Kembalinya Sang Naga (Tokyo Revengers Mitake)

Kembalinya Sang Naga (Tokyo Revengers Mitake)
episode 22


__ADS_3

happy reading


takemichi menuruti apa yang mereka mau, jadi takemichi mengikuti keduanya dari belakang dengan tatapan tajam dan dinginnya.


setelah takemichi dan yang lainnya sudah sampai, takemichi disuruh masuk dan menemui seseorang yang dibicarakan oleh haitani bersaudara tadi.


"hmm gelap" ucap takemichi.


"oh jadi ini orang paling berharga yang Sano manjirou jaga selama ini" ucapnya setelah menyalakan lampu dan berjalan menuju takemichi dan Akihiko berada.


"hmm kau nampak familiar" ucap takemichi.


"hmm"


"kenapa kau membawaku kemari?" tanya takemichi.


"oh aku hanya ingin melihat keponakan kecilku saja" ucapnya mendekat.


"oh kaukah raja tenjiku? kurokawa izana?" ucap takemichi.


"hm kau tau aku?" ucap izana bertanya tanya.


"ya siapa yang tidak tau kau" ucap takemichi.


"oh iya, akan kuberi tahu jika kau adalah kakaknya Mikey kun, yah walaupun kau tidak sedarah dengannya" ucap takemichi yang membuat izana tercengang.


"begitukah? aku tidak tau jika kau mengetahui ku dengan sangat dalam" ucap izana menatap takemichi.


"jika saja aku mempunyai seseorang yang berharga seperti kau, maka hidupku tak akan pernah kosong lagi" ucap izana merentangkan tangannya dan mendongak keatas dan menutup matanya.


"oh izana, kau pasti akan mempunyai seorang yang berharga natinya, dan satu lagi, apakah orang yang dibelakang mu itu adalah orang yang bernama kakucho?" tanya takemichi.


"oh kau tau aku?" ucapnya.


"tentu, kemana saja kau selama ini hm?" ucap takemichi.


"ah dummy Michi, aku tidak menyangka jika kau masih mengingat ku" ucap kakucho juga mulai mendekati takemichi.


"ah untuk izana, kau ditunggu oleh Mikey kun, dia sebenarnya sangat ingin mempunyai kakak lagi, dia akan sangat depresi saat kehilanganmu nanti" ucap takemichi yang mau membuka pintu langsung ditahan oleh izana.


"apa maksudmu Mikey menunggu ku!? dia tidak akan menunggu ku dan mau menjadikanku sebagai saudaranya!!!" teriaknya langsung membuat Akihiko yang ada di gendongan takemichi langsung menangis.


PLAK!!


"kau berani!" geramnya.


"ya aku berani!! anakku tidak pernah rewel, kau kenapa berteriak didepan anak kecil! jika kau mempunyai urusan denganku atau Mikey, kau seharusnya membawa Mikey kun kemari dan mengajaknya duel, bukan membawaku ke tempat ini saat aku membawa putraku!!" amuk takemichi memarahi izana setelah memukul kepala izana dengan keras.


'takemichi, kau berani sekali' batin kakucho.


"jika saja aku tidak membawa Akihiko, aku pasti sudah menghajarmu" ucap takemichi.


"heh kau hanya orang lemah, mana mungkin kau bisa melawan ku" ucap izana memandang remeh takemichi.


"oh kau meremehkan ku rupanya, ok siapa takut, kita lihat siapa yang akan menang saat kita berduel" ucap takemichi melepaskan selendang bayinya dan memberikannya kepada kakucho yang plonga plongo karena dijadikan baby sitter dadakan.


takemichi mulai keluar dan diikuti izana dari belakang, lalu takemichi memasang kuda-kuda untuk siap menyerang.


WUSH


BUGH


DUAGH


tendangan dan pukulan yang ditangkis oleh takemichi mengagetkan seluruh anggota yang menyaksikan perkelahian mereka.


tidak tinggal diam takemichi mulai menyerang dan memukul izana dan dihindari dengan gesit oleh izana. takemichi juga melancarkan tendangan bebas kearah izana, dan takemichi menyerang izana dengan terus menyerang dan kecepatan yang dimiliki olehnya.


DUAGH


BUGH


DAK


BUGH


tendangan demi tendangan, dan pukulan demi pukulan dilancarkan oleh takemichi, izana juga sudah kewalahan dengan penyerangan yang dilakukan oleh takemichi, sehingga membuat semua orang yang menyaksikan duel diantara keduanya menjadi seimbang.


"hah...hah...hah...kau hebat juga, tidak salah juga kau berani datang kesini dengan berani saat dipanggil" ucap izana ngos ngosan.


"hah...hah...kau hebat izana, tidak salah jika kau disebut S26 terburuk yang brutal" ucap takemichi mengatur nafasnya.


"sudah cukup kalian berdua, kalian seimbang dan kau takemichi, bawa anakmu dan jangan menitipkannya kepada orang yang tidak kau kenal, bisa gawat jika dia dijadikan sebagai kejahatan" ucap kakucho memberikan Akihiko yang bertepuk tangan ria seperti sedang menyemangati orang tuanya.

