Ketabahan Seorang Wanita

Ketabahan Seorang Wanita
Bab 30


__ADS_3

3 tahun kemudian...


Saat ini Rahma sudah menyandang status sebagai mahasiswi di salah satu kampus ternama di jakarta dengan jurusan bahasa inggris karena ia ingin menjadi guru bahasa inggris dan menjadi guru honorer di sekolah dasar untuk mengisi waktu kosong nya,semua berkat keluarga Bu Fatma dan Pak Herman mantan majikan nya dulu .


Azis selaku tunangan Rahma, ia juga berada di jakarta karena memiliki perusahaan Pangan dan industri hasil kerja keras nya selama ini tak luput dari dukungan gadis mungil yang selalu mensupport nya.


Saat hendak mengajar tiba-tiba ponsel milik Rahma berbunyi.


***drttt...drttt...drttt"


**calling is My Fiance**


"Hallo assalamualaikum kak."(Ucap Rahma menjawab telfon dari tunangan nya)


"walaikumsalam sayang, sudah ngajar ya?"(Tanya Azis)


"Belum kok sebentar lagi, Ada apa kak?"(Tanya Rahma)


"Cuma ngingetin jangan lupa makan siang nya nanti ,maaf gak bisa makan siang bareng "(Ucap Azis memberitahu)


"Oh iya kak gak papa,lagian hari ini aku kuliah siang jadi kemungkinan pulang juga sore."(Ucap Rahma)


"Yasudah kakak tutup dulu ya ,soalnya mau meeting.Dah...Love you"(Ucap Azis)


"Oke dah kak love you to assalamualaikum"(Ucap Rahma lalu mematikan sambungan telfon nya dan menaruh di saku celana nya***)


Setelah panggilan nya berakhir ia segera memasuki kelas yang akan ia ajar pagi ini.


Pelajaran sangat lancar dan murid-murid nya pun cepat tanggap.


Tak terasa jam pelajaran akan segera berakhir,dengan segera ia menutup pelajaran yang ia berikan pada murid-murid nya.


****


Di tempat lain Azis akan memulai meeting dengan clien nya dari perusahaan Anggara Corporation.


"Silahkan duduk pak ,Saya Azis selaku pimpinan dari perusahaan Bramana Company."(Ucap Azis memperkenalkan diri)


"Ya terimakasih pak ,Saya Herman pimpinan Anggara Corporation"(Ucap Herman seraya menjulurkan tangan nya dan mereka berjabat tangan)


45 menit meeting berjalan dengan lancar persentasi Azis sungguh memuaskan di hadapan Herman.


"Anda sungguh pemuda yang berbakat ,di usia mu segini sudah mempunyai perusahaan sendiri"(Ucap Herman memberi apresiasi pada Azis)


"Tentu tidak sebanding dengan perusahaan bapak ,ini suatu kehormatan bagi saya karena bisa bekerja sama dengan anda "(Ucap Azis merendah)


"Baiklah kalau begitu malam ini saya undang anda untuk makan malam di restoran Xx supaya lebih terjalin kerja sama ini"(Ucap Herman pada Azis)


"Baik pak terimakasih"(Ucap Azis)

__ADS_1


Mereka berdua menandatangani kesepakatan atas kerja sama nya.


Setelah dirasa cukup dan sudah selesai ,Herman segera pamit undur diri.


Sejak kepergian Cliena nya ia segera menghubungi kekasih nya untuk makan siang di restoran favorit mereka.


"***Calling is Honey "


tut..tut..tut..


"Hallo sayang"(ucap suara di sebrang telfon)


"Sayang cepat kemari kita makan siang bersama karena aku menang tender"(Ucap Azis)


"Oke sayang , aku otw kesana"(Ucap wanita di sebrang telfon***)


kemudian panggilan telfon langsung terputus.


Azis segera keluar dari ruangan kerja nya .


Ia memberitahu pada sekretaris nya agar jadwal hari ini dibatalkan semua karena ia akan ada urusan penting.


"Batalkan semua jadwal hari ini"(perintah Azis pada sekretaris nya)


"Baik pak."(Ucap Mirna sebagai sekretaris Azis)


*******


Ia pikir jika memang jodoh takkan kemana.


Nando di angkat menjadi sekretaris pribadi oleh Rendi.


Azis sebagai sahabat Nando ,ia pun mengetahui bahwa saat ini Nando telah bekerja di perusahaan tambang batu bara yang terkenal di seluruh penjuru indonesia.


"Nando..Tolong pesankan saya makan siang dari restoran biasa"(Ucap Rendi di sebrang telfon .Karena ruangan bersebelahan)


"Baik mas."(jawab Nando)


30 menit kemudian ...


tok...tok..tok..


"Masuk..!"(Perintah Rendi)


"Ini mas pesenan nya yang tadi"(Ucap Nando seraya meletakkan kotak pesanan atasan nya)


"Makasih..!Nanti ikut saya meeting kira-kira 1 jam lagi , tolong di siapin semua berkas nya"(pinta Rendi)


"Baik Mas"(Ucap Nando lalu pergi dari hadapan Rendi)

__ADS_1


Setelah selesai makan siang ia bergegas keluar dari ruangan nya.


Lalu pergi menuju restoran yang akan ia buat meeting oleh clien nya di luar.


" Mau di restoran mana Mas?"(Tanya Nando)


"Restoran Xx.."(Ucap Rendi dingin)


Nando lebih memilih tak menjawab dan serius mengemudi mobil yang ia kendarai .


Saat tengah serius tiba-tiba ponsel milik Rendi berbunyi.


***drttt...drtt...drttt...


"Calling Is Marissa Ica"


"Hallo calon dokter ha.ha..ha."(Ucap Rendi bergurau bersama adik nya)


"Ah..Bang Rendi ini .Ica kan masih 3bulan lagi baru menyandang status dokter bang"(Ucap Marissa)


"Ya gak apa-apa dong dek..Sama aja nanti juga jadi dokter, oh ya ada apa ini tumben"(Tanya Rendi)


"Papah minta abang buat dateng di acara makan malam sama Om Herman kata nya ada clien yang mau kerja sama dengan perusahaan yang di pimpin abang secara langsung"(Ucap Ica memberitahu)


"Oke..Abang pasti dateng"(Ucap Rendi***.)


Lalu panggilan di akhiri.


Nando hanya terdiam melihat Rendi yang menjadi dingin kembali.


"Nanti malam kamu ikut saya lagi ya ,ini penting jangan nolak"(pinta Rendi)


Nando belum menjawab malah sudah di skak mat oleh Rendi.


Sesampainya di restoran ternyata clien nya sudah menunggu.


Mereka langsung memulai pembahasan pada inti nya,dan selalu berakhir dengan membuahkan hasil.


Tidak sia-sia ia kembali di perusahaan papah nya ,Semua berjalan sesuai keinginan .


Meskipun di ibaratkan semakin tinggi pohon semakin berat guncangan angin nya terasa.


*****###


Maaf ya para readers langsung author skip karena kalau di ceritain secara rinci sampai 50 episode juga gak akan habis..


Semakin kesini semakin menarik loh..


Jangan lupa beri vote dan tinggalkan komen serta like nya ..

__ADS_1


terimakasih


selamat membaca😎😎😎


__ADS_2