Kembalinya Sang Penguasa Benua Langit

Kembalinya Sang Penguasa Benua Langit
Membantai Semua Musuh Tanpa Sisa dan Menemukan Batu Ilusi


__ADS_3

“Kau yang terkuat, tapi kau juga yang terbodoh dari kalian bertiga. Bisa-bisanya yang terkuat mau di manfaatkan oleh yang lemah,” ejek Fan Chen sambil mengangkat tangannya tanda memberikan kode kepada Zhao Long untuk siap menyerang, karena saat ini perhatian ketiga Serigala Putih sedang teralihkan ke satu arah saja, yaitu dirinya.


Blush..!!


Dengan cepat Zhao Long menggerakkan tombaknya di saat melihat isyarat adik bungsunya.


“Teknik Tombak Pencakar Langit, Gerakan Pertama, Ayunan Penghancur,” teriak Zhao Long.


Brum..!! Wung..!!


Dalam sekejap tombak yang Zhao Long lempar melesat ke arah dimana tempat Fan Chen berada.


...


Sementara di tempat Fan Chen, ia yang saat ini berdiri di depan ketiga Serigala Putih, langsung mengeluarkan senyum seringai lebar.


“Selamat tinggal para idiot,” ucap Fan Chen yang kini terlihat mengalirkan seluruh energinya dan memusatkannya ke kakinya.


Wuss..!!


Crash..!! Bomm.. Bomm.. Duarr..!!


Tepat setelah Fan Chen melempar dirinya ke arah Selatan, secara bersamaan tombak milik Zhao Long yang melesat tampa suara langsung menusuk dada Petinggi Pemburu Bayangan dan langsung meledak di tempat.


Tentu saja ledakan tersebut pastinya membuat tubuh Petinggi Pemburu Bayangan hancur tanpa sisa, serta dapat di yakini dampak dari ledakan yang cukup besar itu, bisa membuat kedua petinggi atau kedua Serigala Putih ikut mati.


....


Saking besarnya dampak ledakan dari hasil serangan Zhao Long, suaranya bahkan sampai terdengar hingga ke Kota Pinggiran.


Namun para penduduk Kota tentu saja berpikir itu adalah hasil kerjaan para bawahan Klan Lu yang tak lain Petinggi Organisasi Bunga Malam, Pembunuh Bayaran dan Pemburu Bayangan.


...


Tap tap..!!


Setelah 5 menit berlalu setelah ledakan, kini terlihat Fan Chen mendekati titik lokasi ledakan.


“Chen'er apa kau baik-baik saja? Maafkan kakak mu yang langsung melempar tombak tanpa memberitahumu lebih dulu,” ucap Zhao Long yang terlihat menghampiri Fan Chen.


Tap tap..!!


”Kakak Long dari dulu memang sedikit bodoh Chen'er, jadi mulai kedepannya, aku harap kau terbiasa dengannya yang lama ngeloading.” Sambung Zhao Ye terlihat muncul di balik punggung Zhao Long.


Zhao Long yang mendengar ucapan menyakitkan adiknya pun langsung membalik badannya.

__ADS_1


“Dasar bocah nakal, sudah susah payah kakak lindungi, malah ini balasanmu hah.” Dengus Zhao Long mengayunkan gagang pedangnya ke kepala adiknya.


Tuk..!!


”Aduh duh,, sakit dasar kakak bodoh,” dengus Zhao Ye sambil mengusap kepalanya berkali-kali.


Fan Chen yang melihat tingkah kakak beradik tersebut, hanya bisa tersenyum lucu.


Entah kenapa Fan Chen juga ingin ikut bergabung di antara keduanya. Tapi saat ini ia ingin fokus untuk mengecek apakah kedua Serigala Putih itu masih hidup atau benar-benar sudah mati.


“Ehem...!! Kakak Long, kakak Ye, dari pada kalian bermain, alangkah baiknya kakak bantu Chen'er melihat apakah semua penjahat yang menyerang keluarga kita ini sudah mati atau masih ada yang tersisa.” Ucap Fan Chen.


”Karena jika ada yang tersisa dan berhasil kabur. Maka akan sangat berbahaya bagi keluarga kita.” Sambung Fan Chen yang mencoba memperingati kedua kakaknya.


Sontak Zhao Long dan Zhao Ye pun menghentikan kelakuan kekanak-kanakan mereka dan langsung menganggukan kepala mereka ke arah Fan Chen.


