
“Jangan bohong bocah nakal? Cepat jawab Jie-jie, apa kau mencuri seperti yang ayahmu sering lakukan?” Tanya Zhao Ni sambil memegang leher belakang adiknya, agar Zhao Ye tidak kabur.
Glek..!!
Zhao Ye seketika berkeringat dingin saat di tanya oleh Jie-jie'nya.
“Hehe,, Ye'er tidak mencuri kok, Ye'er hanya bertemu beberapa bandit kecil yang ingin merampok para pedagang. Jadi Ye'er membantu mereka untuk mengusir para bandit, dan karena Ye'er berhasil menolong mereka, mereka pun memberikan Ye'er botol susu.” Ucap Zhao Ye dengan nada canggung.
“Secara kebetulan barang yang mereka bawa adalah susu, makanya Ye'er di berikan cukup banyak susu botol.” Sambung Zhao Ye yang terlihat tidak berani menatap mata Zhao Ni.
“Hoo,, apakah kau mengatakan yang sebenarnya? Awas saja jika kau ketahuan berbohong lagi, akan Jie-jie suruh kau berdiri di bawah air terjun lagi.” Ucap Zhao Ni dengan senyuman lembut.
Tapi Zhao Ye terlihat berkeringat dingin saat mendengar ancaman Zhao Ni.
...
“Sudah, lupakan saja Ni'er, adik mu terlihat tidak berbohong, jadi jangan menekannya lagi.” Ucap Qian Lin membantu putra bungsunya.
Terlihat saat ini Qian Lin sedang memberikan Fan Chen botol susu dan Fan Chen meminumnya dengan lahap.
“Oh ya Gege, karena Ye'er kini tidak jadi menambah pengalamannya di sekte, barikan saja dia buku itu, biarkan dia mempelajarinya agar bisa menambah pengalam bertarungnya.” Sambung Qian Lin melirik ke arah suaminya.
Mendengar itu, Zhao Ye pun mengerutkan keningnya. “Buku apa Bu? Apa ada yang kalian sembunyikan dari Ye'er selama ini?” Tanya Zhao Ye melirik ke arah Ibu, Ayah dan Jie-jie,nya.
Zhao Fan yang mendengar ucapan istrinya juga terlihat terkejut. Tapi tak lama, ia pun merenung sambil memperhatikan putranya.
__ADS_1
“Hemm..!! Apa kau yakin Ye'er mampu mempelajarinya sambil memperaktekkannya di tempat itu?” Tanya Zhao Fan melirik ke arah istrinya.
“Kau tahu sendiri jika Ni'er saja yang dulu berusia 17 tahun, butuh 11 tahun baginya untuk menyelesaikan pelatihan serta menguasai Buku peninggalan Leluhurmu.” Sambung Zhao Fan.
Saat ini, usia Zhao Ni sebenarnya telah menginjak 30 tahun, walau begitu, tampilannya seperti berusia 19 tahunan.
...
“Hemm..!! Aku yakin Ye'er pasti mampu, jika ia tidak mampu, maka suruh saja ia menjadi penjaga pintu desa selamanya.” Jawab Qian Lin dengan santai dan cukup yakin jika putranya nakalnya ini mampu.
Zhao Fan yang mendengar keyakinan istrinya pun langsung mengangguk dan melesat pergi menuju rumahnya.
Sementara Zhao Ye yang hanya mendengar pembicaraan ayah dan Ibunya, hanya bisa celingak-celinguk dengan pandangan bingung.
Qian Lin yang sibuk memberikan Fan Chen susu dan tidak memperdulikan pertanyaan putranya dari tadi, kini terdengar menjawab.
“Kau akan tahu setelah ayahmu datang. Jadi tunggu saja.” Ucap Qian Lin.
...
Benar saja, tak lama kemudian, terlihat Zhao Fan datang membawa sebuah Buku Manual peninggalan Leluhur Klan Qian.
Zhao Fan pun terlihat memberikan putranya buku tersebut sambil menjelaskan cara menguasai Buku Manual tersebut, yaitu dengan cara pertarungan nyata, itu di lakukan agar Zhao Ye mampu mengausainya dengan sempurna.
30 menit berlalu.
__ADS_1
“Hemm..!! Jadi agar bisa mempelajari Teknik 5 Hukum Langit ini, Ye'er harus pergi ke Hutan Siluman dan bertarung sambil terus memperagakan semua yang ada di dalam Buku ini ya?” Tanya Zhao Ye yang paham garis besarnya, yaitu menambah pengalam bertarungnya. Semakin pengalamannya terasah, maka ia akan bisa menguasai Teknik 5 Hukum Langit secara perlahan.
Karena Buku Teknik 5 Hukum Langit ini memiliki 5 Teknik berbeda dan 5 Hukum berbeda, di setiap Tekniknya mengandung Hukum yang sangat kuat, misalnya Teknik Pedang Angin Semesta, itu mengandung Hukum Angin dan keduanya harus Zhao Ye kuasai agar seimbang dan tidak melukai penggunanya.
...
3 Hari telah berlalu.
Kini terlihat Zhao Ye bersiap untuk pergi ke Hutan Siluman.
“Ye'er pergi dulu ya, dan jaga adik bungsuku itu dengan baik. Jangan biarkan dia di ajari oleh ayah, jika tidak, maka ia akan seperti diriku yang salah jalan, dadah,” teriak Zhao Ye terlihat mengeluarkan senyuman lebar ke arah ayahnya dan langsung melesat menuju Hutan Siluman.
Zhao Fan yang mendengar ejekan putranya, terlihat sangat kesal, saking kesalnya, ia ingin mengejar putranya dan memberinya beberapa bogeman mentah.
Tapi sayang sekali, saat ini Zhao Fan di hukum sedang memberikan Fan Chen susu.
Fan Chen juga terlihat sangat menikmati susu yang di berikan Zhao Fan.
“Sialan, entah kenapa aku sangat suka susu ini, bahkan jika aku tidak meminumnya sehari saja, aku merasa gelisah layaknya tidak meminum arak selama bertahun-tahun,” umpat Fan Chen dalam hati.
Em em nyot nyot nyot..!!
“Dan juga, kapan aku tumbuhnya? Kenapa sulit sekali aku tumbuh besar, jika seperti ini, balas dendamku akan membutuhkan waktu lama, hais.” Sambung Fan Chen dalam hati.
Em..!! Nyot nyot nyot..!!
__ADS_1