
Mia memasuki kamar yang disediakan untuk dirinya.
"Wah,,, apakah Andre memang sudah mempersiapkan ini" ucap Mia dalam hati.
"Silahkan nona" ucap Mira.
"Terimakasih bi,," jawab Mia.
"Nanti jika nona Mia ada perlu sesuatu panggil saya saja, saya akan segera datang" ucap Mira.
"Iya baik bi,," jawab Mia sambil tersenyum dan menundukkan kepalanya.
Bi Mira berlalu meninggalkan Mia, sedangkan Mia merebahkan badannya di atas ranjang besar kamar itu.
"Ah,,, mengapa rasanya tubuhku sakit semua" ucap Mia sambil memukul-mukul punggungnya sendiri.
Ia pun langsung tertidur karena merasa sangat kelelahan.
Hari mulai gelap Mia terbangun dan langsung bergegas mandi. Selesai mandi ia bingung karena baru teringat bahwa seluruh pakaiannya belum di turunkan dari dalam mobil.
"Aduh,, bagaimana ini, aku lupa pakaian ku kan masih di dalam mobilnya Andre" ucap Mia mondar-mandir di dalam kamar masih mengenakan sehelai handuk.
Mia membuka pintu kamar, ia mulai mengintip apakah ada orang di luar kamar. Setelah memastikan ke adaan aman ia pun keluar dengan perlahan, berjalan dengan sangat perlahan dan hati-hati agar tidak ada orang yang melihatnya seperti itu.
Ia mulai berjalan menuju tangga, tetapi ia tidak sadar bahwa sepasang mata sedang memperhatikan gerak geriknya sedari tadi.
__ADS_1
"Hei,,,, apa yang sedang kau laku kan?" tanya Andre.
Mia berhenti dan mematung, ia memegang handuk yang melilit tubuhnya dengan erat.
Ternyata Andre yang sedari tadi duduk mengerjakan pekarjaan kantornya di dalam kamar sudah memperhatikannya karena pintu kamar Andre yang terbuka.
"Mia Mia,, kenapa kau bodoh sekali sih, bisa-bisanya kau tidak memperhatikan kalau pintu kamar Andre sedang terbuka" ucap Mia menggerutui dirinya sendiri.
"Mia,,, kenapa kau diam saja?" tanya Andre.
Mia memberanikan diri untuk membalikkan badannya, ia merasa sangat malu kerena hanya mengenakan sehelai handuk.
"Bagai mana ini" ucap Mia lirih.
Belum sempat ia membalikan tubuhnya tiba-tiba sosok Andre sudah berada di hadapannya.
"Bagai mana jika ada laki-laki lain yang melihat tubuhmu seperti ini?" tambahnya lagi.
Mia terdiam mematung menahan malu, kedua pipinya merona Manahan malu yang luar biasa.
"Aku lupa pakaian ku masih berada di dalam mobil" ucap Mia sambil menundukkan kepalanya.
Andre tersenyum dan membawa Mia masuk ke kamarnya kemudian menutup pintu kamar itu.
Mia tercengang melihat Andre ikut berada dikamar yang tertutup itu.
__ADS_1
"Sudah,, kau tenang saja, aku tidak akan melakukan hal itu" ucap Andre menenangkan.
Mia mengangguk kan kepalnya.
Andre membuka lemari dan menunjukan banyak pakaian wanita di lemari itu.
"Kau bisa mengenakan pakaian-pakaian ini sesuka mu" ucap Andre.
Mia melihat dengan seksama, bagai mana mungkin ada banyak pakaian wanita di rumah yang hanya di huni dua orang lelaki dewasa. Apakah mereka sering membawa wanita-wanita mudah untuk tinggal bersama mereka atau,,,, Mia segera menggelengkan kepalanya dan menepis semua prasangka nya mungkin saja ini milik saudara atau sepupu Andre yang sesekali menginap di sini.
Belum sempat Mia bertanya Andre pun menjelaskan milik siapa pakaian-pakaian ini.
"Ini semua milik kakak perempuan ku, dan kamar yang kau tempati ini adalah kamar miliknya. semua barang-barang nya masih tersusun rapi pada tempatnya sama persis sebelum ia meninggal. Kami tidak pernah merubah satu inci pun keadaan dari kamar ini. bagi kami ini lah salah satu cara pengobat rindu kepada mama dan kakak" ucap Andre menjelaskan dengan tertunduk sedih menahan rindu kepada kedua wanita kesayangannya.
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Hai semua mari dukung author agar tetap semangat up nya ya,,,,πππ€©π
Jangan lupa like dan komen yang membangun agar menjadi lebih baik lagiπ€π€
Mohon maaf jika alur cerita nya kurang nyambung atau berantakan karna ini adalah karya perdana author ππ
***maaf jika akhir-akhir ini up nya lama karena di dunia nyata author sedang banyak-banyaknya pekerjaan menuju akhir tahunπππ
salam hangat selalu untuk semua dari KEMAMPUAN WANITANYA CEO πππ***
__ADS_1
Happy reading ππ