
happy reading
disisi lain tempat, seseorang yang kini terbaring disebuah peti mati kaca namun di letakkan disebuah hutan. dia di letakkan disana karena tubuhnya harus menyerap oksigen murni dari tumbuhan yang ada disekitarnya.
kini terlihat seorang pemburu tengah memasuki hutan untuk berburu binatang untuk dijual. orang ini termasuk seorang pemburu hewan yang menjual hewan langka yang akan dijual ke luar negri.
tentu saja itu tindakan ilegal karena hewan yang dilindungi harus dijual karena uang.
kini orang itu mulai menyeringai lebar saat ada hewan buas yang bisa disebut raja hutan yaitu, singa jantan yang tengah duduk diam disana.
namun yang membuat pemburu tersebut bingung adalah, kenapa disebuah peti mati kaca itu dijaga oleh hewan itu. akhirnya pemburu itu yang ingin menembak singa itu tidak jadi dan menghampiri peti itu.
"hm jika peti itu berisi harta Karun maka aku akan menjadi kaya. apalagi yang menjaga hewan hewan buas" ucapnya tersenyum girang.
"aku harus tau, apa yang sedang dijaga hewan buas itu sehingga harus menugaskan beberapa singa disana"
akhirnya pemburu itu menghampiri dan menyiapkan senapan/tembak pemburu saat dibutuhkan jika nanti hewan itu menyerang.
terlihat seorang pemuda cantik tengah dikelilingi bunga lily yang cantik sama seperti rambutnya yang putih itu.
baju kuno seperti milik vampir dikenakannya dan pemburu itu melihat kecantikan pemuda itu langsung memerah karena wajah halus dan putih serta cantik dan tampan secara bersamaan.
"sungguh keindahan yang alami" gumamnya.
"jika aku membawa pemuda ini pulang, apakah dia akan bangun? apakah dia masih bernafas?" ucapnya bertanya tanya.
grrrr
singa itu menggeram saat pemburu itu mendekat. kini mau tidak mau pemburu itu meninggalkan peti itu yang berisikan pemuda cantik tersebut.
"tuanku tolong bangun lah, aku sudah tidak tahan melihat mu tertidur terus. aku sangat tersiksa melihat matamu yang indah telah tertutup rapat. aku mohon bangunlah, hati para penghuni hutan ini sakit dan tercabik-cabik karena kau terbaring terus. dengarlah rintihan kami tuan" ucap singa itu dalam hati.
walaupun mereka adalah hewan, namun mereka mempunyai hati dan perasaan yang mampu bersedih.
peti kaca milik takemichi 👆
pakaian yang dikenakan takemichi 👆
anggap aja itu takemichi yang lagi berada di dalam peti mati dan berbaring didalam sana dan jangan lupa dia tertidur 👆.
rambut yang dulunya adalah reven kini tergantikan dengan warna putih kekuningan. namun itu tidak mengurangi kecantikan dan ketampanan milik takemichi walaupun saat ini takemichi berubah drastis.
mata biru yang dulu sebiru lautan indah kini tergantikan dengan warna biru pucat dan itu juga terlihat indah. karena mata itu sangat cantik seperti kristal.
disisi lain...
Akihiko yang saat ini sedang berada di dalam kelas karena dia di sekolah kan oleh papa nya. Akihiko selalu diam, dia menjadi anak yang dingin dan juga tidak se ceria dulu saat bersama ibunya.
seorang anak lain kini juga mulai menghampiri Akihiko yang termenung sendirian dengan Akihiko yang saat ini memegang pensil ditangannya seperti menggambar sesuatu.
__ADS_1
"ne Kiki apa yang kau gambar?" tanyanya polos.
memang jika disekolahnya Akihiko akan dipanggil dengan sebutan seperti itu. namun jika di rumah akan berbeda.
"hm? tidak ada aku hanya melukis mama ku saja" ucap Akihiko.
"wah sangat bagus sekali" ucapnya terkagum.
"mama ku sangat cantik bukan?" ucapnya bangga walaupun dengan wajah datar.
"apakah mama mu laki-laki?"
"ya dia laki-laki, namun aku lahir dari rahimnya. bukankah mamaku hebat?" ucapnya.
"wah keren, apakah papamu dulu menyukai mama mu karena kecantikan nya yang seperti seorang makhluk mitologi itu?"
"hm mungkin, soalnya sekarang aku tidak bisa melihat dia lagi saat ini" ucapnya sedih.
"apakah dia sudah tiada?"
"belum, dia saat ini sedang istirahat untuk beberapa hari"
"apakah dia sakit?"
"aku... tidak tau keadaannya sekarang bagaimana"
"sudah ya lebih baik aku tidak menanyakan hal itu lagi, secara kan itu hal pribadimu"
"terserah"
akhirnya kedua anak itu kembali duduk di tempat duduknya, karena guru sudah datang untuk memulai pelajaran.
kini mereka yang tengah berada di ruang tamu dengan beberapa orang hingga Jiao pun ada disana.
mereka tengah menikmati makanan ringan dan teh hijau dipagi itu. seseorang tiba-tiba datang dan mulai menjelaskan jika Jiao harus kembali.
