
Hari ini merupakan hari minggu, hari yang sangat dinantikan oleh sebagian orang. Dimana pada hari minggu kebanyakan orang akan beristirahat dari lelahnya pekerjaan, pembelajaran dan lain sebagainya.
Begitu juga dengan Enzi saat ini,dari tadi dia hanya berguling-guling saja, dan jam baru sekitar jam setengah sembilan dan dia bosan karena tidak ada hal yang bisa dia lakukan. Bundanya sedang ke butik untuk mengurus beberapa hal yang penting, Abangnya sedang pergi dengan teman temannya begitu juga dengan Elina.
Tadi sebelum pergi Elina sudah mengajak Enzi untuk pergi bersama agar tidak bosan tapi Enzi tidak mau,dia terlalu malas untuk keluar. Tapi sekarang dia menyesal karena sudah menolak ajakan itu.
"Bosan banget sih," gerutu Enzi, tapi tiba tiba dia mendapatkan sebuah ide.
"Gue telepon Zean aja buat ajak jalan jalan." Enzi langsung mengambil handphone yang berada disampingnya untuk menelepon Zean.
"Halo sayang, ada apa?" tanya Zean diseberang sana.
"Kamu lagi dimana?"
"Aku lagi bantuin mama belanja di pasar, kenapa?"
"Yah padahal aku ingin ajak kamu jalan jalan," ujar Enzi dengan lesu
"Aku minta maaf ya, aku enggak bisa jalan jalan sama kamu hari ini, lain kali aja ya."
"Hmm, ya udah deh lain kali aja."
"Ya udah aku tutup telepon nya dulu ya, bye sayang."
"Bye."
Setelah menutup telepon dari Zean, Enzi terus berguling guling diatas kasurnya.
"Ih bosan banget sih, kalau tau kek gini lebih baik tadi ikut sama kak Elin aja, sebel banget sih," ujar Enzi sambil mengigit guling nya. Hingga suara nada dering dari handphonenya menghentikan kegiatannya dan yang menelepon nya adalah sahabat nya ,siapa lagi kalau bukan Venya.
"Woi babu!" teriak Venya diseberang sana dan Enzi langsung menjauhkan handphone dari telinganya.
"Jangan teriak teriak bego."
"Hehehehe, sorry friend."
"Kenapa lo telepon gue?" tanya Enzi penasaran karena biasanya pada hari minggu Venya sering berlibur dengan keluarga dan jarang mengabari Enzi.
"Jalan jalan ayo," ajak Venya
"Lo nggak berlibur dengan keluarga Lo?"
"Enggak, mereka semua lagi sibuk jadi enggak ada yang berlibur." Dan Enzi hanya mengangguk kepalanya sambil membentuk mulut berbentuk O.
__ADS_1
"Gimana mau gak?" tanya Venya
"Oke deh, bentar ya gue mandi dulu," ujar Enzi sambil mengambil handuknya yang berada dibelakang pintu kamarnya.
"Ya udah cepetan, gue juga mau mandi dulu, kita pergi pakai mobil gue aja ya."
"Oke, bye."
"Bye."
Enzi pun langsung memasuki dirinya ke kamar mandi untuk melakukan ritual pagi nya, setelah melakukan ritual paginya, Enzi pun memakai baju yang cocok untuk pergi dengan Venya dan pandangan terjatuh pada baju kaos warna army dan celana jeans warna hitam.
Beberapa menit kemudian dia selesai memakai baju dan pergi kedepan karena Venya sudah menunggu nya dan Enzi juga tidak lupa mengunci pintunya. Enzi juga berpamitan kepada pak Imran. Pak Imran adalah satpam yang dipekerjakan oleh bundanya setelah bercerai dengan ayahnya agar rumah aman, karena nantinya rumah ini jarang ada mereka, pasti nanti Bundanya sibuk dengan butik.
Elina, Kenzi, dan juga dirinya juga sibuk dengan kegiatan mereka masing masing, jadi supaya aman bundanya mempekerjakan satpam.
Enzi pergi ke mobil Venya yang sedang menunggu nya dan membuka pintu mobilnya
"Lama banget sih Lo."
Enzi hanya memutar mata nya malas mendengar kekesalan Venya.
"Lo aja yang kecepatan." Enzi langsung duduk dan memasangkan seatbelt di tubuhnya untuk keamanan
"Iya iya."
Mereka pun berangkat dan tujuan mereka adalah pergi ke mall untuk makan dan bermain,butuh perjalanan selama 40 menit untuk sampai di mall tujuan mereka.
Mereka langsung keluar setelah memarkirkan mobilnya.
