Kenangan & Trauma

Kenangan & Trauma
Bab 10 : Ditembak?


__ADS_3

Enzi bingung kemana Kaivan akan membawanya karena didepan mereka adalah hutan.


"Kita ngapain kesini kak?" tanya Enzi dengan bingung sekaligus takut.


"Katanya lo mau ngajak gue ke suatu tempat, kenapa jadi kesini," sambung Enzi.


"Ya ini tempatnya," ujar Kaivan sambil menunjuk ke arah hutan yang lebat tersebut.


"Lo enggak mau apa apain gue kan?" tanya Enzi yang sudah mulai ketakutan sedangkan Kaivan hanya terkekeh mendengar pertanyaan dari Enzi.


"Emangnya gue cowok apaan, udah ikutin aja gue nanti juga lo tau kita mau kemana," ujar Kaivan sambil menarik tangan Enzi dengan lembut dan Enzi hanya mengikuti saja walaupun dia sudah panas dingin karena ketakutan.


Bagaimana tidak panas dingin, mereka berdua memasuki hutan yang tidak ada pencahayaan dan mereka hanya menggunakan senter handphone saja.


"Kita mau kemana sih kak, gue takut banget nih."


"Kita hampir sampai bentar lagi."


Tidak lama kemudian pun mereka sampai di tujuan dan membuat Enzi kebingungan melihat nya.


"Rumah pohon?" ujar Enzi sambil menatap Kaivan bingung dan Kaivan hanya mengangguk.


"Ini rumah pohon yang gue buat sama sendiri dan tentunya dibantu sama sahabat sahabat gue, ya udah ayo kita naik biar lo liat sesuatu yang indah diatas sana."

__ADS_1


Enzi yang pertama naik ke rumah pohon tersebut dibantu oleh Kaivan agar Enzi tidak terjatuh, dan sesampainya dirumah pohon itu dia terperangah melihat pemandangan di depannya, sungguh sangat indah. Didepan rumah pohon tersebut ada danau yang sangat indah dan dihiasi dengan bintang serta bulan di malam hari.


"Lo suka?" tanya Kaivan dan Enzi hanya mengangguk cepat tanda bahwa dia sangat menyukainya.


"Gue baru tau bahwa ada tempat seindah ini di daerah sini," ujar Enzi dengan kagum.


"Orang pikir tempat ini adalah hutan, makanya nggak ada orang yang kesini dan keindahannya masih terjaga." Enzi hanya mengangguk mendengarkan penuturan dari Kaivan.


"Kapan lo nemuin tempat ini kak?" tanya Enzi.


"Setelah mama meninggal bertepatan dengan saat gue masih kelas 1 SMP dan setelah mama meninggal papa gue jadi gila kerja, papa jarang dirumah dan gue kesepian. Gue sering keluar malam buat pergi sama sahabat sahabat gue dan malam itu gue nemuin tempat ini dan tempat ini jadi tempat terfavorit gue," ujar Kaivan dengan panjang lebar sedangkan Enzi hanya menjadi pendengar saja.


"Terus papa lo masih gila kerja sampai sekarang?"


"Enggak, waktu kelas 3 SMP gue pernah kecelakaan dan mengakibatkan gue kritis dan disitu papa mulai nggak lagi gila kerja, walaupun sekarang papa jarang dirumah karena pekerjaannya, tapi sekarang kemanapun dia pergi, dia akan selalu ngabarin gue dan tanya tentang keseharian gue walaupun itu cuma 5 menit aja."


"Enzi." Panggil Kaivan.


"Iya?"


"Lo udah punya pacar?"


"Enggak, gue nggak ada pacar emangnya kenapa kak?"

__ADS_1


"Lo mau jadi pacar gue?"


Enzi terkejut mendengarkan penuturan dari Kaivan, jadi benar selama ini Kaivan menyukainya.


"Lo nembak gue kak?"


"Iyalah, siapa lagi coba disini juga ada kita berdua dan otomatis gue nembak lo, nggak mungkin gue nembak hantu," ujar Kaivan dengan terkekeh.


"Kita baru beberapa Minggu yang lalu berkenalan, kenapa kakak yakin mau nembak gue?"


"Gue juga nggak tau dengan perasaan ini, setelah ketemu lo waktu lo telat, gue udah mulai suka sama lo gue pikir perasaan gue ini salah, dan terjadi lah kejadian malam itu yang lo nolongin gue dan disitu gue mulai yakin bahwa gue suka sama lo."


"Jadi, lo mau nggak jadi pacar gue," sambung Kaivan.


"Kasih gue waktu kak buat berpikir," ujar Enzi tanpa melihat Kaivan.


"Kenapa?, lo belum suka sama gue, nggak papa gue akan buat lo suka sama gue."


"Bukan kak, gue emang belum suka sama lo, tapi ada hal lain yang harus gue pertimbangkan."


"Apa?"


"Ketakutan gue." Kaivan bingung dengan jawaban Enzi, Enzi yang melihat kebingungan dari wajah Kaivan pun menjelaskan.

__ADS_1


"Gue takut dengan laki laki, bukan takut berdekatan dengan mereka tapi gue takut dengan perasaan mereka dan ketakutan ini dimulai dari ayah yang selingkuh dibelakang bunda dan beberapa bulan yang lalu mantan pacar gue juga selingkuh. Dan ketakutan itu sekarang melekat di hati gue, jadi gue mohon sama lo kak izinkan gue untuk berpikir dulu," ujar Enzi panjang dan Kaivan hanya mengangguk.


"Gue salah nggak ya." Batin Kaivan.


__ADS_2