Kembalinya Sang Naga (Tokyo Revengers Mitake)

Kembalinya Sang Naga (Tokyo Revengers Mitake)
episode 29


__ADS_3

happy reading


hati hati banyak typo


"tenang saja paman, aku pasti akan mengalahkan paman izana" ucap akihiko dalam bertarungnya.


BUGH


"hiko!!"


"sayang!!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


terlihat seorang anak kini yang tergeletak karena tendangan dari izana sang paman. izana tidak main main sehingga harus memukul akihiko yang masih anak-anak.


"izana jangan terlalu keras!!" ucap Mikey memerah.


"aku tidak sengaja dan dia tidak menghindar dari serangan ku tadi" ucap izana acuh.


"heeee paman kau seperti nya meremehkan ku ya" ucap Akihiko yang berdiri menghampiri sang paman.


Akihiko memasang kuda-kuda lagi dan mulai melesatkan tendangan serta serangannya kepada izana. izana juga yang tidak ingin dikalahkan oleh anak kecil langsung mulai memukul dan menendang Akihiko, namun bisa ditangkis oleh anak berumur 4 tahun itu.


beberapa jam berlalu dan Akihiko tidak menyerah akan Serangan izana, namun izana yang dibuat terpojok oleh Akihiko langsung mengangkat tangannya tanda menyerah.


"baik baik kau menang dan aku menyerah hiko" ucap izana.


"yeey aku menang" girang Akihiko dengan keringat yang masih membasahi seluruh tubuhnya.


"sini peluk mama sayang!" ucap takemichi.


"mama aku menang!!" ucap Akihiko.


"selamat keponakan paman" ucap Draken tersenyum.


"wah anak papa hebat deh" ucap Mikey.


"maaf paman karena aku harus mengambil mobil baru mu haha" ucap Akihiko.


"dasar anak nakal" ucap izana muram.


"maafkan dia izana. hiko memang seperti itu, jadi kau bisa mengambil mobilmu, itu hanya candaan anak kecil saja iya kan sayang?" ucap takemichi tersenyum.


"hehe iya ma" ucap akihiko.


"yaudah, sebagai gantinya ayo ku ajak makan diluar sambil bermain ditaman hiburan" ucap izana.


"yey paman yang terbaik" ucap Akihiko kegirangan.


izana langsung menggendong Akihiko dan menuju mobilnya. memasuki mobil dan menjalankan mobil tersebut untuk berjalan jalan.


beberapa menit berlalu dan mereka sudah berada di depan mall untuk berbelanja dan jalan jalan untuk sekedar melihat-lihat koleksi mall tersebut.


"ayo masuk" ucap izana menggandeng tangan mungil Akihiko


"hmm" Akihiko mengangguk.


mereka berdua langsung masuk kedalam untuk menikmati acara jalan-jalannya.


"paman aku ingin naik itu" ucap Akihiko menunjuk mesin untuk mobil mobilan yang jika dimasuki koin akan maju mundur.


"baiklah ayo kesana" ucap izana.


mereka menuju ke mesin mainan itu dan bersenang-senang dan tertawa bersama seperti layaknya ayah dan anak.


"paman habis ini kita kemana lagi" seru Akihiko.


"kita akan ke tempat yang paling bagus nanti ya. oh iya udah selesai belum? kita udah dapat mainan banyak nih" ucap izana.


"udah, ayok pergi" ucap Akihiko.


disisi lain tempat...

__ADS_1


seseorang yang kini tengah berdiri dibeberapa tempat baju dan celana, kini mulai mengikuti mereka dan mengawasi mereka berdua dari jauh.


"bagaimana target?"


"aman, mereka masih memilih barang dan juga ada seorang anak kecil juga yang dia ajak"


"awasi terus, mereka akan tau akibatnya jika melawan pemimpin"


"baiklah nanti aku kabari lagi"


"oke"


kembali ke tempat kedua orang yang saat ini sedang bergandengan tangan itu. kini izana membawa Akihiko ke tempat yang dia janjikan yaitu taman hiburan.


sesuai dengan keinginan Akihiko yang ingin menaiki berbagai macam mainan disana. melihat itu Akihiko yang kegirangan langsung berhamburan menaiki sebuah mainan kuda berputar.


