menjawab sambil mengeringkan rambut dan tubuhnya yang basah terkena air hujan.
__ADS_1
Mia bingung harus menjawab apa kepada Angga.
Sementara itu Andre yang menyadari hujan turun sangat lebat dan ia telah menurunkan Mia di pinggiran jalan yang sepi pun memutar balik arah tujuannya dan menuju ketempat ia menurun kan Mia tadi.
Ia melajukan mobilnya dengan perlahan sambil mencari di mana kemungkinan-kemungkinan Mia akan berteduh.
Sudah 2 kali ia berputar mencari Mia tetapi tetap saja tak menemukannya.
Kini hatinya semakin panik bingung harus bagaimana. bagai mana jika sesuatu yang buruk terjadi kepada Mia.
Rasa penyesalannya yang telah meninggalkan calon istrinya itu di pinggir jalan pun semakin menguasainya.
Ia pun memutuskan untuk pergi ke rumah Mia mungkin saja Mia sudah sampai di rumah nya menggunakan taxi online fikirnya.
Andre tiba di kediaman Mia, tetapi rumah tampak begitu sepi.
Ia mengetuk pintu, memencet bel rumah tetap saja tidak ada jawaban dari dalam. Rumah Mia terlihat kosong.
Andre semakin panik, jika belum sampai di rumah kemana kira-kira Mia akan pergi dalam keadaan hujan lebat seperti ini.
Apa mungkin Mia menyusul mamanya ke kafe fikirnya.
Tetapi tidak mungkin saat ini Silvi dan Harun sedang pergi keluar kota untuk kegiatan bisnisnya.
__ADS_1
Andre memutuskan untuk menunggu Mia di teras rumah itu hingga Mia kembali dan akan segera meminta maaf fikirnya.