Kembalinya Sang Penguasa Benua Langit

Kembalinya Sang Penguasa Benua Langit
Sosok Ratu Langit dan Kebahagiaan Zhao Fan Terlepas Dari Kejaran Klan Xen


__ADS_3

Tap tap..!!


Terlihat Qian Lin mendekati ranjang Fan Chen dan langsung menyelimuti tubuh Fan Chen, setelah itu, Qian Lin langsung melangkah pergi dari ruangan Fan Chen.


***


Jauh dari desa tempat tinggal Fan Chen.


Terlihat sosok yang sangat Fan Chen kenali sedang terbaring di atas ranjang bersama beberapa pria.


Wanita tersebut tak lain Penguasa Benua Langit saat ini, Fan Ning, atau yang kini di kenal Ratu Langit.


Blush..!!


Argh..!! Argh..!!


Tidak lama setelah bermain bersama semua pria yang ada di atas ranjang, dengan santai Ratu Langit menyerap energi Kehidupan para pria, atau lebih tepatnya Energi Yang mereka.


Ratu Langit melakukan ini untuk meningkatkan kekuatannya dan membuat dirinya semakin awet muda.

__ADS_1


“Masih kurang, bawa lagi beberapa laki-laki yang masih perjaka, usahakan yang masih di bawah usia 20 tahun.” Perintah Ratu Langit yang terlihat tidak puas.


“Aku tidak peduli bagaimana cara kalian melakukannya, yang pasti, aku ingin 25 pemuda yang sesuai ku perintahkan tadi itu sudah berada di kamarku seminggu lagi.” Sambung Ratu Langit.


Sontak, sosok yang berdiri di balik pintu kamar Ratu Langit langsung mengangguk sambil membungkukkan badannya.


“Akan saya laksanakan Yang Mulia,” ucap sosok tersebut dan setelah itu, ia terlihat menghilang dari tempatnya berdiri.


...


Kini Ratu Langit yang masih terbaring di ranjangnya, terlihat melambaikan tangannya.


Blush..!!


“Hemm..!! Dalam 10 tahun ini aku selalu merasakan perasaan khawatir, aku sudah tahu jika dia memang sudah mati, tapi pada saat itu, Yan Gege melihatnya menyisihkan jiwanya ke sebuah Cincin dimensi.” Gumam Ratu Langit.


“Dari sana aku langsung memburu semua bawahan atau yang pernah mengenalnya, lalu mengeksekusi mereka semua, karena aku khawatir jika jiwanya yang masih tersisa menemui bawahan setianya dan melatih keturunan mereka untuk membalas dendam kepadaku. Setelah aku membantai mereka semua dalam kurun waktu 2000 tahun, kekhawatiranku mulai hilang.”


“Aku mulai yakin jika jiwanya itu mungkin tidak akan bisa bertahan selama itu. Tapi, kenapa dalam 10 tahun terahir ini aku selalu khawatir, bahkan kekhawatiranku ini melebihi pada saat aku mengkhianatinya.” Sambung Ratu Langit yang terlihat memang tidak bisa menyembunyikan wajah gelisahnya.

__ADS_1


“Jika jiwanya memang masih ada sampai saat ini, lalu dimana jiwanya itu? Kenapa aku tidak bisa merasakan atau menemukannya. Padahal aku sudah menyebarkan para budak ku ke seluruh Benua Langit ini, bahkan sampai ke pelosok sekalipun. Namun mereka semua tetap tidak bisa menemukan jejak jiwanya.” Gumam Ratu Langit bertanya-tanya.


“Atau jangan-jangan jiwanya saat ini memang sudah menghilang, tapi ia berhasil menemukan satu sosok yang di katakan bisa menerima semua warisannya dan menyuruh sosok tersebut untuk bersembunyi lebih dulu. Dan pada saat waktunya tiba, atau sosok tersebut sudah benar-benar mampu membunuhku, barulah ia keluar untuk membalaskan dendam kakak ku, karena ia telah memberikannya warisan.” Ucap Ratu Langit yang kini terlihat bangkit dari ranjanhnya dan merasa kecurigaannya ini pasti benar.


“Jika begitu, pertama-tama aku harus memberitahu Yan Gege untuk mendiskusikan pemburuan sosok yang mewarisi kekuatan kakak ku. Lalu aku juga harus bertambah kuat, karena dengan begitu, aku akan mampu membunuh pewaris kakak ku, jika kami memang bertemu.” Ucap Ratu Langit yang terlihat langsung melangkah keluar.


Tap tap..!!


***


Sementara di sebuah kota pelabuhan yang sangat besar, yang di namakan Kota Lianluo, yang artinya Kota Penghubung.


Kini terlihat sosok yang tak lain Zhao Fan berjalan santai menuju salah satu Kapal Langit yang bertujuan menuju pulau Awan.


Huh.!!


“Sialan, kenapa mereka sangat gigih sekali,” umpat Zhao Fan terlihat kesal dengan anggota klan Xen ini.


“Tapi sebentar lagi Kapal Langit akan berangkat, jadi aku akan aman dari kejaran mereka. Karena klan Xen dan Klan Lang yang menguasai Pulau Awan telah berselisih selama ribuan tahun.” Gumam Zhao Fan yang kini mengeluarkan seutas senyum lebar.

__ADS_1


“Selamat tinggal para cecunguk sialan, jangan sampai kita bertemu lagi, kesabaranku ini ada batasnya. Karena jika kita bertemu lagi, kepala kalian semua akan berjejeran dimana-mana.” Ucap Zhao Fan terlihat melambaikan tangannya sambil melangkah memasuki Kapal.


Tap tap..!!


__ADS_2