"hiko ayo kita membeli tiket dulu, kau jangan tiba tiba menaiki mainan itu" ucap izana.


"tidak mau, aku mau naik itu" ucap Akihiko.


"haih baiklah aku akan membeli tiket dulu, kau harus tetap berada disini okeh" ucap izana.


"ha'ik paman" ucapnya tersenyum ceria.


izana pun meninggalkan Akihiko disana dan menuju tempat dimana orang yang menjual tiket.


setelah sudah mendapatkan tiketnya izana pun pergi menuju tempat Akihiko berada, namun dia tidak disana dan membuat izana terkejut akan suara Akihiko yang tengah dibawa seseorang.


flashback


saat izana meninggalkan Akihiko, dia duduk di bangku untuk menunggu sang paman yang membeli tiket mainan untuknya.


tiba-tiba seseorang muncul dan ingin memberikannya coklat, namun Akihiko menolak karena sang ibu mengatakan "jika ada seseorang yang ingin memberikan sesuatu kepada mu dan kau tidak mengenal orang itu maka jangan diambil karena kita tidak tau dia orang baik atau jahat"


Akihiko yang menggeleng langsung mengalihkan perhatiannya pada seorang yang dia kenal atau bisa dibilang itu adalah pamannya.


izana yang pada saat itu masih fokus dengan tiket untuk Akihiko langsung ingin memanggilnya, namun Akihiko merasakan tangannya dipegang dengan erat sehingga dia tidak bisa menghampiri sang paman.


akhirnya Akihiko berusaha memanggil pamannya dan pada saat itu menuju ke arahnya.


izana juga yang sudah kembali dari membeli tiket langsung mendengar suara Akihiko yang memanggil namanya dan izana pun langsung mencari dimana keberadaan keponakannya itu dan izana melihat jika Akihiko dibawah oleh seseorang.


flashback off


saat ini izana yang mencari cari dimana Akihiko melihat jika ada mobil misterius yang lewat didepannya. izana juga yang melihat ada tangan kecil yang melambaikan tangannya kepada dirinya langsung mengikuti kemana arah mobil itu pergi.


tidak lupa izana menelfon Mikey dan yang lainnya serta beberapa bawahan milik izana dan Mikey yang selama 4 tahun ini mereka dirikan untuk melawan musuh Mikey dan takemichi.


disisi lain Akihiko sekarang...


dia saat ini sedang menangis karena takut, tangan dan kakinya juga sudah diikat oleh orang yang menculiknya, bahkan mulutnya dibungkam dan matanya di tutup sehingga Akihiko anak imut itu tidak bisa melihat apapun.


kembali lagi ke izana...


saat ini izana yang sudah memberikan lokasinya ada dimana, membuat izana cemas akan Akihiko yang dibawa pergi seseorang.


mereka bahkan masih belum kelihatan sampai saat ini. izana menancap gas mobilnya sehingga melanggar aturan lalu lintas dan hampir menabrak seseorang jika izana tidak mengemudikan mobil itu secara pro.


bahkan saat ini izana yang sudah geram karena keponakan kecilnya diculik, kini harus menemukan Akihiko yang masih belum ditemukan.


saat ini izana berada di gedung terbengkalai yang sudah lama tidak ditempati. namun siapa sangka jika disana terdapat pintu lain menuju tempat bawah tanah.


izana terus mengikuti kemana orang orang itu kemana membawa keponakan kecilnya bahkan izana juga terkejut karena yang menculik keponakannya itu adalah seorang mafia.


"sial bagaimana bisa hiko diculik oleh mereka. jika takemichi tau maka dia akan marah besar" ucap izana yang menggigit kuku jarinya cemas.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"bagaimana? apakah kalian berhasil menculik anak kecil itu?" ucap seseorang yang kini membelakangi kedua orang itu.


"misi berjalan dengan lancar boss, anak kecil ini lumayan aktif, dia banyak energi hingga kita kewalahan" ucapnya.


"HAHAHA BAGUS BAGUS, AKU INGIN MELIHAT BAGAIMANA TAKEMICHI TIDAK AKAN MENUNJUKKAN JATI DIRINYA, BAHKAN ANAKNYA SAAT INI ADA DIGENGGAMAN KU" ucapnya.

