Kembalinya Sang Penguasa Benua Langit

Kembalinya Sang Penguasa Benua Langit
Flas Back Ke 5 Hari Yang Lalu Part 3 (3 Petinggi Organisasi )


__ADS_3

“Pengalaman bertarung memang harus di butuhkan juga, walau kakak memang sedikit bodoh dalam belajar, tapi karena pengalamannya yang banyak, tentu saja ia tahu strategi seperti ini, dan tahu kapan harus digunakan dalam melawan banyak musuh.” Gumam Zhao Ye yang terlihat mulai bersemangat untuk keluar mencari pengalaman nantinya.


Dret..!! Wuss wuss..!!


Melihat target mereka kabur, dengan cepat para Assasin dan kultivator tingkat rendah mengejar secara bergerombolan.


“Jangan biarkan mereka kabur, mereka pasti orang yang di cari oleh Tuan kita, jadi siapa yang bisa membunuhnya pasti akan di berikan banyak hadiah oleh Tuan,” teriak salah satu provokator.


Woaahh..!! Woahh..!!


Mendengar itu, para Assasin dan kultivator tingkat rendah menjadi semakin bersemangat mengejar Zhao Long dan Zhao Ye.


...


Sementara sang provokator terlihat terdiam saja sambil mengeluarkan senyuman licik.


“Hehe,, dasar Tikus-Tikus idiot, apa kalian pikir budak seperti kalian akan di mendapatkan hadiah,” ejek sang provokator. “Tentu saja yang akan mendapatkan hadiah serta penghargaan adalah para petinggi, orang yang mengendalikan kalian,” ejek sang provokator.


Tap tap..!!


“Bagaimana? Apa kau sudah melihat tingkat kekuatan kedua orang itu?” Tanya sosok pria paruh baya yang memiliki luka di wajahnya.


Melihat salah satu petinggi dari Organisasi Pembunuh bayaran muncul, sang provokator langsung membungkukkan badannya.


“Saya rasa mereka berdua berada di Ranah Master ⭐ 7 dan Master ⭐ 9 Tuan,” ucap sang provokator memberitahu petinggi yang berasal dari Organisasi Pembunuh Bayaran.


“Apa kau yakin jika itu tingkat kultivasi mereka?” Tanya sosok petinggi Organisasi Pemburu Bayangan yang muncul dari balik bayangan sang provokator.


Glek..!!


“Melihat dari cara mereka bertarung tadi, saya cukup yakin jika keduanya memang berada di Ranah Master Tuan,” ucap sang provokator yang kini terlihat bergetar ketakutan.

__ADS_1


“Sudah, kau jangan provokasi Anjing setiaku, Anjing seperti dia akan susah di cari jika mati.” Dengus petinggi Organisasi Bunga Malam.


Organisasi Bunga Malam ini berpusat di salah satu kota malam paling terkenal dengan rumah bordil, rumah judi dan kegiatan esek-esek lainnya. Semua pusat bisnis yang ada di sana adalah milik Organisasi Bunga Malam, selain itu, mereka juga membuka bisnis jual beli informasi. Tapi jika ada yang mencari informasi tentang yang berkaitan dengan Ratu Penguasa Benua Langit, Klan Lu atau Klan-klan yang menjadi bawahan Klan Lu, mereka akan langsung membunuhnya.


Tujuan sebenarnya dari Organisasi Bunga Malam di dirikan memang bertujuan untuk memancing orang-orang bodoh, dan naif yang ingin memusuhi Klan Lu dan Ratu mereka, lalu membunuhnya jika mereka merasa tidak suka, terancam, atau memang musuh.


...


Kembali ke para petinggi organisasi.


Mereka yang mendengar petinggi Bunga Malam membela seorang Anjing, hanya bisa mendengus.


“Huh,, aku harap apa yang dia katakan tadi itu benar, jika dia berbohong, akan ku pajang kepalanya di alun-alun kota,” dengus Petinggi Pemburu Bayangan.


