Ketabahan Seorang Wanita

Ketabahan Seorang Wanita
Bab 31


__ADS_3

Rahma sudah keluar dari kelas nya karena jam pelajaran sudah selesai, ia berjalan menyusuri lorong kampus .Setiap mata yang memandang nya selalu saja terpesona akan kecantikan di balik hijab nya, selain gadis yang pendiem ia adalah mahasiswi berprestasi di kampus itu.


Ia masuk di kampus nya dengan jalur beasiswa ,tidak terasa 1 tahun lagi ia akan mendapat gelar S.PD , Rahma senang karena berhasil menggapai cita-cita nya.


Kemudian ia duduk di bangku taman kampus lalu menelfon Umi nya karena sudah rindu.


"***Calling Umi Surgaku😘😘😘"


tut...tut...tut..(nada sambung telfon)


"Hallo assalamualaikum nak"(ucap Umi)


"Walaikumsalam umi ,Umi sedang apa?"(Tanya Rahma)


"Ini lagi istirahat sayang, apa jam kampus mu sudah selesai?"(tanya Umi)


"Sudah Umi ,ini sebentar lagi Rahma pulang."(Jawab Rahma)


"Yasudah kalau pulang hati-hati nak."(Ucap Umi mengingatkan)


"Iya Umi siap . Oh ya Umi Romi sudah pulang?"(Tanya Rahma)


"Belum nak , masih 4 bulan lagi adik mu pulang .Penerbangan nya baru saja 2 bulan, adik mu kan pulang nya 6 bulan sekali ."(Ucap Umi memberitahu)


"Ya sudah Umi Rahma tutup dulu ya nanti di sambung lagi ,assalamualaikum umi"(Ucap Rahma dan mematikan ponsel nya ,tak lupa mengucapkan salam***)


Sehabis menelfon Umi nya ,ia segera berjalan menuju parkiran kampus untuk mengambil motor matic nya yang ia gunakan sehari-hari untuk mengajar dan kuliah.


Ia mengendarai dengan sangat hati-hati karena takut jika terjadi apa-apa kalau ia membawa dengan kecepatan tinggi.


Romi Putra Mahendra sang adik yang mempunyai cita-cita menjadi pilot kini sudah terwujud berkat sang kakak yang bekerja keras membantu nya.


Selain itu Romi pintar dan jenius dalam pelajaran. Berkat kejeniusan nya ia berhasil masuk melalui jalur undangan untuk mendapatkan beasiswa di sekolah penerbangan bagi siswa berprestasi.Kini ia sudah keliling dunia dengan senyum bangga ia bekerja demi membahagiakan Umi nya.


Romi dan sang kakak sedang menabung mengumpulkan uang untuk membelikan rumah yang layak untuk orangtua nya yang mengurus mereka seorang diri.


Mereka berdua kadang merasa sedih dengan keadaan Umi nya yang selalu menerima bagaimana pun keadaan yang terjadi.


25 menit kemudian...


Rahma sudah sampai di kosan nya yang letak nya tidak begitu jauh dari kampus.


Ia segera bergegas membersihkan badan nya untuk melaksanakan shalat ashar.


Sehabis itu ia segera memasak dan mengeluarkan sayuran yang ada di kulkas di dalam kamar nya.


Karena letak dapur ada di luar kamar , hal itu tentu membuat Rahma menjadi pusat perhatian penghuni kos yang ia tempati.


Ia dengan lihai dan cekatan melakukan semua nya , dan Ibu Kos yang melihat lalu menghampiri.


"Eh...!Nak Rahma sudah pulang dari kampus?(Tanya ibu kos).Lagi masak apa itu kok keliatan nya enak banget ya.?"(Tanya ibu kos kembali)


" Iya bu, ini tadi pulang kampus langsung masak ayam kecap dan sayur kangkung,soal nya biar lebih irit kalau masak sendiri."(Ucap Rahma)


"Oh gitu iya bagus kalau ada prinsip begitu, ya sudah ibu tinggal dulu ya."(Kata ibu kos )


Setelah 45 menit memasak untuk perut nya sendiri ia pun masuk kembali ke dalam kamar nya,meletakkan nya di meja dekat kulkas yang tidak begitu besar namun lebih terlihat nyaman untuk ia tinggali.


Saat ia ingin menyantap makanan nya tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar nya.


Tok..tok..tok.."(suara ketukan pintu)


"Mbak..Mbak Rahma!"(Ucap suara di sebrang pintu)


Kemudian Rahma pun membukakan pintu nya terlihat ternyata melani tetangga sebelah nya.