__ADS_1


"tuan Jack menurutmu bagaimana dengan anak ini?" ucap seseorang bawahan dari seorang yang dipanggil Jack.


(disini mungkin kalian udah lupa dengan Jack ya, kalo udah lupa ya kalian bisa baca chapter diatas lagi)


"tidak perlu, aku akan membawanya menemui pemimpin, mungkin dia akan tertarik dengan anak kecil ini" ucap Jack menyeringai.


"dimana anak itu?" tanyanya.


"ada disini tuan"


"bawa kemari" ucap Jack.


"baik"


Akihiko didorong kehadapan seorang pria dan melihat jika ikat kepala yang menutupi matanya kini sudah terlepas. tangan, kaki dan mulutnya sudah tidak lagi diikat.


"hey anak manis, sini ke paman" ucap Jack.


"nggak mau, hiko mau pulang" ucap Akihiko.


"kenapa harus pulang hm? lebih baik temani paman seperti ibumu dulu" ucap Jack.


"dasar paman jahat!! paman yang telah menyiksa mama hingga sampai seperti itu!! aku tidak akan membiarkan mu hidup!!" ucap Akihiko.


"apakah kau mau membunuhnya kiko" ucap seseorang tiba tiba.


"ck kau...namaku itu Akihiko bukan kiko, lebih baik kau bantu aku untuk melawan mereka" ucap Akihiko.


"hahaha baik baik demi berada di tubuhmu yang spesial itu, membunuh mereka tidak ada apa apanya" ucapnya.


"Shiro makan saja jiwanya dan jangan biarkan mereka kabur satu pun" ucap Akihiko dengan mata yang membara.


"baik tuanku"



namanya adalah Shiro, dia adalah rubah putih yang dari lahir sudah berada di dalam tubuh Akihiko. si rubah putih ini adalah penjaga Akihiko, bahkan jika Akihiko menyuruhnya untuk membunuh seseorang pun akan dia lakukan.


tubuh cantik dan keindahannya bahkan membuat seseorang jatuh cinta dengan rubah tersebut.


"lihat aku tuan, bagaimana kehebatan ku saat bertarung" ucap Shiro.


"yah yah kau memang hebat" ucap Akihiko.


"kiko ayo lihat aku!! lihatlah aku membunuh mereka dengan sekali tebasan loh" ucap Shiro agak cemberut karena Akihiko yang tidak mau melirik pada nya.


"yah sudah, aku mau keluar dulu kau bawa aku oke. jangan biarkan dirimu diketahui oleh siapapun kecuali mamaku" ucap Akihiko.


"ay ay kapten" ucapnya tersenyum.


brak


"hiko apa kau tidak apa apa!!? dimana kamu nak!?" teriak seseorang yang tidak lain adalah Mikey yang terlihat khawatir.


"paman papa hiko ada disini" ucap Akihiko melambai kepada kedua orang yang selalu menyayangi dirinya.


tidak banyak bicara akhirnya Mikey langsung memeluk Akihiko karena khawatir akan keadaan Akihiko.


"nak apakah kau tidak terluka?" panik Mikey.


"apakah kau tidak apa-apa, sini paman lihat" ucap izana.


"aku tidak apa apa paman, papa, hiko tadi diselamatkan oleh seseorang. tuh mereka sedang tidur" ucap Akihiko bersikap polos.


"haih baiklah yang panting kau tidak terluka sayang, ayo kita pulang dan jangan buat mama khawatir" ucap Mikey.


"hm ayo pulang papa" ajak Akihiko.


sebelum itu seseorang mengawasinya dari kegelapan dan menatap tajam ke arah Akihiko.


"tidak kusangka dewa rubah yang diturunkan untuk melindungi keluarga hanagaki yang telah lama hilang bertahun tahun lamanya muncul dalam diri anak itu" ucapnya.


"cih Jack mati dan aku tidak punya anjing setia lagi karena dibunuh oleh rubah anak itu, tunggu saja pembalasan dendam ini. kupastikan mama mu akan mendapatkan yang lebih setimpal dengan rasa sakit yang sudah kudapat kan selama ini" ucapnya menyeringai.

__ADS_1


__ADS_2