Ketabahan Seorang Wanita

Ketabahan Seorang Wanita
Bab 39


__ADS_3

Ia benar-benar terlihat sangat lelah,setelah seharian bekerja menemui clien nya dan memenuhi undangan rapat penting dari relasi bisnis nya.


Sejak kejadian di restoran itu Rendi tidak pernah menghubungi Rahma kembali ,karena gadis nya itu tidak ingin di ganggu oleh siapapun.Karena ia ingin memberi ruang terhadap Rahma.


Namun berbeda dengan hari ini ia begitu kecewa dengan keputusan yang di ambil oleh gadis nya.Ia pikir dengan tidak mendekati nya kembali ,Rahma tidak akan menerima kembali Azis di sisi nya. Namun perkiraan dia salah besar .


"Baiklah kalau begini jalan pikiran mu,aku relakan...Namun suatu saat nanti aku pastikan kamu akan menjadi milikku ,ku harap kau tidak akan menyesal dengan keputusan mu kali ini"(Batin Rendi)


Saat ia tengah memikirkan gadis nya itu,ia mendapat telfon dari seseorang.


Calling is +62813.....


"Hallo apa yang kamu dapat?"(Tanya Rendi)


"..."


"Oke...Pantau terus saya minta hasil yang terbaik "(Ucap Rendi)


"...."


"Ikut terus kemana dia pergi ,jangan sampai lolos"(Ucap Rendi kembali)


Sambungan telfon terputus ,lalu ia segera berjalan ke kamar mandi untuk menyegarkan diri nya .Menenangkan pikiran nya.


******


Di kantor Azis


Azis tengah sibuk dengan laptop nya,karena akan ada meeting penting yang akan di pimpin oleh Rendi yaitu Relasi bisnis nya untuk mengadakan Rapat tahunan.


Azis tidak ingin melewatkan kesempatan ini ,karena perusahaan Rendi adalah investor terbesar di perusahaan nya,jadi ia tidak ingin mengecewakan nya.


Tok...tok..tok..(Suara ketukan pintu)


"Masuk.!"(Ucap Azis)


"Maaf pak, ada wanita yang ingin bertemu dengan anda pak"(Ucap Mirna memberi tahu)


"Siapa?"(Tanya Azis)


"Bu Desti pak"(Ucap Mirna)


"Oke suruh dia masuk"(Perintah Azis)


Setelah mendapat izin dari atasan nya lalu ia menyuruh Desti untuk masuk.


"Bu silahkan masuk"(Ucap Mirna)


"Makasih"(Jawab Desti ketus)


Mirna yang melihat tingkah Desti hanya bisa mengelus dada saja.


"Bisa-bisa nya ya pak Azis punya pacar seperti mak lampir begitu"(Batin Mirna)


Mirna lalu meninggalkan ruangan bos nya itu ,lalu melanjutkan pekerjaan nya kembali.

__ADS_1


Sementara itu Desti masuk ke dalam langsung memeluk Azis.


"Sayang..Aku kangen kok gak pernah dateng ke apartement aku"(Rengek Desti pada Azis)


"Maaf aku sibuk "(Ucap Azis sambil mengerenyitkan alis nya)


"Ya udah deh nanti malem aku tunggu di apartement ya sayang"(Ucap Desti menggoda)


"Iya nanti aku pasti dateng ,tapi biarkan aku bekerja untuk saat ini"(Ucap Azis)


"Aku ingin memberi mu hadiah nanti malam,jadi awas kalau gak datang ya sayang...Cupp"(Ucap Desti berlalu pergi tak lupa meninggalkan ciuman di pipi kekasih nya)


"Iya aku pasti dateng Desti sayang"(Ucap Azis )


Desti lalu keluar dari ruangan Azis dengan senyum sumringah .


Pasal nya ia ingin menagih janji Azis kepada nya yang akan menikahi nya nanti.


"Kalau kerja yang bener jangan pada liatin saya seperti itu"(Bentak Desti pada semua staf yang memperhatikan nya secara tajam)


Semua staf langsung tertunduk saat mendapat teguran dari Desti .Mereka takut kalau-kalau nanti di pecat jika Desti berani mengadukan pada bos nya itu.


"Ma..Maaf bu"(Ucap semua karyawan secara serentak dengan menunduk)


Seluruh karyawan yang ada di kantor itu tidak suka melihat kedatangan Desti apa lagi dengan sikap nya sampai-sampai ada yang mencibir atas sikap Desti yang sok seperti nyonya di kantor itu.


