
Kaivan dan teman temannya sedang berada dikantin lantai 2, mereka sedang mendiskusikan kejadian yang terjadi kemarin.
"Kenapa sampai ketahuan sih," ujar Aldi dengan kesal.
"Kemarin gue mau ke kamar mandi dan gue enggak bawa handphone ke kamar mandi, dan Enzi juga tau password handphone gue otomatis dia bisa buka dan dia baca chat kita waktu kita buat taruhan waktu itu," ujar Kaivan dengan frustasi.
Reihan yang melihat Kaivan sangat frustasi pun bertanya
"Lo sudah mulai suka sama dia?" Kaivan yang mendengar pertanyaan dari Reihan pun mengangguk karena memang benar adanya, dia sudah mulai mencintai Enzi. Dia tidak tahu pasti kapan benih benih cinta ini mulai tumbuh, tapi setiap dia melihat senyuman dari wajah Enzi dia selalu merasa nyaman.
"Lo harus kejar dia dan lo harus minta maaf sama dia, lo bilang sama dia bahwa lo cinta sama dia," ujar Arkan menasehati Kaivan.
"Gue enggak yakin dia mau maafin gue, gue sudah mengukir luka di hatinya, gue sudah menambahkan trauma buat dia seharusnya gue sembuhkan trauma nya." Kaivan hanya menghela nafas dengan lesu.
Tiba tiba ada yang menarik kerah bajunya dan memukulnya dengan sangat keras dan membuat seisi kantin terkejut melihat pemandangan itu.
"Lo apa apa sih bang, datang datang malah pukul teman gue," ujar Aldo sambil membantu Kaivan bangun.
Kenzi ingin memukul lagi tapi teman teman Kaivan dan Kenzi menghentikan pergerakan Kenzi yang akan memukul Kaivan.
__ADS_1
"Lo apa apaan sih Ken, tiba tiba lo pukul anak orang kayak gini," ujar salah satu teman Kenzi.
"Lo diam, ini urusan gue sama dia."
"Urusan apa sih Ken, jangan karena masalah kecil lo besar besarin." Kenzi yang mendengar ucapan temannya pun bertambah emosi dan memukul temannya.
"Lo bilang masalah kecil!, adek gue terluka bangsat!, adek gue terluka karena manusia sampah kayak mereka, adek gue dijadiin taruhan sama mereka untuk sebuah motor, hati abang mana yang enggak sakit saat adeknya diperlakukan seperti itu!," ujar Kaivan sambil menunjuk kearah Kaivan dan teman temannya.
Sedangkan Kaivan dan teman temannya hanya menunduk dan merasa bersalah kepada temannya karena ucapan, dan Kaivan dapat melihat pancaran kebencian dari mata Kenzi untuk nya.
"Gue minta maaf bang, gue tahu gue salah dan gue akan memperbaiki ini semua," ucap Kaivan memberanikan diri.
"Dengan apa lo memperbaikinya, adek gue sudah terlanjur terluka dan kata maaf lo enggak berlaku lagi buat adek gue."
"Enteng banget lo kalau ngomong, adek gue memang bukan pedendam tapi luka dihati adek gue sudah lo gores dengan dalam, jadi kata maaf lo enggak berlaku lagi." Kenzi ingin berlalu dari sana, tetapi dia mengingat sesuatu dan berkata.
"Jangan pernah temuin adek gue lagi, adek gue enggak butuh cowok sampah kayak lo." Saat Kenzi akan berlalu dari sana, Kaivan pun berucap yang membuat Kenzi semakin emosi lagi.
"Gue enggak mau," ujar Kaivan dengan beraninya sedangkan teman temannya sudah melotot mendengarkan ucapan Kaivan yang sangat berani.
__ADS_1
"Maksud lo apa?" tanya Kenzi.
"Gue tau gue salah, tapi kalau lo suruh gue untuk menjauhi Enzi, gue enggak mau, gue aku minta maaf Enzi dan gue enggak akan menyerah sebelum mendapatkan maaf dari Enzi." Kenzi terkekeh mendengarkan jawaban dari Kaivan yang sangat berani itu, dia akui Kaivan bukan lah cowok pengecut, tapi cowok seperti Kaivan tidak pantas untuk mendapatkan adeknya.
"Gue enggak akan kasih izin kalau lo ketemu Enzi."
"Gue akan tetap ketemu dengan Enzi walaupun tanpa persetujuan lo bang." Kenzi geram mendengarkan jawaban Kaivan, saat Kenzi akan melayangkan pukulannya tiba tiba ada suara yang memanggilnya.
"Abang!" Enzi langsung memeluk Abangnya.
"Sudah bang, jangan sakitin tangan Abang," ujar Enzi dan Kaivan hanya bisa menghela nafas untuk meredamkan emosi, dia tidak mau adeknya kena imbas.
"Enzi." Kaivan memanggil Enzi dan Enzi pun melepaskan pelukannya dari Abang nya dan kemudian dia berhadapan dengan Kaivan.
"Kak Kaivan, benar apa yang dikatakan oleh bang Kenzi sebaiknya kak Kaivan enggak usah ketemu sama gue lagi, gue enggak butuh cowok yang hanya mempermainkan hati wanita saja," ujar Enzi.
Enzi dapat melihat tatapan bersalah dari mata Kaivan tapi dia tidak mau berhubungan dengan Kaivan lagi, hatinya sudah terlanjur terluka.
"Zi, gue minta maaf gue tau gue salah."
__ADS_1
"Gue sudah memaafkan lo kak, tapi luka ini masih ada dan gue rasa enggak ada yang perlu di ingatkan lagi dari semua kenangan kita, kenangan kita sudah terhapus dengan sakit hati yang kak Kaivan torehkan, terimakasih atas waktu hampir 5 bulan ini dan maaf atas semua kesalahan yang pernah Enzi lakukan." Setelah mengucapkan itu Enzi pun pergi sambil menarik tangan Kenzi dari sana sedangkan Kaivan hanya menatap sendu melihat kepergian Enzi.
"Gue minta maaf Zi."