
Zhao Ye yang sedang melamun pun seketika terkejut saat mendengar suara dan langsung membalik badannya sambil memasang kuda-kuda siap bertarung.
“Siapa?” Teriak Zhao Ye yang kini melihat sosok yang tak lain adiknya.
“Eeh, Chen'er, kau mengagetkan kakak saja,” ucap Zhao Ye yang kini terlihat kembali normal seperti biasa.
Tap tap..!!
Fan Chen yang melihat cara kakaknya tadi layaknya Binatang buas, hanya bisa tersenyum kecil.
“Maafkan Chen'er kak, tadi Chen'er menggunakan langkah Hembusan Langit, jadi wajar saja kakak tidak bisa merasakan keberadaan Chen'er.” Ucap Fan Chen terlihat sedikit merasa bersalah.
“Eeh,, langkah apa itu? Dari mana kau mempelajarinya?” Tanya Zhao Ye yang terasa asing dan langsung tertarik.
“Apa Ayah dan Ibu yang mengajarimu?” Sambung Zhao Ye terlihat sangat bersemangat.
Fan Chen pun sedikit bingung mau menjelaskan kakaknya seperti apa. Karena langkah Hembusan Langit yang ia gunakan ini secara sepintas saja ia ketahui tanpa di ajarkan oleh orang lain.
Bahkan Fan Chen juga bingung bagaimana bisa ia tahu nama langkah ini dan bisa menggunakannya.
Melihat wajah adiknya yang seperti orang kebingungan, Zhao Ye pun tidak bertanya lebih jauh, karena ia menganggap jika adiknya di suruh untuk tidak memberitahu siapa-siapa oleh ayah dan ibunya. Zhao Ye pun langsung memakluminya.
“Sudah, lupakan saja Chen'er, nanti kakak akan bertanya kepada Ibu saja.” Ucap Zhao Ye terlihat menepuk pundak adiknya.
Fan Chen pun langsung mengangguk sembari mengluarkan seutas senyum hangat.
“Terimakasih sudah mengerti kak,” ucap Fan Chen yang secara tiba-tiba memeluk kakaknya.
Bruk..!!
Zhao Ye pun secara spontan ikut memeluk adiknya dan merasakan kehangatan sebuah keluarga.
Hem hem..!!
“Walau kau memang bukan adik kandung kakak, tapi kakak menganggapmu adik kandungku. Jadi jangan sungkan untuk bercerita atau meminta bantuan kepada kakakmu ini.” Ucap Zhao Ye yang langsung di angguki oleh Fan Chen.
...
Waktu berlalu.
Setelah Fan Chen memasang Batu Ilusi atau menaruh Batu Ilusi di tengah-tengah Hutan, ia pun kembali bersama kakaknya Zhao Long yang juga sudah selesai mencari jejak musuh, apakah ada yang berhasil selamat atau mati semua di tempat pertarungan.
...
1 jam berlalu.
Tap tap..!!
__ADS_1
Kini terlihat Zhao Long sebagai yang tertua sedang membersihkan rumah, di bantu oleh Zhao Ye memperbaiki beberapa lantai dan dinding yang rusak.
Lalu Fan Chen terlihat meracik obat yang terbuat dari tumbuhan herbal.
Ketiga laki-laki bersaudara ini terlihat sangatlah kompak, bahkan saking kompaknya, mereka menikmati pekerjaan mereka dengan wajah penuh senyum.
Tap tap..!!
“Apakah sudah selesai Chen'er?” Tanya Zhao Long yang terlihat baru selesai membersihkan rumah dan langsung menghampiri adiknya dengan harapan ada yang bisa ia bantu.
“Hampir selesai kak,” jawab Fan Chen yang fokus melebur semua tanaman herbal menjadi cairan, agar dapat di minum oleh Ibu, kakak dan Long Mu.
“Jika kakak ingin membantu, maka kakak sandarkan saja Ibu, Jie-Jie dan-”
“Long Mu, dia rekan kakak saat mengembara dulu, jadi panggil saja paman Mu atau kakak Mu.” Ucap Zhao Long yang sadar jika adiknya tidak mengenal sosok Long Mu yang asing bagi adiknya.
“Hemm..!! Sandarkan paman Long Mu agar Chen'er bisa memasukkan obat herbal ini kepadanya.” Ucap Fan Chen mengangguk ringan.
Tap tap..!!
Zhao Long pun langsung melakukan perintah adiknya tanpa banyak tanya.
Sret..!!
Bersamaan dengan selesainya Zhao Long menyenderkan Ibu, Zhao Ni dan Long Mu, terlihat Fan Chen sudah selesai meracik obatnya.
