
"Bunda! baju kakak dimana?" teriakan itu menggema di rumah itu, hingga disambung dengan teriakan yang lain
"Bunda! kaos kaki Abang enggak ada."
"Bunda! sepatu adek hilang sebelah."
"Bunda! tolong pasangin dasi ayah." Sedangkan yang diminta bantuan hanya bisa menghela nafas mendengar teriakan di pagi hari ini, sebenarnya sudah biasa untuk nya tapi dia takut tetangga nya merasa terganggu akibat teriakan dari keluarga kecilnya ini, hingga
"Bunda!" panggil mereka serentak dan lari kearah nya.
"Apalagi?" tanyanya sambil mengatur makanan dimeja makan, sedangkan mereka hanya cengengesan.
"Kakak udah ada bajunya?"
"Hehehehe, udah Bun."
"Abang sama adek?"
"Udah juga Bun," jawab mereka serentak sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Ayah sini biar bunda pasangin dasi nya,kalian duduk dulu biar kita makan sekarang."
"Siap Bun."
Mereka pun langsung duduk di tempat masing masing untuk memulai sarapan,dan mari perkenalkan tokoh tokoh kita.
Aditya Dirgantara,ayah dari tiga anak, pengusaha makanan beku yang sukses dan memiliki beberapa cabang yang tersebar di beberapa daerah,Aditya merupakan sosok ayah yang tegas kepada anak anak nya dan sangat mencintai istri tercintanya.
Aira Jaswinder,ibu dari tiga anak, memiliki butik sekaligus sebagai ibu rumah tangga untuk keluarga kecilnya, ibu yang lemah lembut tapi cerewet apalagi menghadapi keluarganya yang heboh luar biasa.
Elina Lavanya Dirgantara, anak pertama dari pasangan Aditya dan aira, sekaligus anak pertama dari 3 bersaudara,Elina sekarang sedang kuliah semester 3 dan mengambil jurusan matematika,Elina adalah seorang kakak pada umumnya yang sangat suka menjahili adik adiknya terutama adik bungsunya.
Kenzi Al Dirgantara,anak kedua dari pasangan Aditya dan aira, kenzi anak kedua dari 3 bersaudara, kenzi yang memiliki sifat sabar sekaligus cerewet, sifat kenzi benar benar turun dari Aira, saat ini kenzi masih menduduki kelas 3 SMA.
Enzi Rayadinata Dirgantara, anak bungsu dari pasangan Aditya dan aira, anak yang sangat sering di goda oleh kakak kakak nya, memiliki sifat cerewet tergantung mood nya dan saat ini Enzi baru memasuki kelas 1 SMA dan satu sekolah dengan Abang nya.
"Abang udah selesai," ucap Kenzi sambil mengambil tas nya.
"Adek juga," ujar Enzi.
"Kita berangkat dulu ya yah, Bun."
"Iya kalian berduaan hati hati ya,dan untuk Abang jagain adeknya."
"Siap yah," ujar Kenzi dan Enzi dengan pose hormat, kemudian mereka berdua mencium tangan serta kening Aditya dan aira, mereka juga mencium tangan Elina.
"Kita duluan ya kak," pamit Enzi
__ADS_1
"Iya hati hati ya."
"Kita berangkat, assalamualaikum," Ucap kenzi
"Wa'alaikumussalam," Jawab mereka bertiga
"Kakak ada kuliah hari ini?" tanya Aditya kepada putri pertamanya
"Ada yah, cuma nanti jam 10 elin berangkat."
"Ya udah hati hati ya." Dan Elina hanya mengangguk.
"Ayah berangkat dulu," ujar Aditya sambil mencium kening istri serta putri nya
"Hati hati yah," ujar Aira dan Aditya hanya mengangguk
"Assalamualaikum."
"Wa'alaikumussalam."
Selepas kepergian Aditya, Elina pergi ke kamar nya dan Aira pergi untuk menyelesaikan semua kerjaannya sebagai ibu rumah tangga, Aira memang tidak mempekerjakan pembantu di rumahnya, Aira berpikir bahwa dia bisa melakukannya sendiri.
...........
Kenzi dan Enzi sudah sampai disekolah tempat mereka menimba ilmu, saat akan turun dari motor Abang nya, Enzi mendengarkan teriakan yang begitu cempreng sampai sampai dia harus menutup telinganya.
