Kembalinya Sang Naga (Tokyo Revengers Mitake)

Kembalinya Sang Naga (Tokyo Revengers Mitake)
episode 26


__ADS_3

🎉happy reading 🎉


seorang anak kecil berusia sekitar tujuh tahun sedang bermain di sebuah taman bersama anak seumuran nya, walaupun beda tahun, anak itu nampak girang karena mempunyai teman, saat dirinya di rumah dia akan dianiaya, maka dari itu anak itu bermain dengan memar di sekujur tubuhnya walaupun tidak diwajah.


"takemichi tangkap aku" ucap anak bersurai hitam dengan mata berwarna merah, dengan girangnya kejar kejaran dengan anak tersebut.


"kaku chan tunggu aku, aku pasti bisa menangkap mu!!" ucap takemichi mengejar anak tersebut yang ternyata adalah kakucho hitto.


"ayo kejar aku, jika kau bisa menangkap ku maka aku akan menggendong mu dipunggung ku" ucap kakucho dengan berlari.


"aku pasti bisa menangkap mu kaku chan!!" teriak takemichi.


mereka cukup lama bermain sehingga lupa dengan waktu, takemichi yang tertawa bahagia karena bermain dengan teman temannya itu terus bermain hingga sore tiba.


"kaku chan, aku mau pulang, jika aku terlambat maka aku akan dihukum oleh tetua nanti" ucap takemichi tersenyum dan meninggalkan kakucho yang juga tersenyum melambaikan tangan.


"hati hati takemichi!" ucapnya.


takemichi berlari menuju tempat dimana dia tinggal, dia cukup senang karena telah bermain dengan kakucho seharian, jadi walaupun dia dihukum juga pasti takemichi tidak akan keberatan.


takemichi senang karena pertama kali mempunyai teman seperti kakucho, jadi selama beberapa hari ini kakucho mendatangi taman yang biasanya didatangi oleh takemichi dan terkadang kakucho juga bermain dibelakang rumah takemichi walaupun mereka berdua anak kecil yang polos saat itu.


saat ini takemichi yang sudah sampai gerbang rumah, membuka gerbang tersebut dan menampilkan seorang yang tengah membopong kedua tubuh orang tuanya yang berlumuran darah hingga menentes ke lantai.


takemichi yang melihat itu menatap polos orang tuanya yang tengah di bawa ke mobil hitam entah akan di bawa kemana.


"ibu ayah kenapa kalian berdarah?" tanya polos takemichi saat melihat para orang tua disana menatap tajam takemichi yang masih kecil.


"tangkap anak itu, jangan biarkan dia keluar atau rahasia ini akan terbongkar" ucap salah satu tetua disana.


"baiklah tetua"


"takemichi sayang, ayo kita masuk, ibu dan ayah terluka parah, jadi harus dibawa ke rumah sakit agar bisa sembuh" ucapnya tersenyum walaupun tidak tulus.


takemichi langsung digandeng dan dibawa masuk ke dalam kamarnya, dia telah menderita saat ayah dan ibunya tidak ada, maka takemichi tidak ingin ayah dan ibunya tiada.


"ayah dan ibu akan baik baik saja kan tetua?" ucap takemichi khawatir diatas tempat tidur nya.


"tenang saja, ayah dan ibumu sudah membuangmu saat itu juga, dan memilih untuk menjaga kakak perempuan mu saja" ucapnya langsung pergi.


takemichi yang di omongi seperti itu langsung syok dan tentu saja menangis di kamarnya.


beberapa hari kemudian hari dimana penyiksaan telah dimulai, Bahakan takemichi diperlakukan layaknya pelayan, bukan pelayan yang dibayar, melainkan budak yang tersiksak dan disuruh suruh seperti pelayan dirumah itu.

__ADS_1


takemichi bersabar dan menerima itu semua, sehingga kakucho menjenguk takemichi dari jendela kamarnya.


"takemichi, hei disini" bisik kakucho.


"kaku chan" ucap takemichi senang.


"aku membawa makanan untuk mu, ayo sini makan bersama, kau pasti belum makan seharian" ucap kakucho.


"iya kaku chan, terima kasih" ucap takemichi.


"ekhem" dehem seseorang berada dibelakangnya.


"kak David" saat takemichi menoleh, saat itu juga takemichi mulai gemetar.


"kau membawa makan untuk takemichi?" ucap David yang waktu itu masih umur belasan tahun.


"kak David" ucap takemichi menunduk.


"tenang saja, aku tidak akan marah hanya karena ini, maaf karena sudah menghukum mu waktu itu, karena aku disuruh dan terpaksa" ucap David yang mengeluarkan beberapa roti dari sakunya


"tidak apa apa kak" ucap takemichi tersenyum walau tersakiti.