"Ada apa Mel?"(Tanya Rahma)


"Boleh gabung gak mbak ? soal nya sendirian makan nya."(Ucap nya lalu menunjukkan apa yang ia bawa di tangan nya)


"Astaga Melani ya boleh dong , ayo masuk ke dalem kamu bawa apa itu?"(Tanya Rahma)


"Bawa mietiaw mbak ini ,(Menunjuk makanan) Apa mbak mau?"(Tanya Melani)

__ADS_1


"Gak ah gak hieginies nanti itu..Maaf ya soal nya aku gak biasa makan mie gituan"(Ucap nya memberitahu)


"Ya gak apa-apa kok mbak , ya sudah ayo makan mbak"(Ajak Melani)


Mereka makan dengan lahap sambil bercanda gurau , saling bertanya pribadi satu sama lain .


Saat sedang mencuci piring nya tiba-tiba ponsel nya berbunyi & dilihat oleh Melani.


"Mbak ..! ponsel nya ini bunyi ."(Ucap Melani memberitahu)


"Iya Mel sebentar,"(Ucap Rahma)


Lalu ia beranjak mengambil ponsel nya yang sedari tadi berbunyi.


Dilihat nya ternyata tunangan nya yang menelfon ,ia pun segera menjawab nya.


"***Calling My Fiance"


"Hallo assalamualaikum kak, Ada apa?"(Tanya Rahma)


"Kamu sudah pulang kampus dek?"(Tanya Azis)


"Sudah ini sudah dirumah kok"(Ucap Rahma)


"Apa kakak mau kemari?"(Tanya Rahma kembali)


"Gak sayang , maaf lagi gak bisa soal nya mau ada meeting nanti malam sama clien"(Ucap Azis)


"Ya sudah kalau gitu jangan lupa istirahat kak"( ucap Rahma dengan lesu)


" Iya sayang I love you."(Ucap Azis namun langsung di matikan oleh Rahma panggilan nya***)


Rahma langsung memutuskan panggilan dari Azis ,ia melamun memikirkan nya akhir-akhir ini Azis sering tidak ada waktu untuk nya.


"kenapa kak Azis akhir-akhir ini selalu sibuk ? Apa benar ia selalu sibuk meeting?"(Ucap Rahma bertanya dalam hati nya)


Tentu hal itu tak luput dari pandangan Melani.


"Mbak..?kenapa?"(Tanya Melani)


"Ya wajar aja dong mbak ,dimana posisi itu harus membuat kita saling menguatkan kepercayaan, jangan menaruh curiga yang berlebihan pada pasangan mbak malah gak baik buat hubungan mbak."(Ucap Melani menasehati)


"Aku lagi ngalamin itu semua Mel, sekarang mbak lagi curiga banget sama pasangan mbak"(Ucap Rahma)


"Coba mbak sabar dulu ,jangan terlalu posesif apa lagi cemburu yang belum ada bukti nya mbak malah-malah nanti putus di jalan kan sayang mbak."(Ucap Melani)


Setelah mendengar nasehat Melani , ia berfikir untuk segera menepis perasaan curiga serta cemburu yang tak beralasan di hati nya.


Setelah kepulangan Melani ia kemudian segera bersiap-siap dengan pakaian dan buku-buku nya untuk mengajar Les private di komplek perumahan disebelah kos nya.


*****


Di lain tempat Rendi tengah bersiap-siap untuk menghadiri meeting atas permintaan papah nya, pasal nya papah nya mengurus perusahaan yang berada di Bandung dan Rendi mengurus kantor cabang di jakarta,ia tinggal bersama Nando dirumah itu.


"Mas ,mau berangkat jam berapa?"(Tanya Nando)


"Sebentar lagi ndo, masih mau istirahat dulu sebentar."(Ucap Rendi)


"Ya sudah mas kalau gitu saya mau balik ke kamar dulu."(Ucap Nando segera beranjak dari hadapan Rendi)


"Mau ngapain kamu balik ke kamar ?"(Tanya Rendi dengan wajah tak dapat diartikan)


"Cuma mau ambil Hp mas ."(Ucap Nando sedikit memasang wajah masam)


"Ya udah cepet balik kesini, 10 menit lagi kita berangkat karena lumayan jauh dari sini."(Ucap Rendi)


Omongan Rendi tak di gubris oleh Nando, ia malah segera lari ke kamar nya untuk mengambil ponsel nya yang sedari tadi di Cas.


"Punya anak buah kok begitu ,,heemmmm"(Gumam Rendi sambil membuang nafas kasar)


Saat Nando sudah kembali di hadapan nya mereka pun segera berangkat dengan mobil Pajero sport milik nya.


Nando membawa dengan sangat hati-hati karena takut di omel oleh Rendi.

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan 1jam lumayan jauh pikir nya ,akhir nya mereka sampai di tujuan.


Terlihat Om Herman sudah ada disana dengan sekretaris nya ,dan clien yang akan bekerja sama dengan nya, terlihat ada seorang wanita di samping nya karena posisi duduk yang membelakangi Rendi,jadi terlihat tak begitu jelas.


