
Bagas mengemudi dengan sangat santai,terlihat Rendi masih tertekan dengan kejadian yang baru saja terjadi.
Kemudian Bagas memberanikan diri memulai pembicaraan.
"Ren..?Lo masa mau seperti ini terus Ren.!Cewek kaya gitu gak perlu lo tangisin "(Kata Bagas)
Rendi masih saja terdiam,setelah di pikir-pikir bahwa yang di katakan Bagas ada benar nya.
Kemudian ia pun membuka mulut nya untuk berbicara.
"Lo bener Gas,, thanks udah nunjukin ini semua ke gue"(Ucap Rendi)
"Gue ngelakuin ini karena gue sayang sama lo Ren"(Ucap Bagas)
"Lo bilang sayang sama gue? Najis amit-amit gue ,,ya kali setelah putus dari desti gue pacaran sama lo ogahh Bagas"(gerutu Rend kembali sambil menoyor kepala sahabat nya itu)
"Wei..Ren santuy kali ah...Gue sayang sama lo sebagai sahabat bukan sebagai pacar karena bagi gue lo itu udah seperti kakak gue sendiri"(Ucap Bagas)
"Ya kirain aja lo demen nya ama laki ,soal ny kan lo sampe sekarang masih jomblo"(Ejek Rendi)
"Kalau mau ngejek gak usah bawa-bawa status juga kali bos,jiwa jomblo gue meronta-ronta nih"(Ucap Bagas cemberut)
"Ha...ha..haa..Tapi gue makasih banget sama lo(menepuk bahu Bagas)"Kalau lo tadi gak nelfon gue mungkin tuh si Desti akan **** selingkuhin gue terus kaya gini"(Ucap Rendi lesu)
"Terus rencana lo selanjut nya apa?"(Tanya Bagas)
"Nanti gue pikirin lagi"(kata Rendi)
Setelah menempuh perjalanan kira-kira 25 menitan karena melaju dengan kecepatan rendah,akhir nya mereka sampai di rumah Rendi.
Kedatangan mereka langsung di sambut dengan Marissa dan mamah Sintia.
"Loh Gas,,kok bisa sama Rendi?Bukan nya tadi Rendi pergi sendiri ya?"(Tanya Sintia)
"He..he iya tan soal nya tadi di suruh nemenin Rendi di luar tan"(Jawab Bagas memasang tampang biasa-biasa saja)
__ADS_1
"Oh gitu , ayo masuk ke dalem aja tante masak banyak loh"(Ajak Sintia pada Bagas)
Bagas & Sintia masuk ke dalam rumah terlebih dahulu.Sedangkan Rendi masih berada di luar bersama Marissa.
"Dek..! Sebenernya anak nya mamah itu abang apa Bagas sih?"(tanya Rendi pada adik nya)
"Ha..ha..ha Abang gue lucu banget kalau udah cemberut kaya gitu"(Tawa Marissa terbahak-bahak membuat Rendi merasa kesal)
"Gak Marissa gak mamah sama aja ,mending gue tingga dirumah tante Fatma aja"(Gerutu Rendi yang tak terdengar oleh Marissa)
Rendi pun pergi meninggalkan Marissa yang masih terdiam di depan menunggu kepastian abang nya,ia lebih memilih masuk ke dalam kamar.
Kemudian di susul Marissa yang juga ikut masuk ke dalam.
*****
Di meja makan Bagas dan tante Sintia sedang makan malam.
Marissa yang melihat nya hanya melongo melihat mereka berdua sangat asik sementara anak-anak nya malah di biarkan di luar.
"Enak banget ya kaya nya sampe anak nya sendiri aja di lupain di tinggal di depan(Sindir Marissa) Bener kata abang yang anak nya itu Bagas Apa Abang sama Marissa sih mah"(Ucap Marissa dengan nafas kasar)
"Sayang ..! Ica mamah ini sayang loh sama abang sama Ica.Gak boleh iri sama Mas Bagas ,mamah begitu karena Bagas kan gak ada orangtua kasian dia hidup sendiri "(Jelas Sintia.Ica adalah panggilan sayang di keluarga nya)
"Ya udah ayok kita makan sama-sama(ajak Sintia pada putri nya).Abang mana ca?"(Tanya Sintia)
"Abang di kamar mah"(Jawab Marissa)
"Yaudah biarin aja.Nanti kalau dia laper juga turun sendiri"(Ucap Sintia)
Saat mereka bertiga tengah asyik menyantap makanan nya tiba-tiba Rendi datang dan langsung mengambil piring namun tak mengeluarkan sepatah kata pun.
Ia ingin segera mengungkapkan apa keputusan nya.
Setelah selesai makan ia langsung mengutarakan apa isi hati nya.
__ADS_1
Kemudian ia menceritakan pada mamah juga adik nya.Bagas yang menjadi saksi bisu dalam kejadian itu hanya terdiam mendengar cerita dari Rendi,ternyata tak cuma yang ada di meja makan saja yang mendengar ,Pak Ferdinan yang baru saja pulang dari kantor pun turut mendengar.
"Jadi apa keputusan mu saat ini Ren?"(Tanya papah Ferdinan)
"Keputusan Rendi sudah bulat mah pah,Rendi akan menjadi orang biasa dan menjadi karyawan biasa.Rendi akan tinggal sementara di rumah Tante Fatma mah pah,tolong izinin Rendi"(Ucap Rendi memelas)
"Sampai kapan nak?"(Tanya Sintia)
"Sampai Rendi benar-benar menemukan cinta sejati mah,Rendi akan mulai semua nya dari nol"(Jawab Rendi)
"Baiklah .Kapan kamu berangkat ke jakarta"(Tanya Ferdinan)
"Besok pah"(Jawab Rendi)
"Bang lo gak sayang ya sama gue ,,, tega abang ninggalin Ica disini"(rengek Ica pada abang nya)
"Abang pergi juga cuma buat kerja kok.Nanti kalau udah bawa calon kakak ipar yang baik pasti gue pulang"(Ucap Rendi)
Akhirnya mereka menyetujui apa keputusan Rendi.
Sejak saat itu kejadian itu membuat Rendi dingin pada seorang wanita.
Ia melakukan semua ini semata-mata hanya karena ingin mencari cinta yang sesungguh nya.
Flashback off..
****
Kekecewaan membelajarkan kita tentang arti nya kesabaran dan ikhlas dalam menjalani semua yang di beri oleh sang pencipta.
Jodoh,rezeki maut hanya allah lah yang tau.
Sabar dan tawakal adalah kunci nya.
πππ
__ADS_1
Tetep dukung karya author ya para readers jangan lupa vote dan tinggalkan jejak di kolom komentar .πππ
Selamat membacaπππ