Ketabahan Seorang Wanita

Ketabahan Seorang Wanita
Bab 27


__ADS_3

Seorang gadis mungil tengah burkutat di dapur menyiapkan sarapan pagi untuk keluarga majikan nya.Ia terlihat sangat cekatan dalam memegang semua alat dapur,


kegiatannya di pagi itu tidak luput dari pandangan mata seorang Rendi Al-Farizki.


Rendi yang sudah bersiap dengan seragam kerja nya tak sengaja melihat Rahma yang sedang memasak di dapur.


Jam masih menunjukkan pukul 06.00 pagi Rendi berangkat lebih awal karena akan di brivieng oleh Pak Ridwan selaku kepala satpam .


Rendi pun berjalan menghampiri Rahma di dapur .


"Pagi..!Masak apa hari ini?"(sapa Rendi pada Rahma)


"Eh..Mas Rendi ..Masak ini mas Ikan Kakap rica-rica sama kentang balado mas"(ucap Rahma menjawab pertanyaan Rendi)


"Keliatan nya enak ya..Apa sudah siap semua?(tanya Rendi)"Kalau sudah aku minta bawain bekal ya!"(pinta Rendi)


"Iya Mas nanti saya buatin "(Ucap Rahma)


Suasana di dapur di pagi ini sungguh sangat berbeda bagi Rahma ,pasal nya seorang Rendi yang biasa nya mengajak ia berdebat kali ini malah menyapa nya dan meminta di buatkan bekal untuk nya.


"Aneh sekali Mas Rendi ..Tumben banget kan dia minta bawain bekal buat kerja"(Gumam Rahma dengan senyuman tak jelas)


Setelah bekal nya siap kemudian ia memberikan pada Rendi.


"Mas.! ini bekal nya sudah siap,(memberikan kotak makan pada Rendi) "apa mau di buatin kopi sekalian?"(Tanya Rahma)


"Iya boleh "(ucap Rendi tanpa menoleh ke arahnya karena sedang membalas pesan dari Nando)


**pesan Nando syahreza"


##Isi pesan


"Mas ,minggu depan gue di pindah ke jakarta.!nanti cariin gue kontrakan disana ya soal nya gue gak ada sodara disana"(kata Nando dalam pesan nya)


"oke gue tunggu,gampang soal kontrakan nanti gue cariin"(Balas Rendi pada Nando)


"Oke asyiaap kan enak jadi gue nya ha..ha..ha"(Kata Nando)


Setelah membalas pesan dari Nando ,ia pun meminum kopi buatan Rahma yang di letakkan di meja makan.


Karena Rendi sedang asik bermain ponsel Rahma pun berpikir mungkin sedang chatan dengan pacar ny jadi takut mengganggu.


Setelah meminum kopi Rendi pun langsung berangkat dan berpamitan pada Rahma.


"Rahma ,nanti tolong sampaikan ke Om dan Tante kalau saya sudah berangkat dan ini bekal nya saya bawa"(Ucap Rendi )


Kepergian Rendi tidak di hiraukan oleh Rahma karena baginya ia bukan lah istri dari Rendi.


Jadi untuk apa terlalu melayani nya meskipun ia pembantu dirumah itu .


Kemudian setelah selesai memasak Rahma pun bergegas ke tempat cucian di belakang .


Mumpung majikan nya belum bangun.


Fatma,Herman dan anak-anak nya yang tak mengetahui kepulangan Rahma pun di buat terkejut pasal nya sudah tertata rapi makanan di meja makan.Karena selama kepergian Rahma tidak ada yang membuat sarapan apa lagi makan malam.


"Hafidz Nisa ayo sayang sudah siang ini nanti kalian telat loh"(Ucap Fatma)


"Iya mah sebentar ini udah mau selesai"(Ucap Nisa & Hafidz)


Nisa yang duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar dan Hafidz yang sudah kelas 1 SMP itu sudah terlihat besar.