"Ini kita kemana dulu?" tanya Enzi
"Kita ke tempat makanan dulu,gue lapar lagi padahal tadi dirumah udah makan," jawab Venya sambil mengelus perutnya.
"Ya udah ayo."
Mereka pun langsung pergi ketempat makanan yang berada dilantai 1, Enzi langsung memesan makanan dan Venya mencari tempat duduk untuk mereka.
Setelah menghabiskan makanan nya mereka pergi kelantai 3, dimana lantai 3 itu merupakan tempat bermain baik untuk anak anak ataupun orang dewasa.
Saat ini mereka berdua sedang bermain street basketball dan saat sedang asik bermain Venya melihat seseorang yang sangat familiar dimatanya.
"Enzi." panggil Venya
__ADS_1
"Apaan?" tanya Enzi sambil melihat kearah Venya
"Itu bukannya pacar lo ya?" Enzi langsung melihat kearah yang ditunjukkan oleh Venya betapa terkejutnya dia melihat Zean sedang bersama perempuan lain dan saling memegang tangan, tidak mungkin itu adik ataupun sepupunya karena Zean merupakan anak tunggal dan sepupunya hanya satu cewek dan itupun masih berusia 5 tahun, kenapa Enzi mengetahui nya karena Enzi sudah berkenalan dengan keluarga Zean jadi dia mengetahui beberapa hal tentang keluarganya.
Enzi pun langsung pergi ke arah Zean dan tanpa di sadari oleh Zean, Enzi langsung memukul kepala belakang Zean dengan keras, Zean ingin marah karena beraninya orang tersebut memukulnya tapi dia urungkan setelah melihat siapa yang memukulnya.
"E-enzi, ngapain kamu disini?" tanya Zean sambil melepaskan tangan nya dari cewek tadi.
"Oh bagus ya, katanya lagi nemenin mama belanja tapi nyatanya kamu lagi main sama cewek lain, bagus bagus banget," ucap Enzi sambil menepuk tangan nya.
"Enggak, ini enggak seperti yang kamu liat,d-dia cuma teman aku."
"Teman apanya, aku ini pacar kamu, sebulan yang lalu kamu baru tembak aku," ujar wanita yang berada disamping Zean.
Zean langsung membulatkan matanya kearah perempuan tersebut.
"Oh, selamat ya mbak, semoga langgeng terus ya." ucap Enzi sambil tersenyum kearah perempuan tersebut
"Dan untuk lo Zean,gue mau kita putus, gue enggak sudi harus pacaran sama orang yang tukang selingkuh kayak lo." Setelah mengucapkan itu Enzi langsung berlari dari hadapan mereka semua dan Venya langsung mengejar Enzi, begitu pula Zean dia ingin mengejar Enzi tapi ditahan oleh perempuan tersebut.
Enzi pergi ke lantai 1 lagi untuk menenangkan diri dan diikuti oleh Venya dibelakang. Dan mereka duduk di tempat tadi mereka makan dan Venya juga tidak lupa memesan ice cream untuk mereka berdua.
"Zean jahat banget sih sama gue," ujar Enzi dengan terisak
"Udah jangan nangis lagi, gue enggak suka sahabat gue nangisin cowok brengsek kayak si Zean tu, masih banyak cowok yang mau sama lo," ucap Venya untuk menenangkan sahabatnya.
"Gue udah trauma buat dekat dengan laki laki lagi Ven, dari ayah gue yang selingkuh dan sekarang pacar gue juga selingkuh."
"Udah nanti ada masa nya lo akan bisa menghilangkan trauma itu dengan laki laki yang sangat menyayangi lo."
"Dan kenyataannya banyak laki laki yang brengsek yang membuat trauma untuk si perempuannya, dimana laki laki suka sekali menaruh harapannya kepada perempuan dan pada akhirnya perempuan yang harus menanggung sakit hati," ucap Enzi sambil menghapus air matanya.
"Udah jangan dipikirkan lagi, lebih baik lo makan ice cream aja biar tenang pikiran lo."
"Eum, makasih ya Ven."
"Buat apa?" tanya Venya.
"Makasih Karena udah nasehatin gue," ujar Enzi sambil tersenyum kearah Venya.
"Lo itu sahabat gue, orang yang paling gue sayang setelah keluarga gue dan diri gue sendiri, apapun yang jadi masalah lo, gue akan selalu membantu lo."
Setelah mengucapkan itu Enzi langsung memeluk Venya,dia bersyukur walaupun percintaan nya tidak sebagus orang lain tapi dia memiliki keluarga dan sahabat yang menyayangi nya dan Enzi berjanji untuk tidak mengecewakan mereka.
__ADS_1