"aku akan kembali, kau tolong jaga cucuku ya" ucap Jiao.
"memangnya kenapa ayah tidak tinggal saja? apakah terjadi sesuatu terhadap takemichi?" ucapnya bertanya.
"aku tidak tau, jika ada sesuatu aku pasti akan menghubungimu" ucap Jiao.
"baiklah, hati hati dijalan ayah" ucap Mikey sopan.
"selamat tinggal" ucap Jiao melambai.
Jiao langsung keluar dan menaiki mobil miliknya menuju ke hutan dimana saat ini takemichi diletakkan. setelah sampai disana dan menempuh beberapa menit perjalanan, kini Jiao mulai mendekati peti takemichi tempat dia diletakkan.
"nak sampai kapan kau terus seperti ini? kami semua menunggu kehadiran mu kembali nak" ucap Jiao tertunduk dan bersimpuh disamping peti kaca itu.
"yang mulia, tuan pangeran sangat rapuh, dia tadi hampir saja di ambil seorang pemburu dan untungnya dia tidak membawa tuan pangeran lagi" lapornya.
"lebih ketat penjagaan, agar tubuh anakku tidak disakiti siapa pun, atau jika tidak aku pasti aku mengahancurkan seluruh kota untuk mencarinya" ucap Jiao.
"baik yang mulia" ucapnya patuh.
__ADS_1
Jiao jika berada dihutan, dia adalah seorang raja yang memiliki kekuatan hingga satu satunya istana dihutan itu. jika Jiao adalah raja maka takemichi adalah pangerannya.
kini setelah Jiao sudah puas menangis, Jiao langsung meletakkan bunga Lily putih sekuntum.
dia mulai meninggalkan tubuh itu hingga hanya tersisa takemichi yang tertidur didalam peti dan beberapa singa disana.
...****************...
...****************...
...****************...
"eh ini dimana?" ucapnya terbangun hingga menemui sosok yang tengah tersenyum kepadanya.
"hallo" ucapnya masih tersenyum.
"hm? siapa kau?" tanyanya.
"kemarilah dan kau akan bisa melihat wajahku disini" ucapnya.
"takemichi kemarilah nak" ucap seorang perempuan paruh baya dan disampinya ada juga pria paruh baya.
"ayah ibu!" ucap takemichi berlari dan memeluk kedua orang tuanya itu.
"ayah...ibu...hiks...hiks...hiks...kenapa kau meninggalkanku sendirian? apakah kau tidak sayang padaku? bagaimana bisa kau hanya mengajak ayah saja? kenapa tidak mengajakku juga? hiks...hiks..." ucapnya bertanya sambil mengadu.
"maafkan kami takemichi, kami meninggalkan ku tanpa kata. kami berdua meninggalkanmu karena pamanmu tela membunuh kita dengan kekuatan klan. kita berdua dikepung dan mereka membunuh ibu dan ayah. namun ayah bangga kepada mu nak, kau saat ini telah tumbuh dewasa. ayah bangga karena kau mampu bertahan hidup sendirian. ayah juga sebenarnya sangat menyesal karena tidak bisa menemui cucuku" ucapnya sendu.
"apakah kau mau menjemput ku?" ucap takemichi bertanya.
"tidak nak, namun kami hanya mau bicara jika masih banyak orang yang menyayangi mu. mereka juga sedang menunggumu, apalagi ayah angkat mu nak. apakah kau tidak ingin bangun?" ucapnya.
"tapi aku ingin lebih lama dengan kalian" rengeknya.
"suatu saat nanti jika kau sudah waktunya maka kau akan bersama kami nak, jadi sekarang kembalilah ya"
"hiks...hiks...baiklah ayah ibu"
tidak lama dari itu, takemichi akhirnya kembali, namun dia sangat terkejut saat dirinya terbangun di sebuah peti mati kaca.
"eh Apakah aku benar benar sudah mati? kenapa bisa aku terbaring disini dan juga banyak sekali bunga" ucap takemichi bingung.
"tuan..." ucapnya parau.
"singa? kenapa? apakah aku terlalu lama berada disini?" tanya takemichi.
"benar dan kau berubah sangat drastis tuan" ucap singa itu.
"begitu ya, jadi berapa kira kira umurku yang tersisa?" ucapnya berfikir.
"tuan aku akan memberi tahu yang mulia tentang kebangun anda" ucapnya girang.
"tidak perlu, lebih baik dia berada disana untuk menemani putraku" ucap takemichi tersenyum.
"baiklah"
__ADS_1
"panggil si biru untuk kesini" ucap takemichi menyuruh seseorang untuk memanggil kucing biru itu.
"baik"