Kembalinya Sang Penguasa Benua Langit

Kembalinya Sang Penguasa Benua Langit
Naif, Egois, Penuh Ambisi, dan Serakah Akan Membuat Seseorang Menuai Ganjarannya


__ADS_3

“Yakinlah Jie-jie, Chen'er akan baik-baik saja.” Balas Fan Chen yang matanya di penuhi tekad dan langsung membuat Qian Lin serta Zhao Ni hanya bisa mengangguk pasrah.


...


Dengan perasaan enggan Qian Lin dan Zhao Ni kini memberikan racun yang mereka bawa.


Fan Chen pun terlihat langsung mengambilnya dan meletakkannya di sampingnya.


“Baiklah, Ibu dan Jie-jie bisa menjauh dahulu, karena Chen'er akan langsung mulai menyerap energi yang akan di campur racun.” Ucap Fan Chen.


Qian Lin dan Zhao Ni langsung saling melirik, setelah saling melirik selama beberapa saat, mereka pun memeluk Fan Chen secara bergantian dan menjauh dari sana.


Wuss wuss..!!


...


Kini Fan Chen yang seorang diri, tanpa basa basi membuka tutul botol berisi berbagai macam jenis racun dan menabur semuanya ke sekelilingnya.


Wusss..!!


Bersamaan dengan itu, Fan Chen langsung duduk bersila, terlihat kedua tangan Fan Chen menyentuh paha.


Blush..!!


Tepat setelah kedua telapak tangan Fan Chen menyentuh paha, secara tiba-tiba udara di sekitar menjadi kacau.

__ADS_1


Bubuk racun yang terlihat berjatuhan, kini mulai melayang-layang di udara dan membentuk sebuah pusaran dengan pusat pusaran berada di tempat Fan Chen.


Artinya saat ini sebuah angin topan beracun sedang menyelimuti tubuh Fan Chen.


...


Qian Lin dan Zhao Ni yang melihat kejadian tersebut begitu cepat, seketika menjadi panik.


“I..Ini, Ni'er akan pergi menghentikan Chen'er bu,” ucap Zhao Ni yang hendak melesat.


“Tunggu dulu Ni'er, lihatlah pusat dari pusaran angin tersebut,” ucap Qian Lin langsung menghentikan putrinya dan menunjuk dimana Fan Chen duduk.


Sontak Zhao Ni menghentikan langkahnya, dan langsung memfokuskan pandangannya ke arah Fan Chen.


Walau saat ini Fan Chen berada di tengah-tengah pusaran angin, tentu saja Zhao Ni dapat melihat Fan Chen sedang duduk sambil berusaha menahan rasa sakit.


“I..Ini, apakah Chen'er akan baik-baik saja jika begitu caranya menyerap energi? Ini adalah pertama kalinya Chen'er mulai berkultivasi loh, Ni'er jadi khawatir bu.” Ucap Zhao Ni sambil melirik ibunya.


Qian Lin tentu saja sangat khawatir juga, tapi apa boleh buat, Qian Lin hanya bisa menunggu saja saat ini. Karena ia yakin jika penerus Penguasa Langit pasti bisa.


Bukan hanya itu saja, Qian Lin juga tahu jika Fan Chen pasti mengingat masa lalu sebelum dirinya mati dan di berikan kesempatan kedua seperti sekarang. Walau saat ini sebagian ingatan Fan Chen hilang, ia yakin jika Fan Chen mengingat cara menyerap energi yang jauh lebih baik dari dirinya saat ini.


...


Di tempat Fan Chen saat ini.

__ADS_1


Urgh..!!


“Aku tak menyangka jika meridianku saat ini masih terlalu lemah, walau begitu, hanya inilah kesempatan satu-satunya yang aku miliki, jadi aku harus menahan rasa sakitnya.” Gumam Fan Chen yang saat ini merasakan rasa sakit luar biasa di saat aliran energi bercampur racun masuk ke dalam meridiannya sebagai media dan berpusat ke Dantian.


Terlihat urat-urat di seluruh tubuh Fan Chen mulai muncul, itu karena aliran energi racun terlalu kuat. Saking kuatnya energi racun, beberapa meridian kecil Fan Chen mulai putus.


Argh..!!


Fan Chen yang merasakan meridian kecilnya putus, seketika berteriak lantang.


“Sialan, tubuhku saat ini sudah tidak mampu menahan energi racun ini, terlebih Pusat energi di dantianku masih belum penuh lagi.” Umpat Fan Chen.


Tanpa Fan Chen sadari, mata, mulut, hidung dan telinganya, mulai mengeluarkan darah hitam dan darah hitam tersebut tak lain racun.


Uhuk..!!


Setelah beberapa menit darah hitam keluar, barulah Fan Chen merasakannya. Pada saat itu, pandangan Fan Chen mulai gelap.


“Pada akhirnya, pengetahuan masa laluku, tidak akan bisa membantu tubuh Fana ku yang sekarang.” Gumam Fan Chen yang kini matanya mulai tertutup dan kesadarannya mulai menghilang.


Terlihat Fan Chen sama sekali tidak punya penyesalan dengan apa yang ia lakukan saat ini. Ia bahkan merasa dirinya terlalu naif, bodoh, di penuhi balas dendam, egois akan kekuatan, yang pada akhirnya, karena itu semua, kini ia mendapatkan ganjarannya.


Namun di satu sisi, Fan Chen merasa bahagia, karena ia mempunyai Keluarga angkat, ada Ibu, Ayah, Jie-jie, dan Gege'nya yang selalu menyayanginya. Walau ia tidak pernah bertemu Ye Gege, ia tahu jika Ye Gege pasti sangat menyanginya, sama seperti apa yang telah Ibu dan Jie-jienya perlakukan kepadanya selama 11 tahun ini.


Di saat Fan Chen mulai ambruk, terdengar suara teriakan dari balik pusaran angin, namun karena Fan Chen tidak mampu melakukan apa-apa, ia hanya mengeluarkan senyum yang di paksakan dan langsung ambruk.

__ADS_1


Bruk..!!


Tap tap..!!


__ADS_2