"Bisa mati kita kalau nanti dia jadi istri bos kita"(Ucap nia selaku staf keuangan)


"Iya yang ada kita di omelin terus sama nenek lampir seperti dia"(Timpal Mirna)


Saat sedang asyik bergosip tiba-tiba suara deheman langsung menghentikan acara ghibah tersebut.


"Masih mau kerja disini atau mau saya pecat?"(Suara Azis meninggi)


"Masih mau kerja pak"(Ucap mereka)


"Lanjutin kerja jika kalian masih mau bekerja disini.Jangan kebanyakan gosip.!"(Bentak Azis)


Setelah menegur seluruh karyawan nya yang sedang bergosip,ia langsung pergi menuju perusahaan milik Rendi.


Karena rapat tahunan akan di adakan disana.


Beberapa saat kemudian..


Azis telah sampai di depan gedung yang menjulang tinggi nan megah itu berbeda dengan perusahaan milik nya.


Ia kemudian masuk lalu bertanya pada resepsionis di depan.


"Saya Azis Setiawan bisa bertemu langsung dengan Pak Rendi karena sudah janji akan mengadakan Rapat "(Ucap Azis)


"Baik pak tunggu sebentar "(Ucap Siska yang bertugas sebagai resepsionis)


Siska kemudian menelfon nomor yang menghubungkan ruangan direktur nya,saat sudah mendapat persetujuan ia baru berani untuk mempersilahkan.


"Maaf Pak silahkan Bapak masuk dari sini lurus aja nanti naik lift ke lantai 25 terus Bapak mengkol kiri untuk ke ruangan Bapak Rendi"(Ucap Siska dengan manis)

__ADS_1


"Terimakasih"(Ucap Azis)


Azis langsung berjalan sesuai arahan yang diberi oleh siska.Ia langsung memencet angka 25 untuk menuju ruangan Rendi.


Ting...(Bunyi Lift terbuka)


Ia berjalan menyusuri lorong di kantor itu,ia sungguh takjub dan kagum,desain yang begitu simple tidak terlalu banyak embel-embel di dinding nya membuat Azis semakin terkagum melihat nya .


Lebih-lebih ia sudah berada di ruangan Rendi saat ini.


Kebetulan Nando yang ruangan nya di depan ruangan milik Rendi ,ia melihat Azis datang seorang diri.


"Ngapain kesini?emang di undang sama bos gue?"(Tanya Nando)


"Lo cuma bawahan jangan sombong Nando Syahreza,lo itu cuma kacung nya Rendi jadi jangan songong sok jadi bos"(Ucap Azis meninggi )


"Kalau lo mau ketemu nanti ,gue panggilin dulu "(Cegah Nando saat Azis akan bablas masuk ke ruangan Rendi)


Nando kemudian beranjak dari duduk nya ,ia segera mengetuk pintu ruangan Rendi.


Tok...tok..tok..(Suara ketukan pintu)


Nando mengetuk pintu lalu terdengar perintah dari dalam.


"Masuk!"(perintah Rendi)


"Maaf Mas di depan ada Azis kata nya mau rapat sama mas gitu dia bilang nya"(Ucap Nando menjelaskan)


"Biarin suruh dia masuk saja "(Perintah Rendi)


"Iya mas"(ucap Nando)


Nando pun segera keluar untuk memberitahu Azis


"Sono masuk ..!Udah di suruh sama Bos!"(Ucap Nando seraya melengos ke meja nya kembali)


Azis kemudian masuk ke ruangan nya Rendi.


"Silahkan duduk Pak Azis"(Perintah Rendi)


"Terimakasih Pak Rendi,gimana untuk rapat kita sekarang Pak?"(Tanya Azis to the point)


"Rapat akan di mulai 5 menit lagi di ruangan sebelah setelah saya menyelesaikan ini."(Ucap Rendi)


"Oh baik pak jika seperti itu"(Ucap Azis mengerti)


Mereka ngobrol-ngobrol ringan ,namun tidak dengan Rendi yang menampilkan senyum kepalsuan karena sesungguh nya ia benci sekali dengan pria yang ada di hadapan nya saat ini.


5 menit kemudian..


Rapat akan segera di mulai yang di pimpin langsung oleh Rendi.


Rendi menjelaskan bagaimana progres perkembangan perusahaan yang ia jalin kerja sama nya dengan Azis.


Setelah 1 jam rapat berlangsung kemudian di akhir dan di tutup dengan makan siang bersama di kantor.

__ADS_1


Azis berpamitan pulang setelah semua nya selesai,senyum mengembang sumringah terpancar di kedua bola mata nya.


Mata nya berbinar-binar karena bahagia berhasil mendapatkan omset yang besar berkat bekerja sama dengan Rendi.


__ADS_2