“Benar, Anjing seperti dia memang harus di beri pelajaran, karena berani tidak bersujud saat bertemu seorang petinggi.” Sambung petinggi Pembunuh Bayaran yang terlihat angkuh dan ingin di pandang layaknya seorang Tuan besar.


Mendengar itu, kaki Sang provokator langsung terjatuh.


“Maafkan budak bodoh ini Tuan, budak bodoh ini tidak tahu tingginya langit, budak ini pantas mendapat hukuman,” ucap Sang provokator yang kini bersujud di depan para petinggi.


“Hoo,, lumayan, jika kau seperti ini tadi, maka aku pasti akan menyukaimu. Kali ini aku akan memaafkanmu,” kekeh Petinggi Pemburu Bayangan yang terlihat senang.


Sama halnya dengan Petinggi pembunuh bayaran, ia juga mengeluarkan seutas senyum puas, setelah itu, pandangannya mengarah ke arah dimana lokasi pertarungan terjadi.


“Kalian semua, cepat bunuh kedua pemuda tadi dan hancurkan desa kecil yang ada di bawah air terjun itu tanpa sisa.” Ucap para petinggi memberikan perintah kepada bawahan mereka.


Dret..!! Tap tap..!!


Terlihat ratusan dan bahkan hampir ribuan dari ketiga petinggi dari organisasi berbeda muncul di belakang para petinggi.


Bersamaan dengan tangan ketiga petinggi menjulur ke depan, dengan cepat para bawahan atau Tikus-Tikus mulai melesat ke arah Zhao Long, Zhao Ye dan klan Zhao.

__ADS_1


Wuss wuss..!!


“Para Anjing setia, kalian juga keluar, jika para Tikus tidak bisa menangani mereka, maka kalian bunuh target, baru setelah itu kalian bunuh para Tikus tidak berguna itu. Mengerti,” ucap ketiga petinggi terdengar lantang.


Wuss..!! Sret..!!


“Mengerti Tuan,” ucap para Anjing yang terlihat tingkat kultivasinya rata-rata berada di Ranah Master ⭐ 7 dan terkuat di Ranah Master ⭐ 9.


Setelah menjawab petinggi mereka masing-masing, para Anjing terlihat langsung bergerak menuju Klan Zhao.


...


“Jadi, apa kita akan menunggu di sini atau langsung kembali?” Tanya petinggi organisasi Pembunuh Bayaran, ia bertanya karena yakin jika para Anjing pasti mampu membunuhnya, dan merasa berdiri di sini dalam waktu yang lama akan terasa membosankan.


“Tunggu dulu selama beberapa menit saja, tapi jika kalian ingin kembali, maka kembali saja. Namun hadiah dari kepala mereka, aku harus mendapat bagian terbanyak.” Ucap petinggi Bunga Malam.


“Heh,, enak saja, harus bagi rata sesuai perjanjian, jangan seenak jidatmu ingin lebih.” Dengus petinggi Pemburu Bayangan.


Booomm..!! Blush..!!


Saat para petinggi sibuk berdebat, seketika terdengar suara ledakan yang sangat besar, bahkan saking besarnya suara ledakan, dampaknya sampai terasa ke tempat para petinggi berdiri.


“I..Ini, Ranah Grand Master ⭐ 5, tidak-tidak pasti Ranah Grand Master ⭐ 6 atau bahkan lebih tinggi,” umpat Petinggi Bunga malam dan Petinggi Pemburu Bayangan di sertai wajah serius.


***


Sementara di tempat Zhao Long dan Zhao Ye.


Mereka yang sudah memancing para budak dan mengumpulkannya di satu tempat, kini berdiri di depan sebuah kawah berlubang yang di penuhi mayat para budak.


“Sungguh kekuatan serangan yang luar biasa kak,” ucap Zhao Ye melirik kakaknya dengan pandangan bersinar dan sangat ingin mencoba teknik tersebut.

__ADS_1


__ADS_2