Mereka berdua pun segera menuruni tangga dan menuju meja makan.


"Mah..pah..ini ada sarapan apa mbak udah pulang"(tanya Nisa)


"Bisa jadi sih udah sayang..Sudah lanjutin sarapan dulu nanti telat"(Ucap Fatma pada anak-anak nya)


"Iya mah"(Ucap hafidz dan Nisa)


Nisa dan Hafidz sudah selesai dengan sarapan nya.Mereka pun berangkat dengan di antar mamah nya sedangkan Pak Herman berangkat membawa mobil sendiri karena akan ada meeting dadakan takut terlambat.


****


Setelah 15 menit menempuh perjalanan ,Rendi sudah sampai di tempat kerja nya ,ia pun segera memasuki ruang brifieng


Dan pagi ini ia mendapat sorakan dari seluruh teman nya di mall itu pasal nya Rendi yang tak biasa membawa bekal kali ini ada yang berbeda dengan diri nya.


Dengan bangga dan senyuman mengembang ia menenteng bekal tersebut.


"Riz...Fariz tunggu apa yang lo bawa itu"(Tanya Rio pada Rendi sambil menunjuk kotak makan yang di bawa Rendi.Pasal nya Rendi biasa di panggil dengan sebutan Fariz jika di tempat kerja nya)


"Apaan sih lo yo..Ini bukan apa-apa"(Ucap Rendi berkilah)


"Sejak kapan lo jadi suka bawa bekel gini,bukan nya lo paling anti sama masakan tante lo"(ejek Rio pada Rendi)


"Ck..lo ini emang salah kalau gue bawa bekel"(ucap Rendi berkilah)

__ADS_1


"Pasti cewek lo ya yang bawain ni bekel ya kan ...kenalin dong ,!Punya cewek di umpetin aja takut ya di ambil ha..ha.haa"(Ucap Rio sembarang pada Rendi)


"plakk..."(sebuah tamparan kecil mendarat di pipi Rio)


"Sakit gile Rizz....!penganiayaan ini nama nya"(Ringis Rio)


"Alah lebay lo yo..Ni gue kasih tau ini tuh bekel yang bawain pembantu nya tante gue .udah paham"(Jelas Rendi)


"Apa Riz..??Pembantu Tante lo?Cantik gak?Buat gue ya,kenalin dong ?"(Berondong pertanyaan dari Rio)


"Dasar gesrek..Punya temen pikiran nya cewek doang"(Gerutu Rendi)


"Yaudah kalau lo gak ngenalin ke gue..gue bakal main kerumah lo kenalan sendiri dah..."(Ucap Rio dan berlari meninggalkan Rendi)


"Rio gilaa...Gue gak akan biarin lo deketin cewek yang gue suka"(Gerutu Rendi)


Setelah berdebat dengan Rio,kini ia sudah menempati posisi dimana ia di tugaskan .


Rendi terus berkeliling melayani pengunjung yang datang kadang ada yang mengajak nya berkenalan namun tidak ia tanggapi karena pikir nya harus profesional dalam bekerja.


Saat ia hendak menuju toilet tiba-tiba seorang wanita memanggilnya.


"Fariz..Fariz..tunggu"(Kata wanita tersebut)


"Ada apa lagi sih..?Kenapa kamu temui aku lagi?"(Tanya Rendi dengan wajah malas)


"Riz,dengerin penjelasan aku dulu "(rengek wanita tersebut)


"Penjelasan apa lagi hah.?Setelah kamu abaikan aku 1tahun sebelum kamu selingkuh dari aku sekarang dengan mudah nya kamu datang minta maaf sama aku..! ini hati Des,bukan puzzle yang setelah kamu acak-acak bisa kamu satuin lagi.Ibarat piring udah pecah gak akan bisa balik ke semula"(jelas Rendi membuat desti terdiam )


