
happy reading
jalanan kota mulai memadat, namun tidak untuk Akihiko yang sekarang sedang menikmati sebuah makanan kesukaannya, makanan khas Indonesia yang bisa kalian sebut sebagai kerupuk udang yang sangat digemari oleh masyarakat setempat itu, kini dibawah oleh Akihiko yang menyetok kerupuk udang tersebut, sehingga sang Tante yang melihat anak kecil yang masih berumur sangat dini itu sangat gemash dibuatnya.
tangan kecil Akihiko yang mulai memasuki plastik yang berukuran sedang, sedang mengobrak Abrik dalamnya, guna untuk mengambil isinya untuk dia masukkan dalam mulut kecilnya.
jika kalian melihat bagaimana dia memakan makanan yang dia makan sekarang, kalian pasti sudah banjir darah karena ke imutan anak dari Sano manjiro yang masih belum mengerti akan adanya dosa.
disisi lain takemichi...
kini takemichi sedang berada di tempat dimana dia sedang menjalani sebuah aktivitas nya, yaitu sebagai ibu rumah tangga, atau bisa kita sebut bapak rumah tangga deh.
dia mulai melakukan aktivitas yang cukup melelahkan baginya, karena harus membersihkan rumah yang sangat besar itu, apalagi dia harus memasak untuk sang suami yang sedang bekerja di luar sana.
walaupun sang suami sangat cuek dengannya tentang masalah anak, namun Mikey yang terus membujuk takemichi agar untuk mempunyai anak lagi menolak akan keinginan sang suami. dia lebih memilih mempunyai satu anak karena takemichi tidak mau jika anak ke dua mereka mempunyai kesamaan seperti Akihiko sang putra.
takemichi selalu menginginkan keluarga yang sangat harmonis. namun apalah untuk takemichi sekarang, baginya sekarang tidak hanya sebuah kekosongan karena tidak hanya sang putra yang tidak berada di pelukannya, sekarang Sano manjiro atau lebih tepatnya sang suami Kini mulai menjauh dan tidak lagi seperti dulu.
Mikey lebih ke arah pekerjaan dari pada memanjakan takemichi, dia sekarang lebih mementingkan karir dan pekerjaan nya dari pada membuat sang istri dirumah bahagia, Mikey sekarang lebih cuek dari yang takemichi kira, selama lebih dari lima tahun ini, Mikey lebih mementingkan pekerjaan, dan itu membuat takemichi selalu sendirian di rumah yang besar itu.
kini takemichi ingin berbelanja ke indoapril terdekat, dia memilih berjalan karena Mikey yang dulu sering mengantarnya sekarang sedang sibuk.
skip
setelah takemichi sudah selesai berbelanja, dia akan pulang sekarang, takemichi mulai menyeberang jalan disaat lampu sudah merah, dia tidak melihat jika pengendara mobil sedang melaju dengan kencang, sehingga membuat takemichi yang agak melamun itu terlonjak.
"awas minggir!!"
"nak minggir nak!"
"awas!"
teriak pejalan kaki meneriaki takemichi yang masih melamun entah memikirkan apa.
disaat itu juga, takemichi yang dari tadi terlonjak sudah tidak bisa menghindari apa yang sudah dia lihat, sehingga mobil itu melaju ke arahnya, menerjang tubuh mungil takemichi yang masih membawa barang belanjaan.
__ADS_1
tubuhnya sudah tidak bisa dia gerakkan, darah mulai membasahi seluruh tubuhnya, handphone yang dari tadi bergetar tidak dia angkat karena tangannya susah bergerak, dia sudah tidak bisa bernafas, tertera nama di dalam ponsel tersebut, yaitu suami yang dia selama ini dia cintai.
takemichi perlahan mulai menutup matanya, dia sudah pasrah apa yang akan kami sama lakukan atas apa yang dia perbuat, takemichi sudah pasrah dengan semua yang selama ini telah membuat nya ingin menghilang dari dunia.
jika dia diberi kesempatan lagi, maka dia ingin agar sang buah hati selalu bersamanya dan lahir dari rahimnya.
pzzt...
terlihat seseorang sedang berkutat dengan pekerjaannya, dia adalah Mikey yang sudah menyelesaikan pekerjaan yang membuat dirinya sangat pusing, sehingga tidak mempunyai banyak waktu dirumah.