"ayo makan" ajaknya.


takemichi yang tabah menerima semua itu menjalaninya dengan bersabar, saat tidak sengaja lewat depan pintu seseorang yang dia kenal takemichi mendengar jika seseorang telah berhasil membuat sebuah mobil masuk ke jurang.


saat takemichi menguping pembicaraan tersebut, takemichi langsung menutup mulutnya terkejut saat mengetahui jika mobil tersebut adalah keluarga hitto dan disaat itulah takemichi tidak mampu menopang tubuhnya, langsung ambruk hingga membuat beberapa orang yang berbicara tadi mendengar suara tersebut dari takemichi.


"hey kau sedang apa disitu!? sedang mendengarkan pembicaraan kami?" bentaknya.


takemichi hanya menatap kosong karena sekarang dia sudah tidak punya siapa siapa lagi, sehingga memicu kekuatan dalam diri takemichi terbuka.


"hey jawab atau kupukul kau!!" bentaknya mulai mencengkram kerah baju takemichi yang sedikit lusuh.


"hahaha padahal aku hanya mempunyai satu teman, namun sekarang dia direnggut dariku, lalu apa lagi?" ucap takemichi lirih namun membuat orang yang di tatap takemichi bergetar seperti merasakan sesuatu yang menusuk lehernya.


KRAK!!


DUAK!!


ARRGH!!


takemichi yang mulai kehilangan kendali langsung mematahkan tangan yang mencengkram nya hingga tulang putih itu menembus daging hingga keluar.

__ADS_1


"jika kalian bisa memukulku, aku juga bisa lebih sadis dari pada ini" ucap takemichi tersenyum ala psykopath.


"ADA APA INI!? KENAPA BISA RIBUT RIBUT, APA KALIAN TIDAK TAU JIKA SEDANG ADA RAPAT PENTING SAAT INI!!"


"TETUA TAKEMICHI MEMATAHKAN DAN MEMBUAT TULANGKU RUSAK"


"APA!? KAU SUDAH BERANI RUPANYA!!"


takemichi yang sudah dikendalikan oleh amarah, serta yang memandang kosong beberapa orang yang ada didepannya membuat semua keheranan.


"ku peringatan kepadamu untuk menjauh sekarang takemichi" ucapnya memundurkan diri selangkah demi selangkah.


takemichi tidak menghiraukan itu dan hanya menatap kosong orang orang biadab di depan matanya.


takemichi mengambil sebuah besi di sebelah kursi, lalu takemichi mengayunkan besi tersebut ke arah dada dan kepala orang yang berada di depannya.


bahkan saat ini takemichi sudah membunuh tiga orang yang sering menyiksanya, lalu menuju pintu utama untuk keluar. disaat dirinya akan keluar, beberapa penjaga telah menghadangnya, lalu takemichi yang tidak banyak bicara dia langsung menusuk jantung nya, terasa Belum puas, takemichi menancapkan besi itu ke mata orang tersebut hingga tembus dari belakang kepalanya.


sebenarnya cukup menyeramkan anak sekitar tujuh tahun hampir delapan tahun itu melakukan perbuatan tersebut, namun bagaimanapun juga takemichi harus melakukan itu agar bisa keluar dari neraka yang ditempatinya.


"saat aku meninggalkan tempat ini, aku pasti akan kembali dan mendapatkan keadilan dan membuat semua orang berlutut dihadapan ku, aku pasti akan membunuh erza dan juga Jack, mereka benar-benar bedebah yang harus aku basmi" ucap takemichi langsung pergi meninggalkan tempat itu setelah membantai bebarapa orang yang menghalangi jalannya, walaupun takemichi menghabisi orang orang itu dengan menusuk jantung dan matanya.


sebenarnya takemichi ingin membawa salah satu tangan dari orang itu, sehingga takemichi berfikir jika takemichi membawa tangan itu maka akan berurusan dengan polisi, jadi dia tinggalkan saja.


takemichi melangkah dari tempat itu menuju taman yang sering didatangi oleh kakucho dan dirinya, lalu menangis disana dengan keras.


saat itu juga, takemichi menghabisi hari hari dan juga pengalaman mudanya untuk bekerja dan bekerja untuk kehidupan sehari-hari nya. walaupun takemichi masih berumur segitu, banyak orang yang ingin mengadopsi bahkan mengangkat nya untuk bekerja.


saat itu juga takemichi memilih hidup mandiri dan bekerja serta membeli makan dan menyewah rumah dari hasil keringatnya sendiri.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


to be continued.


__ADS_2