"Denger ya Desti,dulu aku memang sayang sama kamu,tapi itu dulu .!setelah kamu sia-siain kepercayaan aku,4 tahun kita pacaran dengan mudah nya kamu selingkuh di belakang aku ,terus kamu dengan senang nya menikmati pergumulan itu,,beruntung aku tau lebih awal dari pada nanti setelah kita menikah ,aku yang melihat kamu aja sudah merasa jijik .Kamu memang baik tapi sebelum kamu melakukan kesalahan itu.Sekarang lebih baik kamu pergi dan jangan pernah datang di kehidupan aku."(Bentak Rendi pada Desti)


"Tapi Ren ..! itu semua gak seperti yang kamu pikir .Aku di jebak Ren,"(ucap Desti dengan tangisan nya)


"Buang air mata buaya kamu ,aku gak pernah percaya dengan siluman rubah kaya kamu"(Ucap Rendi dan ia segera meninggalkan Desti di depan toilet)


Desti hanya menangis mendapat perlakuan dari Rendi seperti itu.


Andai saja ia tak melakukan kesalahan ,mungkin ia saat ini sudah menikah dengan Rendi dan memiliki seorang anak.


Flashback on...


Rendi yang sehabis meeting dengan klien dari papah nya ,karena mewakilkan sang papah yang tidak bisa hadir di meeting tersebut.Terpaksa Rendi yang harus datang.


Saat itu Rendi masih menjadi wakil papah nya sebagai wakil direktur.


Desti maharani yang menyandang sebagai tunangan Rendi pun merasa bangga dengan memamerkan hubungan mereka berdua.


Saat Rendi menyetir mobil tiba-tiba ponsel milik nya berbunyi.


 


***drtttt....drttt...drtt...


 


"Calling is Desti Love"


ia pun segera memasang earphone di telinga nya.


"Hallo..ada apa sayang?"(Tanya Rendi)


"Sayang maaf ya makan malam nya nanti di batalin"(Ucap Desti di sebrang telfon)


"Loh kenapa?Kan sudah di pesen yank semua nya!"(Ucap Rendi)


"Aku ada Acara sama mamah papah yank, Maaf ya"(Kata Desti)


"Yasudah kalau gitu yank,aku bawa mobil dulu"(ucap Rendi dan melepas earphone di telinga nya***)


Rendi pun hanya bisa mengumpat sejadi-jadi nya karena makan malam yang sudah di rencanakan gagal begitu saja.Rencana memberi hadiah pada kekasih nya itu harus batal.


"sekali ini batal gpp..mungkin besok masih bisa"(Ujar Rendi menghibur diri nya sendiri)


Ia pun melaju sangat kencang menuju kediaman orang tua nya yang berada di kota bandung.Tak berapa lama ia pun sampai dirumah nya,Ia segera turun dan masuk ke dalam rumah.


Rendi segera membersihkan diri nya melihat waktu sudah hampir malam.


Saat hendak mengambil pakaian yang ada di lemari tiba-tiba ponsel nya berbunyi.


 


\**Calling Bagas


 


drtt...drtt...drt...

__ADS_1


"Hallo ada apa gas "(Ucap Rendi malas)


"Lo dimana sekarang"(Tanya Bagas)


"gue dirumah baru pulang aja kenapa?"(tanya Rendi )


"Mending sekarang lo ke hotel XXX deh..Buruan ya"(Pinta Bagas )


"Ngapain ke hotel sih..gue males kali Homo sama lo"(Gerutu Rendi)


"Dih najis gue juga Homo sama lo Ren..Mending sekarang lo cepet kesini gue tunggu..Buruan"(Ucap Bagas)


"Iya -iya bawel amat dah lo udah kaya lagi PMS aja"(ejek Rendi )


"Gak usah Bercanda Rendi gue lagi serius ini"(Ucap Bagas)


"Oke otw "(Ucap Rendi dan segera bergegas keluar kamar mengambil kunci mobil*** )


Marissa yang melihat abang nya berlari merasa curiga dan langsung mencegah abang nya agar tidak terburu-buru.