Blush..!!
Hanya dalam sekali teguk, dampak atau hasil dari racikan obat yang Fan Chen buat langsung terlihat.
Kini tubuh Qian Lin seketika di penuhi energi, dan secara perlahan mata Qian Lin terbuka.
Urgh..!!
“Nak, apakah kau baik-baik saja?” Tanya Qian Lin terlihat menatap wajah Fan Chen dengan mata berkaca-kaca.
Yups..!!
Itulah seorang Ibu, ia tidak mengkhawatirkan kondisinya sendiri, ia malah mengkhawatirkan kondisi putranya di saat pertama kali tersadar.
Fan Chen yang mendengar pertanyaan Ibunya seketika meneteskan air matanya.
“Hemm..!! Chen'er baik-baik saja dan terimakasih sudah menjaga serta merawat Chen'er selama ini Bu,” ucap Fan Chen yang terlihat langsung memeluk Ibunya.
Bruk..!!
Zhao Long melihat Ibu dan Adiknya bersedih, malah ikut bersedih dan ikut juga memeluk Ibunya.
__ADS_1
“Long'er juga minta maaf jika selama ini nakal Bu, Long'er janji akan menjadi anak baik dan kakak yang baik bagi adik-adiknya,” ucap Zhao Long memeluk keduanya.
Tap tap..!! Bruk..!!
“Ye'er juga tidak akan nakal lagi Bu, dan berjanji akan mengikuti semua perintah Ibu mulai saat ini,” teriak Zhao Ye sambil meneteskan air matanya dan memeluk ketiganya.
Setelah keempatnya berpelukan cukup lama, kini Fan Chen terlihat mulai melanjutkan untuk membantu Jie-Jie'nya dalam memulihkan energinya.
Sret..!!
Urgh..!!
Sama dengan Zhao Ni, setelah ia sadar, ia langsung histeris dan memeluk adiknya Fan Chen bersama Ibu, Zhao Long dan Zhao Ye.
Dan setelah puas berpelukan, kini tinggal Long Mu yang belum sadar.
Tap tap..!!
Fan Chen pun terlihat menghampiri Long Mu dan memegang tangannya untuk merasakan titik meridiannya apakah normal.
Hemm..!!
Merasakan ada yang salah dengan kondisi tubuh Long Mu, dahi Fan Chen pun berkerut.
“Usianya tidak lama lagi kak, dia sangat beruntung mampu hidup dalam beberapa tahun ini karena kegigihannya dalam berjuang hidup, jika tidak, Chen'er yakin ia sudah mati beberapa tahun lalu.” Ucap Fan Chen melirik ke arah Zhao Long.
Mendengar ucapan Fan Chen, wajah Qian Lin dan Zhao Ni pun langsung bangga.
“Apa yang Ibu katakan benar bukan kak, Chen'er kita ini tahu segalanya, jadi tidak sia-sia kau membawa temanmu ini kesini.” Celetuk Zhao Ni dengan nada bangga dan terlihat membusungkan dadanya, layaknya ia sendiri yang melakukan itu, bukan adiknya.
“Huh,, kenapa malah kau yang bangga, kau kan tidak melakukan apa-apa,” ejek Zhao Long.
“Apa kau bilang hah, tega sekali kau merusak mental adikmu yang Cantik ini.” Ucap Zhao Ni langsung cemberut dan berpura-pura meneteskan air matanya.
Hiks hiks..!!
“Long'er, apa kau ingin tidur di luar hah, cepat minta maaf,” ucap Qian Lin dengan nada tegas.
“Baru saja kalian sedih-sedihan, sekarang kalian mulai lagi berkelahinya.” Sambung Qian Lin melototi putra tertuanya.
Glek..!!
Zhao Long dengan cepat mendekati adiknya dan mencoba menyanjungnya dengan berbagai cara, agar adiknya mau memaafkannya.
...
Fan Chen yang melihat kelakukan kedua kakaknya, hanya bisa tersenyum hangat sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
“Oh ya kak, paman Long Mu ini bisa saja di sembuhkan dengan cara meningkatkan kultivasinya lagi, tapi itu butuh proses, selain usianya yang tua, pusat energinya atau Dantiannya juga semakin rapuh. Jadi yang harus kita lakukan adalah memperkokoh pusat energinya dulu agar tidak mengalami keretakan, baru setelah itu memperkuat setiap aliran Meridiannya dan tahap terahir meningkatkan energinya.” Ucap Fan Chen sambil melihat kakaknya.