__ADS_1


"kau bukan orang lain kaku chan, kau adalah teman masa kecilku, jadi kau bisa menyentuh anakku sesuka hatimu karena anakku juga adalah keponakanmu" ucap takemichi sumringah.


"oh ya, lalu aku siapa?" ucap izana yang sedikit babak belur itu.


"ya ya kau juga, aku akan pulang, jika aku tidak pulang dan memandikan Akihiko, nanti dia akan sakit jika terus terusan mandi malam" ucap takemichi membawa Akihiko pergi dari tempat itu.


"aku tidak menyangka jika takemichi sudah punya anak" ucap kakucho.


"hm aku jadi tertarik dengannya" ucap izana sedikit tersenyum.


"kau jangan macam-macam, takemichi sudah punya anak dengan seseorang" ucap kakucho.


"hey kau tidak perlu sampai seperti itu, aku hanya bingung saja, kenapa dia bisa yang seorang laki laki bisa mengandung, saat aku mengawasi keduanya, semua teman temannya sudah mengetahui kebenarannya, tinggal aku sendiri yang masih belum tau, apalagi aku akan mengajak duel Mikey Minggu depan" ucap izana.


"ya ya ya aku tidak akan membiarkan mu untuk membunuh, walaupun kau harus memukuliku sampai mati" ucap kakucho langsung pergi dan meninggalkan izana sendiri dengan anggota anggotanya.


"izana, apa kau yakin ingin membunuh dan kau akan masuk penjara lagi jika kau melakukan itu" ucap ran.


"entahlah, aku akan memikirkannya" ucap izana meninggalkan semua orang yang telah menyaksikan bagaimana duel tadi.


kembali ke sisi takemichi.


takemichi mulai memasuki rumah dan meletakkan Akihiko dikasur. lalu setelah itu takemichi langsung mengambil handuk dan mandi, setelahnya takemichi langsung memandikan Akihiko.


takemichi langsung membaringkan tubuhnya lelah karena habis berduel dengan izana, setelah itu takemichi memejamkan matanya dan tertidur dengan memeluk Akihiko dengan lembut.


keesokan harinya.


takemichi menjalankan tugasnya seperti biasa, hingga akhir yang ditunggu tunggupun sudah datang (kita skip ke 1 Minggu ya, nggak bisa mikir soalnya).


1 Minggu kemudian.


akhir yang ditunggu tunggu, takemichi dan Mikey menghadiri acara tawuran yang diadakan antara Toman dan tenjiku.


"hanagaki, ajaklah anakmu, aku ingin melihatnya Hadir di tawuran nanti" ucap izana.


"kau yakin? dia adalah anak kecil lo, jika terjadi sesuatu gimana?" ucap kakucho.


"tidak apa apa kaku chan, soalnya aku masih belum memberi tahu publik tentang Akihiko, jadi nanti di tawuran aku akan melihat dan tidak mengikuti tawuran" ucap takemichi.


"haih baiklah jika begitu, itu keputusanmu" ucap kakucho pasrah.


akhirnya mereka sampai di tempat tujuan. takemichi dengan menggendong Akihiko memasuki kawasan untuk bertarung dan sekarang takemichi ada di samping kisaki yang mengajak bermain Akihiko dengan menggoyang goyangkan tangannya.


"takemichi, kau sebaiknya menjauh dari tempat pertarungan, tetaplah berada disana" ucap mikey.


"kau tunggu disini ok" ucap izana ramah.


"ok izana" ucap takemichi.


"hiko doakan pamanmu ini menang melawan ayahmu ok, muach" ucap izana mencium pipi gembil Akihiko.


takemichi hanya memandang punggung izana dari belakang.


"Ki ayo sini, kau kan nggak pandai bertarung, jadi ayo naik sini" ucap takemichi sedikit berteriak.


"ok bentar chi" ucap kisaki berlari menuju tempat takemichi berada.


"eh beneran ketua punya anak?" ucap salah satu anggota Toman yang akhir akhir ini membawa Akihiko ke kuil.


"aku nggak tau, katanya sih gitu, kayak nya ketua sudah matang untuk mempunyai satu" ucapnya.


"hush udah jangan pada gosip, kita nggak tau kebenarannya bagaimana, jadi diam saja" ucap salah satu anggota Toman lain.


setelah semua sudah siap akhirnya mereka memulai pertarungan, takemichi juga mengamati dari atas boks yang untuk dia duduki. takemichi cukup menikmati pertarungan, sehingga takemichi juga mulai bosan, dia sudah pernah mengalami itu semua dan melakukan itu semua, jadi dia agak bosan dengan pertarungan yang cukup kekanak-kanakan itu.


setelah beberapa jam menunggu, akhirnya pertarungan selesai dan dimenangkan oleh keduanya karena mereka seimbang,


melihat itu takemichi tersenyum ke arah keduanya dan turun untuk menghampirinya, tidak lupa takemichi menitipkan Akihiko kepada kisaki diatas sana dan membuat kisaki kebingungan dengan tingkah takemichi.


"kalian sudah selesai?" tanya takemichi menghampiri mereka berdua.