"Apaan sih Venya, suara lo itu cempreng banget, sakit nih telinga gue."
"Hehehehe, sorry beb." Sedangkan kenzi Hanya menggeleng kepala melihat tingkah adik serta sahabatnya itu.
"Ya udah kalian berdua masuk kelas sama, sudah hampir masuk juga," Ujar kenzi kepada keduanya.
"Iya bang," sahut mereka berdua
"Kalau begitu Abang duluan," ujar kenzi sambil pergi dari sana.
"Iya bang."
"Dadah bang kenzi ganteng," ucap Venya dengan heboh.
Kenzi hanya tersenyum melihat kerandoman sahabat adiknya itu dan Enzi hanya memutar bola matanya dengan malas melihat cewek playgirl seperti Venya.
"Udah ayo masuk," Ujar Enzi sambil menarik tangan Venya
"Ish, iya iya." Venya pun mengikuti sahabat nya itu untuk memasuki kelas.
Venya Eleena Danuardja adalah sahabat Enzi dari kecil,Venya juga merupakan anak bungsu dari 5 bersaudara, Venya mempunyai 1 kakak dan 3 Abang yang sangat overprotektif kepada nya, Venya adalah anak yang sangat cerewet serta mudah ngambekan dan Venya juga adalah playgirl yang mencintai cogan dan apabila dia sudah bosan dengan satu cowok maka Venya akan mencari cowok yang lain, ya begitulah sahabat Enzi ini.
__ADS_1
Mereka berdua pun memasuki kelas dan tidak lama kemudian Bu Siti guru matematika pun masuk.
"Selamat pagi anak anak."
"Pagi Bu."
"Baiklah sekarang kita akan mulai pembelajaran pada hari ini, silahkan buka buku kalian pada halaman 40." Mereka semua membuka buku mereka dan Bu Siti pun mulai mengajar, hingga 2 jam kemudian.
Suara bel pun menghentikan pembelajaran Bu Siti karena digantikan dengan pembelajaran lainnya.
"Baiklah anak anak sampai disini pembelajaran kita dan jangan lupa kerjakan pr kalian."
"Baik bu."
Setelah beberapa menit Bu Siti keluar, masuklah guru sejarah yang bernama pak Asep, pak Asep merupakan guru favorit kebanyakan siswa karena selain ramah, pak Asep juga merupakan tipikal orang yang lucu.
Setelah 3 Jam kemudian berbunyi lah bel yang menandakan waktu istirahat, waktu yang sangat ditunggu tunggu oleh kebanyakan siswa siswi, begitu juga dengan Enzi dan Venya.
"Ayo, cepetan Enzi."
"Iya sabar dulu, gue lagi masukin buku ke dalam tas."
"Nanti aja masukin nya, gue udah lapar banget nih," ucap venya yang tidak sabaran
"Iya iya ayo."
Mereka pun langsung pergi ke kantin, sesampainya disana mereka belum menemukan tempat duduk yang kosong, semuanya sudah penuh diduduki oleh yang lainnya.
"Dimana kita duduknya, masa harus duduk dilantai sih." Kesal Venya
Enzi tidak mendengarkan kekesalan Venya, dia terus mengedarkan pandangannya untuk melihat kursi yang kosong, hingga suara seseorang mengalihkan pandangannya.
"Sayang!" orang tersebut melambaikan tangannya kearah Enzi, Enzi langsung menarik tangan Venya. Venya yang belum siap pun hampir jatuh.
"Apaan sih, jangan tarik tarik ih, sakit tahu, lo mau kemana sih enggak ada lagi tempat juga," ujar Venya sambil melepaskan tangan Enzi dari pergelangan tangannya.
"Kita duduk sama pacar gue."
"Siapa?Zean?"
"Iyalah, emang siapa lagi."
"Dimana dia?"
"Itu," ucap Enzi sambil menunjukkan pacarnya Zean Abimanyu yang sedang duduk bersama temannya dan Zean juga melihat kearah mereka.
"Ya udah ayo." Mereka pun menuju ke arah meja Zean dan mereka langsung duduk untuk menikmati makanan mereka.
__ADS_1
Setelah selesai mereka pun memasuki kelas masing masing.