
“Dan juga, kapan aku tumbuhnya? Kenapa sulit sekali aku tumbuh besar, jika seperti ini, balas dendamku akan membutuhkan waktu lama, hais.” Sambung Fan Chen dalam hati.
Em..!! Nyot nyot nyot..!!
Melihat Fan Chen sangat menikmati susu yang ia berikan, Zhao Fan pun ikut bahagia.
“Lin'er lihatlah, Tuan muda sangat menyukai susu yang di bawa oleh Ye'er. Saking rakusnya ia minum susu, tanpa terasa sudah 10 botol habis hanya dalam 1 jam.” Ucap Zhao Fan melirik ke arah istrinya.
Tap tap..!!
“Bagus jika begitu, artinya Tuan muda cocok dengan Susu botol tersebut.” Ucap Qian Lin mendekati Fan Chen dan langsung menyentuh pipinya.
“Jika Tuan muda minum dengan lahap seperti ini, aku yakin ia akan tumbuh besar. Tapi yang menjadi masalah adalah kita tidak mempunyai uang untuk membeli susu botol jika susu botol yang di bawa Ye'er habis.” Sambung Qian Lin melirik ke arah suaminya sambil tersenyum tipis.
Glek..!!
Zhao Fan yang sadar maksud dari ucapan dan tatapan istrinya, hanya bisa menelan ludah.
“Sa..Sayang, kau tahu kan jika aku ke kota mencari pekerjaan, bukannya menghasilkan uang, malah aku selalu membuat keributan.” Ucap Zhao Fan dengan nada terbata-bata.
“Kau ingat terahir kali aku ke kota, padahal aku selalu menghindari perselisihan maupun pertarungan, tapi mereka saja yang suka mencari masalah denganku, jadi mau tak mau aku menghajar mereka semua. Setelah menghajar mereka, kota langsung menjadi gempar, lantaran yang aku hajar adalah putra pemimpin kota.” Sambung Zhao Fan yang kini terlihat menggaruk-garuk rambutnya yang tidak gatal.
Huh..!!
“Aku tak mau tahu, jika kau tidak pergi mencari uang, maka jangan harap kau bisa tidur di rumah. Jadi, cepatlah pergi sana.” Dengus Qian Lin yang langsung membentak suaminya dan mengusirnya.
Hiks hiks...!!
__ADS_1
Zhao Fan seketika memasang wajah sedih, tapi bukannya iba, Qian Lin malah mengeluarkan pisau dapur.
“Apa kau mau aku kebiri hah, cepat pergi dan jangan cari-cari alasan dengan memasang wajah iba kepadaku.” Dengus Qian Lin mengacungkan pisau dapur ke arah leher suaminya.
Wuss..!!
Dalam sekejap Zhao Fan lenyap dari tempatnya berdiri.
Melihat suaminya benar-benar pergi menuju kota, Qian Lin pun tersenyum tipis.
“Ni'er, kau jaga Tuan muda, Ibu akan mengikuti ayahmu, apakah ia benar-benar mencari uang atau tidak.” Teriak Qian Lin.
Zhao Ni yang saat ini sedang mencuci di danau, langsung bangkit dan melesat ke tempat ibunya yang berada di depan halaman rumah.
Tap tap..!!
Qian Lin pun mengangguk dan memberikan Fan Chen kepada putri tertuanya.
***
Wuss wuss..!!
Tap tap..!!
“Ibu, kenapa aku tidak di bisa keluar dari Desa ini menuju kota? Apakah selama ini aku selalu berbuat salah? Sehingga di kutuk untuk tetap tinggal selamanya di sini?” Tanya seorang remaja berusia 10 tahun.
“Chen'er, bukannya kau tidak bisa pergi dari desa kecil kita ini. Tapi ada suatu amanat yang di berikan seseorang saat Ye Gege menemukanmu 10 tahun lalu. Amanat tersebut tidak mengizinkanmu pergi dari desa hingga usiamu benar-benar dewasa.” Ucap Qian Lin sambil mengusap rambut Fan Chen.
__ADS_1
Yups..!!
10 tahun berlalu, dan saat ini usia Fan Chen telah berumur 10 tahun. Ia juga terasa sangat nyaman bersama keluarga atau klan kecilnya ini.
Walau ia mengingat dendamnya, entah kenapa Fan Chen merasa tidak bisa meninggalkan desa ini. Ia merasa dirinya sedang di kutuk. Jika ia memaksa kabur dari desa, maka tubuhnya akan merasakan panas dan langsung pingsan.
Fan Chen juga sudah puluhan kali mencoba kabur dari usianya menginjak 7 tahun hingga saat ini.
Dan karena penasaran, Fan Chen pun langsung bertanya.
...
Fan Chen yang mendengar itupun langsung mengangguk paham.
“Entah kenapa sifatku saat ini benar-benar seperti anak berusia 10 tahun. Apakah itu karena saat ini aku memiliki tubuh anak berusia 10 tahun, sehingga itu mengalir begitu saja?” Gumam Fan Chen yang bingung dengan sifatnya.
Padahal usianya yang sesungguhnya sudah sangat tua. Namun itu hanya usia jiwa saja.
“Hemm..!! Jika begitu kemana Ye gege pergi? Kenapa aku tidak pernah melihatnya selama 10 tahun ini?” Tanya Fan Chen melirik ke arah Qian Lin, orang yang ia anggap ibu kandungnya, karena Qian Lin merawatnya dengan sepenuh hati.
“Saat ini Ye gege sedang berlatih di Hutan Siluman, tempatnya cukup jauh dari sini, jika berjalan kaki, maka akan membutuhkan waktu 8 bulan.” Jawab Qian Lin dengan nada hangat.
Tap tap..!!
“Urgh,, Chen'er ku sangat imut, sini Jie-jie peluk dulu.” Ucap Zhao Ni yang muncul dan langsung merentangkan tangannya ke arah Fan Chen.
“Iiih,, tubuh Jie-jie bau darah, Chen'er tidak mau,” ucap Fan Chen yang terlihat sangat imut dan membuat Zhao Ni semakin ingin memeluk adik kecilnya.
__ADS_1