"ya dimana malaikat kecilku?" tanya mikey.


"ah aku hampir lupa, dimana si kecilku?" tanya izana juga menanyakan Akihiko.


"oh apa kalian ingin menemui putraku?" ucap takemichi tersenyum manis, bukan, bukan manis, namun evil.


"maksudmu?"


"iya apa kau menghalangiku untuk bertemu dengannya?"


"kalau kalian ingin menemui nya, kalian harus lebih dulu melawanku" ucap takemichi tersenyum lebar.

__ADS_1


"hah hanagaki menantang kedua ketua dari dua berandalan?"


"sugoi takemichi"


"aku menaruh taruhan untuk hanagaki"


"aku juga"


"oh ternyata kau ingin berduel dengan kita?" ucap Mikey.


"gimana? mau dilayani nggak?" tanya izana menyeringai.


"tentu" ucap Mikey mengangguk.


akhirnya takemichi melawan kedua orang itu dan berduel sendiri tanpa bantuan siapapun.


takemichi menendang dan memukul dengan gesit, dan izana semakin menyeringai karena menemukan lawan yang bisa membantunya, yaitu Mikey.


sebenarnya waktu berduel dengan takemichi, takemichi lebih gesit dari yang dia kira, jadi izana semakin gencar melawan takemichi dan melawannya terus menerus agar takemichi terpojok, namun takemichi tidak memperlihatkan tanda-tanda tersebut.


"cih kau cukup bisa bertahan juga" ucap izana.


"jika aku yang menang, maka kau akan aku hukum sayang" ucap Mikey.


"coba saja kalo bisa" ucap takemichi mulai melancarkan pukulannya lagi.


takemichi melompat dan menendang ke wajah izana dan takemichi berhasil melakukannya, dia saat ini yang paling memojokkan keduanya, sehingga izana dan Mikey memutuskan untuk menyerah kala karena takemichi yang terus memukulnya.


"utututu kacian, kalian kalah ya, maka aku yang menang, jadi bisa dikatakan jika pertarungan ini aku yang menang, cepat kalian berbaikan, atau aku akan memukul kalian lagi dan tidak akan aku pertemukan lagi dengan Akihiko" ucap takemichi berkacak pinggang.


"huh baik" ucap izana berjabat tangan dengan Mikey dan sebaliknya Mikey juga begitu.


"ok kalian udah baikan, yok pulang" ucap takemichi menggandeng kedua orang tersebut dan mengambil Akihiko dari kisaki yang sudah turun saat takemichi sudah selesai dengan bertarungnya.


2 bulan kemudian.


dua bulan telah berlalu cepat bagi takemichi, sekarang Akihiko yang sudah merangkak membuatnya kewalahan.


Akihiko tumbuh dengan baik bersamanya dan membuat orang orang disekitarnya menjadi gemas karena tidak bosan dengan celotehan Akihiko.


"sayang ayo sini, ayo ayo ke mama" ucap takemichi merentangkan tangannya.


"aki kesini sayang ke papa" ucap Mikey yang disamping takemichi juga merentangkan tangannya lebar.


"da da da da" celotehnya sambil merangkak ke arah takemichi.


"sini sini ayo sedikit lagi sayang" ucap takemichi.


"gu gu da da" ucapnya berhenti di tengah jalan dan duduk sambil bertepuk tangan mengabaikan kedua orang tuanya yang dari tadi menyemangatinya (kasihan).


"sini hiko mama disini sayang" ucap takemichi bertepuk tangan agar si bayi menoleh padanya, namun Akihiko malah mengambil mainannya dan menggoyangkan nya senang.


"aki sini sayang, papa disini aki..." ucap Mikey juga sama seperti takemichi, namun diabaikan Akihiko.


mungkin saja Akihiko tidak ingin memilih salah satu dan memilih untuk bermain dari pada memilih dari salah satu orang tuanya.


tidak menunggu lama, Mikey yang sudah gereget langsung menggendong Akihiko dan menerbangkannya seperti pesawat, lalu membuatnya semakin terkikik saat di angkat seperti itu.


"siapa yang sudah kau abaikan hm" ucap mikey menggigit pelan pipi Akihiko yang tembem.


"guuuu da hahaha hmmzzz gu" celotehnya.


(entahlah, saya nggak tahu gimana celotehnya seorang bayik)


"hmm terus hmm iya iya" ucap Mikey manggut-manggut.


"emang kau mengerti ucapannya?" ucap takemichi heran, padahal yang lebih lama mengasuhnya adalah dirinya, namun kenapa Mikey mengerti ucapannya? heran takemichi.


"nggak" polos Mikey menggelengkan kepalanya.


"astaga kau tidak tahu, lalu kenapa logatmu kayak sudah mengerti bahasa bayi gitu?" ucap takemichi tepok jidat.


"aduh udah dong, sini sini peyuk, jangan marah marah muluk, nanti kau bisa tua loh" ucap Mikey memeluk takemichi sambil menggendong Akihiko.


"hmmp"


.


.


.


.

__ADS_1


.


to be continued.


__ADS_2