Kembalinya Sang Penguasa Benua Langit

Kembalinya Sang Penguasa Benua Langit
Membawakan Fan Chen Susu


__ADS_3

“Lin'er, saat ini aku akan mati, jadi bantu aku ke kamar kita,” ucap Zhao Fan mengulurkan tangannya ke arah istrinya, tapi Qian Lin dengan acuh pergi dari ruangan tengah menuju luar, seolah-olah ia tidak mendengar ataupun melihat suaminya ada di dekatnya.


Tap tap..!!


“Urgh,, kenapa anak dan istriku sangat tak berperasaan kepadaku,” gumam Zhao Fan dengan nada sedih dan cemberut.


Tapi tak lama, mata Zhao Fan bersinar cerah. “Hehe,, mereka semua benar-benar pergi, jika begitu waktunya menikmati arak yang diam-diam aku beli di kota,” kekeh Zhao Fan terlihat celingak celinguk.


Sret..!!


Namun di saat Zhao Fan hendak menuang arak ke dalam mulutnya, dalam sekejap botol arak yang Zhao Fan genggam hilang.


“Eehh,, siapa yang begitu berani mencuri arak kesayangan- Eeh ada Lin'er ternyata.” Teriak Zhao Fan, tapi dengan cepat ia mengubah nada suaranya menjadi lembut di sertai tubuh sedikit merinding saat melihat istrinya lah yang merebut araknya.


“Sudah ku katakan berhenti minum, kau masih saja diam-diam pergi membeli minuman menjijikkan ini.” Dengus Qian Lin melototi suaminya sambil berdecak pinggang ala emak-emak.


“Apa kau pikir aku tidak tahu jika kau pergi ke Kota Naga Langit hah, awas saja kalau kau mengulanginya lagi, akan ku cincang kakimu itu.” Sambung Qian Lin mengancam suaminya dan langsung melangkah pergi sambil membawa botol arak milik Zhao Fan.


Zhao Fan yang melihat itu, hanya bisa mengulurkan tangannya sambil menelan ludah. “A..Arak ku, itu arak ku,” ucap Zhao Fan dengan suara kecil.


***


Keesokan harinya.


Terlihat Zhao Fan sedang mendorong sebuah ayunan, yang mana di dalam ayunan tersebut ada Fan Chen.


“Nina bobo,, nina bobo, kalau tidak bobo, di gigit Harimau Betina.”

__ADS_1


Terdengar suara Zhao Fan yang terpaksa mencoba menidurkan Fan Chen.


Tapi bukannya bisa tertidur, Fan Chen malah semakin terusik oleh suara Zhao Fan dan berteriak penuh amarah.


“Woe woe,, dasar sialan, hentikan suara cemprengmu itu, itu membuatku tidak bisa menikmati suasana yang ada di sekelilingku,” teriak Fan Chen. Tapi sayang sekali, teriakan Fan Chen hanya bisa di dengar dengan suara tangisan bayi oleh Zhao Fan.


Oek oek oek..!!


Mendengar Fan Chen semakin menangis, membuat Zhao Fan panik, ia pun melihat kiri dan kanan. Merasakan tidak ada istrinya, ia pun berniat menutup mulut Fan Chen.


“Apa yang ingin kau lakukan?” Tanya Qian Lin yang secara tiba-tiba sudah berdiri di depan Zhao Fan.


Glek..!!


“Hehe,, tentu saja suami mu ini mencoba menenangkan Tuan muda.” Kekeh Zhao Fan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


“Sudah tahu kau malah bertanya,” teriak Zhao Fan membalas ucapan istrinya melalui dalam hati.


Hehe..!!


Zhao Fan hanya bisa cengengesan saja saat di marahi istrinya.


Tap tap...!!


“Bukannya menenangkan Tuan muda, malah ayah semakin membuatnya menangis, ckck, memang benar ayah ini hanya pandai di satu bidang saja, yaitu menipu.” Ucap Zhao Ni mengejek ayahnya.


“Ni'er jadi penasaran, bagaimana cara ayah menipu ibu, hingga bisa membuat ibu terpaksa menikahi ayah ya.” Sambung Zhao Ni melirik ke arah ayahnya dengan wajah penasaran.

__ADS_1


“Huh,, dasar gadis nakal, kau tahu, ayahmu ini sangat tampan dan banyak sekali wanita yang mengejar ayah saat ayah masih muda. Salah satunya itu ibu- Emmm.”


Sebelum Zhao Fan menyelesaikan ucapannya, mulutnya langsung di sumpal oleh Qian Lin.


“Apa hah, jangan menipu putrimu lagi,” dengus Qian Lin yang terlihat wajahnya sedikit memerah lantaran malu.


Zhao Fan pun langsung terdiam saat melihat tatapan tajam istrinya.


Sementara Zhao Ni hanya bisa menatap ke arah keduanya secara bergantian dengan tatapan curiga.


...


Wuss..!! Tap tap..!!


“Ye'er sudah pulang, dan ini dia susu sapi perah yang Ye'er beli di kota pinggiran.” Teriak Zhao Ye yang baru pulang mencarikan Fan Chen susu.


Terlihat Zhao Ye menurunkan buntalan kain berisi puluhan botol susu.


Melihat botol susu sebanyak itu, membuat Qian Lin dan Zhao Ni mengerutkan keningnya.


“Perasaan ibu hanya memberikanmu 2 keping koin perak dan itu hanya mampu membeli 2 botol saja. Lalu dari mana kau bisa membawa hampir 100 botol susu?” Tanya Qian Lin dengan tatapan curiga.


“Hehe,, itu karena Ye'er sangat baik, karena kebaikan Ye'er inilah yang membuat orang-orang pasar memberikan Ye'er banyak susu.” Jawab Zhao Ye dengan nada tenang.


“Jangan bohong bocah nakal? Cepat jawab Jie-jie, apa kau mencuri seperti yang ayahmu sering lakukan?” Tanya Zhao Ni sambil memegang leher belakang adiknya, agar Zhao Ye tidak kabur.


Glek..!!

__ADS_1


__ADS_2