
Disebuah rumah terdapat beberapa orang sedang berbicara dan membahas hal hal yang sangat random, dari cicak kenapa bisa berjalan didinding hingga kenapa kucing dikasih nama kucing.
Hingga seseorang bertanya kepada satu orang temannya yang membuat mereka menghentikan aksi ketawanya.
"Lo yakin mau lanjutin taruhan ini sampai selesai?" tanya nya dengan serius.
"Iya gue yakin, emangnya kenapa sih lo dari kemarin tanya hal hal yang sama, lo suka sama dia?" dan orang yang tadi langsung menggeleng.
"Gue enggak suka sama dia, gue sudah punya pacar, gue hanya sedikit khawatir kalau nantinya hal ini ketahuan dan membuat dia kecewa sama lo, walaupun lo enggak suka sama dia dan harus lo ketahui bahwa karma akan berlaku di kehidupan ini."
Mereka semua terdiam mendengarkan perkataan dari temannya.
"Apa gue salah ya?"
"Lo harus pikir matang matang tentang rencana ini, setelah gue kenal dia kayaknya dia terlalu baik buat jadi mainan kita." Sambung nya lagi
Sedangkan ditempat lain Enzi sedang bosan dan dia hanya berguling-guling di depan tv yang berada diruang keluarga. Pasal nya hari ini adalah hari minggu dan kakak, Abang serta bundanya memiliki kesibukan masing-masing, dan dirumah hanya ada bibi serta satpam yang menjaga rumahnya.
Hingga nada dering dari handphonenya membuat dia berhenti melakukan aksi berguling guling nya itu, dan tiba tiba dia tersenyum setelah melihat siapa yang meneleponnya.
"Halo Kak Kaivan."
__ADS_1
"Halo kamu lagi ngapain sayang?" tanya Kaivan.
"Enggak lagi ngapa ngapain, emangnya kenapa kak?"
"Aku mau ngajak kamu ke pantai nanti sore, mau enggak?" tanya Kaivan.
"Boleh," ujar Enzi.
"Oke, nanti jam 4 aku jemput ya."
"Iya kak."
Sore harinya Enzi sudah siap siap untuk pergi dan dia langsung menunju ke depan rumahnya yang dimana Kaivan sudah menunggu nya.
Mereka pun berangkat, sesampainya disana mereka langsung mencari tempat yang pas untuk duduk dan menikmati keindahan laut serta langit pada sore hari.
"Kamu suka?" tanya Kaivan sambil menatap kearah Enzi dan dia menata rambut Enzi yang terkena angin pantai.
"Suka banget, aku sudah lama enggak ke pantai," ujar Enzi dengan berseri seri dan Kaivan hanya tersenyum melihat wajah Enzi dan senyum manis yang Enzi berikan dan dapat dia lihat pancaran kebahagiaan dari wajah Enzi.
"Gue harap lo selalu tersenyum seperti ini zi." Batin Kaivan.
__ADS_1
"Kak…," panggil Enzi.
"Iya kenapa?"
"Kakak ngapain liat aku sampai segitunya."
"Gue lagi ngelihat bidadari yang lagi senyum," ujar Kaivan dengan tersenyum dengan penuh makna, dan membuat Enzi heran karena dari tadi dia tidak melihat bidadari yang berada disekitar mereka.
"Dimana bidadari nya?" tanya Enzi sambil melihat ke sekitarnya untuk melihat bidadari yang dimaksud oleh Kaivan.
Kaivan Hanya terkekeh melihat kelakuan Enzi, apakah dia tidak sadar bahwasanya yang Kaivan maksud adalah dirinya. Sungguh sangat polos pacar nya ini, ingin sekali dia menderkam nya.
"Bidadari nya lagi duduk didepan aku," ujar Kaivan dan itu berhasil membuat Enzi salah tingkah karena kelakuannya sendiri.
"Lo apa apaan sih kak," ucap Enzi dengan pipi yang mulai memerah dan tiba tiba Enzi bertambah salting saat Kaivan mengelus rambutnya dengan lembut.
Mendapat perlakuan seperti itu Enzi langsung memalingkan mukanya kearah lain, dia malu bila ketahuan sedang salah tingkah dengan perbuatan Kaivan dan tiba tiba Kaivan memanggil namanya dan mengharuskan Enzi untuk melihat kearah Kaivan.
"Zi…," panggil Kaivan.
"Iya kak."
__ADS_1
"Senyuman kamu itu indah, jangan pernah hilangin senyum kamu itu ya, selalu tersenyum apa pun keadaannya." Kaivan mengatakannya dengan lembut dan itu membuat Enzi terpana dan tak ayal Enzi pun hanya mengangguk.
"Gue udah sangat sayang kepada lo Zi, gue harap lo enggak tau yang sebenarnya, gue sudah merasa nyaman sama lo Zi dan gue harap hubungan ini akan bertahan lebih lama."