Rendi datang menghampiri mereka yang ada di meja itu ,betapa terkejut nya melihat pasangan yang ada di hadapan nya.


Namun ia berusaha profesional menghadapi nya.


"Perkenalkan saya Rendi Al-Farizki perwakilan dari perusahaan tambang batu bara "Mega Emas Group". Dan ini Nando Syahreza sekretaris pribadi saya."(Ucap Rendi seraya menjulurkan tangan nya,dan memperkenalkan Nando)


"Saya Azis setiawan pimpinan dari Bramana Company & ini kekasih saya Desti Maharani"(Ucap Azis menjulurkan tangan nya dan memperkenalkan Desti sebagai kekasih nya)


"Ehmmm,baiklah sudah saling kenalan sekarang kita makan dulu ya,"(Ucap Om Herman)


"Baik Om "(Ucap mereka serentak)


Nando yang melihat dan mendengar langsung pemandangan itu hanya bisa menelan Saliva nya.


Bagaimana mungkin Azis tunangan dari Rahma yang tahun depan akan menikah ,sekarang malah memperkenalkan wanita lain sebagai kekasih nya.


Di saat Nando sedang memikirkan hal itu lalu Om Herman membuka pembicaraan.


"Nak Azis kira-kira kapan menikah dengan pacar nya ini?"( Tanya Herman)


" Ehhhmm,,, sekarang belum ada Rencana Pak,mungkin nanti tidak akan lama lagi"(Ucap Azis dengan senyum sumringah)


"Apa kalian sudah lama menjalin hubungan ?"(Kini Rendi yang bertanya)


"Sudah ,sudah lama sekali di saat saya kuliah masih semester 2 Pak Rendi, ya kan sayang?"(Ucap Azis lalu menyenggol kekasih nya yang sedari tadi hanya diam dan memasang senyum kikuk)


"Wah hebat dong ya cukup lama, mending cepet di halalin mas dari pada kelamaan ha..ha..ha.."(Tawa kepalsuan dari Rendi)


"Iya Pak Rendi nanti saya akan segera halalin pacar saya ini"(Ucap Azis secara bangga)


Mereka pun mengakhiri makan malam itu.


Hal yang baru saja terjadi menimbulkan tanda tanya besar di hati Rendi juga Nando.


Rendi sangat familiar dengan wajah pria yang tidur dengan kekasih nya saat itu , eh salah maksut nya mantan kekasih.


Walaupun kala itu Rendi tengah emosi tapi ia sangat ingat dengan wajah nya.


Mereka berdua saat ini berada dalam mobil .


Saat hendak menjalankan mobil tiba-tiba Rendi memanggil nya.


"Nando "(Panggil Rendi)


"Ada apa Mas?"(Tanya Nando)


"Kamu sahabat Azis setiawan yang tadi kan?"(Tanya Rendi)


"Iya Mas tapi itu dulu waktu masih SMA, kalau sekarang saya gak tau masih di anggep sahabat atau gak sama dia mas.Soal nya dia udah sukses kaya sekarang"(Tutur Nando)


"Kamu tau siapa Azis Setiawan itu?"(Tanya Rendi kembali)


"Ya saya tau banget mas, dia itu punya tunangan ,tunangan nya masih kuliah mas ,dia cantik juga pinter mas."(Ucap Nando)


"Kamu ada foto tunangan nya Azis?"(Tanya Rendi kembali)


"Saya gak ada mas,tapi saya berteman di sosial media sama dia mas."(Ucap Nando)


Kemudian Nando melihatkan ponsel milik nya ,setelah di lihat di teliti ternyata benar gadis yang ia cintai dalam diam nya yang di khianati .


Lebih-lebih mereka menjalin hubungan sudah cukup lama.


"sungguh berat ujian mu ,setelah lelaki pertama yaitu ayah mu menyakiti ibu mu,saat ini orang yang akan menjadi suami mu juga menyakiti mu di balik kemanisan yang di berikan pada mu.Apa aku harus mengatakan semua nya pada mu sekarang juga,?Tapi aku tidak tau dimana keberadaan mu saat ini.Kau harus menyelamatkan mu sebelum semua nya terjadi ,itu janji ku."(Batin Rendi ,ia merasa frustasi dengan keadaan saat ini)


"Maaf mas,jalan sekarang apa nanti?"(Tanya Nando )


"Besok Nando.!Jalan sekarang!"(Bentak Rendi, ia benar-benar frustasi )


Nando langsung menjalankan mobil nya dan menuju ke rumah milik Rendi .

__ADS_1


Rendi hanya bisa terdiam memikirkan cara apa yang harus ia lakukan.


"Aku ikhlas merelakan mu asal kamu bahagia dengan pilihan mu, tapi untuk saat ini aku takkan ikhlas melihat kau di campakkan dan di jadikan bahan permainan oleh pria bejat itu"(Batin Rendi kembali )


__ADS_2