"takemichi dirumah sedang apa ya?" pikirnya menatap telfon genggam miliknya.
"aku coba telfon deh" ucapnya agak khawatir juga, karena Mikey dari tadi tidak berhenti memikirkan takemichi, entah kenapa dia mempunyai firasat didalam hatinya jika takut takemichi kenapa Napa, dia takut terjadi sesuatu pada takemichi, jadi dia memutuskan untuk menelfon nya.
Tut
Tut
Tut
sambungan terhubung, namun takemichi tidak mengangkatnya, sehingga seseorang menjawabnya membuat Mikey mengerutkan dahinya.
Mikey tak kuasa menahan tangisnya, dan seketika langsung ambruk saat itu juga. cahaya yang sering memberikan perhatian kepadanya kini meninggalkan nya pergi jauh.
setelah semua sudah selesai menangis, Mikey menelfon kakucho dan mengabarkan bahwa takemichi sekarang ada di rumah sakit, Mikey menyuruh semua bawahannya pergi ke sana dan saat itu juga Mikey langsung mengambil jas nya dan pergi menuju mobil lalu mengendarai dengan kecepatan tinggi.
"kumohon kepadamu takemichi, jangan tinggalkan aku sendiri dan putra kita Akihiko" ucap Mikey parau.
saat ini Mikey mungkin sangat kacau, namun dia tidak bisa terus seperti ini sehingga nantinya akan berdampak terhadap putranya yang masih kecil, mungkin sekarang Nathalia sang kakak ipar sudah berada disana, mengingat jika mereka berdua sudah ada dijepang dan mungkin akan disana bersama putranya.
skip
Mikey saat ini matanya nampak kosong saat berada di depan matanya jika tubuh takemichi yang tidak bernyawa telah ditutupi oleh kain putih hingga se dada. Mikey mulai jatuh dan bersimpuh di hadapan mayat takemichi yang menutup matanya rapat.
"takemichi..." ucap Mikey serak dan parau saat dihadapkan dengan mayat takemichi.
__ADS_1
dia sekarang nampak seperti tubuh tanpa jiwa, dirinya benar benar kosong, sehingga tangan kecil milik seseorang menyentuh wajahnya.
mata yang sebiru langit milik takemichi menatapnya dan tangan kecil itu dengan lembut mengusap pipinya, rambut tergerai sama saat dirinya waktu masih muda, namun saat ini mata itu dan wajah itu sangat mirip dengan kedua orang tuanya.
"papa..." ucapnya lembut.
"hiks...hiks...hiks...putraku" ucap Mikey memeluk Akihiko dan menangis dalam pelukan sang putra yang masih terbilang cukup dini.
"mama kenap pa?" tanyanya polos.
"hiks...hiks...hiks...mama sedang tidur sayang... iya dia saat ini sedang tidur" ucap Mikey dengan suara serak, dia sudah menangis sedari dia berada di kantor nya.
"aki ingin lihat mama pa, kenapa mama nggak mau bangun? dia terus tidur" ucap polos Akihiko di dalam pelukan sang ayah yang terus menangis.
"hiks...hiks...hiks..." hanya suara tangisan Mikey yang terdengar, Mikey tidak bisa menjawabnya dan Akihiko yang mulai menangis tiba tiba.
"mama nggak mungkin ninggalin aki kan pa? jawab aki, hiks...aki masih belum bicara sama mama pa, suruh mama bangun" ucap Akihiko menggoncang goncang salah satu pundak kekar Mikey.
"sayang...tenang dulu ya, papa..."
"Tante diam!! jika saja aku tidak dibawa oleh Tante ke luar negeri, mungkin aku masih bisa bertemu dan memeluk mama!! kenapa Tante bawa aki? kenapa Tante harus pisahin aki dengan mama, jika saja mama masih hidup, mama pasti akan peluk aki!!" ucap Akihiko.
melihat emosi Akihiko, Nathalia langsung memundurkan selangkah, memang ini semua salahnya sehingga membuat sang adik dan putra nya menjauh dan dikarenakan dirinya mereka jadi tidak bisa bertemu.
Nathalia merasa sangat bersalah, melihat keluarga kecil adiknya yang seharusnya bahagia saat kelahiran putra nya, kini mereka malah berpisah.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
to be continued