"woy ...bang ..mau kemana buru-buru"(Tanya Marissa )


"Udah minggir de..Anak kecil gak boleh tau"(Ketus Rendi)


"Mah..Bang Rendi ini sama adek nya galak banget ..!"(Adu Marissa pada Sintia sebagai mamah nya)


"Bisa nya lo ngadu sama mamah..Udah nanti kalau udah kelar nanti gue ceritain"(Kata Rendi)


"Oke janji ya..Tapi uang jajan gue lo transfer sekarang 1 juta oke dahh"(Ucap Marissa pada Rendi)


"Punya adek matre banget ..Udah gue pergi dulu"(Pamit Rendi pada Marissa)


"Oke abang ganteng"(Ucap Marissa)


20 menit kemudian..


Rendi sudah sampai di lokasi yang dikirimi Bagas dan terlihat Bagas sudah menunggu disana.


"Ada apa sih Gas..sampe se..serius ini lo nyuruh gue kesini .Kalau gue suruh nyaksiin percintaan lo gue males Bagas mending gue balik lagi."(Gerutu Rendi dan hendak berbalik namun di tarik oleh Bagas)


"Eitsss...lo bisa gak sih otak lo itu positif dulu Ren, ini menyangkut masa depan lo"(Ucap Bagas sedikit meninggi.Karena sahabat nya ini tidak pernah serius)


" Oke kali ini gue serius sekarang apa yang mau lo tunjukin"(Tanya Rendi)


"Ikut gua sekarang"(ajak Bagas)


Mereka berdua memasuki lobby hotel dan terus menelusuri lorong hotel.


Dan berhenti di kamar 309.


"Kenapa berenti disini?kata nya mau nunjukkin sesuatu?"(Tanya Rendi)


"Sekarang mending lo ketok tuh pintu dan liat siapa yang ada di dalem"(Perintah Bagas)


"Males kali..kalo tuh laki bini lagi bercinta yang ada gue di getok sama mereka"(ucap Rendi)


"Ya udah kalau gitu gue yang ngetok tu pintu"(Ucap Bagas)


tok...tok..tok...(Suara ketukan pintu)


Sampai ketukan ke 3 belum juga terbuka .ketika hendak ke ketukan ke 4 tiba-tiba pintu terbuka.


Terlihat jelas Desti Maharani tunangan dari Rendi Al-Farizki hanya memakai balutan selimut.Rendi yang melihat nya hanya bisa menganga dan langsung menerobos masuk ke dalam kamar.


"Buggghhh...bughhh...Bughhhhh..(hantaman demi hantaman melayang di wajah pria yang sedang santai duduk di tepi ranjang)


"Fariz...cukup ..hentikan"(Pinta Desti melerai pertikaian itu)


"Udah puas lo tidur sama dia..Udah puas hah...?"(Bentak Rendi pada Desti)


"Gue udah cukup gak akan mau kenal sama lo lagi.."(Ucap Rendi dan pergi meninggalkan Desti)


"Fariz..tunggu"(rengek Desti)


"Apa lagi..gue kecewa sama lo.mulai sekarang kita bukan apa-apa lagi.Pertunangan dan rencana pernikahan batal"(Ucap Rendi geram)


"Fariz.....!!!"(Teriak Desti)


Bagas yang menyaksikan nya langsung menghampiri Desti.


"Makanya punya cowok di jaga .Bukan nya tuh barang lo gilir kesana kemari .Lo pantes dapetin ini semua"(Cibir Bagas)


Kemudian Rendi dan Bagas pergi meninggalkan hotel tersebut.


Bagas berusaha menenangkan Rendi,pasti haatinnya sangat kecewa.


Kekasih yang ia bangga-banggakan dengan mudah nya memberi tubuh nya ke pria lain.

__ADS_1


__ADS_2