“Kakak Long setuju, jika begitu kakak akan menyisiri hutan hingga Kota untuk mengecek apakah ada yang masih hidup dan kabur ke Kota Pinggiran.” Ucap Zhao Long terdengar serius.


Dret..!! Wuss..!!


Tanpa basa basi, setelah Zhao Long memberitahu kedua adiknya, ia pun melesat ke arah hutan.


...


“Hemm..!! Kakak Ye bantu Chen'er untuk mengumpulkan jejak dari ketiga mayat yang di bunuh kakak Long.” Ucap Fan Chen langsung mengangguk setuju.


“Chen'er tidak peduli jejaknya seperti tulang, pakaian atau gumpalan daging, kumpulkan saja semuanya kak, apakah kakak bisa?” Tanya Fan Chen melirik kakaknya.


Zhao Ye pun langsung mengangguk tanda bisa melakukannya.


“Serahkan saja kepada kakak mu ini,” ucap Zhao Ye yang langsung melangkah ke tempat dimana keberadaan ketiga Serigala Putih mati sebelumnya.


Tap tap..!!


Di saat Zhao Ye pergi, terlihat Fan Chen juga ikut melangkah pergi.


Wuss wuss..!!


Fan Chen yang kini melesat ke arah Danau pun langsung menghentikan langkahnya.


Tap tap..!!


“Hemm.. Sesuai dugaan, setelah aku bisa menggukan energi Qi, kini aku dapat merasakan jika apa yang ada di dalam dasar danau ini memang Batu Ilusi yang familiar bagiku.” Gumam Fan Chen.


“Entah kenapa aku bisa tahu namanya dan bisa tahu jika itu adalah sebuah Batu Ilusi. Apakah Batu Ilusi ini dulu milik ku?” Sambung Fan Chen yang kini mencoba mengingat kehidupan masa lalunya.

__ADS_1


Tapi sekuat apapun Fan Chen berusaha, yang ia ingat hanyalah dendam dan amarah kepada dua wajah yang sampai saat ini masih tergambar di ingatan Fan Chen, orang tersebut tak lain adik kandung dan bawahan atau kekasih adiknya.


“Sialan, kenapa wajah mereka yang muncul,” gumam Fan Chen dengan nada penuh amarah di sertai niat membunuh yang intens.


Huuf..!!


2 menit berlalu.


Fan Chen pun kembali tenang.


“Lupakan mereka, prioritas utamaku saat ini adalah membuat Ilusi di tempat terjadinya pertarungan, karena jika ada yang ingin mengecek tempat itu, maka mereka tidak akan bisa menemukan jejak dari pertarungan serta jejak dari semua bawahan Klan Lu.” Gumam Fan Chen dalam hati.


Burr..!!


Fan Chen pun terlihat melompat ke dalam danau dan langsung berenang ke dasarnya.


Sret..!!


Setelah mencapai dasar danau, dengan cepat Fan Chen meraih batu ilusi yang hanya dapat di lihat oleh dirinya saja.


Blush..!!


“I..Ini,” gumam Fan Chen melebarkan matanya di saat menyentuh Batu Ilusi tersebut.


Apa yang membuat Fan Chen terkejut adalah adanya pecahan ingatan tentang dirinya yang ada Batu Ilusi tersebut.


Cukup lama Fan Chen mencoba mencerna semua pecahan Ingatannya, ia pun dengan cepat berenang ke permukaan.


Bur..!!


Ah..!!


“Apa itu memang pecahan ingatanku atau itu hanya ilusi saja?” Gumam Fan Chen memasang wajah bingung.


Tap tap..!!


“Jika ingatan tersebut memang benar pecahan ingatanku, maka itu bisa menambah wawasanku, tapi jika hanya ilusi yang di ciptakan batu ini, maka akan sama saja,” ucap Fan Chen yang kini melangkahkan kakinya menuju tempat Zhao Ye berada.


...


“Apakah sudah selesai kak?” Tanya Fan Chen yang kini sudah berdiri tidak jauh di belakang Zhao Ye.


Zhao Ye yang sedang melamun pun seketika terkejut saat mendengar suara dan langsung membalik badannya sambil memasang kuda-kuda siap bertarung.


“Siapa?”

__ADS_1


__ADS_2