Ketabahan Seorang Wanita

Ketabahan Seorang Wanita
BAB 40


__ADS_3

Hari ini Rahma sekeluarga akan pulang ke kampung halaman nya.Setelah kemarin selesai wisuda di kampus ,itu berarti Rahma saat ini sudah menjadi sarjana.


Kini mereka tengah bersiap-siap menunggu Taxi di depan kontrakan Rahma.


Sambil menunggu Taxi datang mereka sarapan terlebih dahulu supaya tidak mabuk perjalanan.


Karena memakan waktu cukup lama.


Umi Safa merasa sangat bahagia ketika melihat senyuman terpancar di wajah putri nya.Sementara Romi dan Riska sibuk mengejek kakak nya supaya tidak tegang ketika mendekati hari pernikahan nya.


"Kak ,nanti kalau udah nikah jangan lupa sama Umi .Gue gk akan segan-segan cubit lo kalau Umi sampe di lupain,inget Umi yang rawat kita dari kecil." Ucap Romi menasihati


"iya-iya dek,tenang aja lagian kakak juga gak akan ninggalin Umi sendirian apalagi sampe ngelupain." Jawab Rahma


"kalau itu terjadi gue pastiin lo sama kak Azis gak akan bisa wikwik hahhaa" Ancam Romi sambil tertawa


"Eitdah dek! jahat amat jdi adek (Gerutu Rahma) Ris, adek gue lo kasih makan apaan sampe otak nya begitu" Kini Riska jadi sasaran.


"Lah kenapa jadi gue Ma? Gue cuma kasih dia makan nasi tiwul sampe ikan asin doang maka nya dia jadi kaya gitu wkwkwk" Canda Riska sesekali melirik ke pacar nya.

__ADS_1


"Pantesan otak nya gak ada isi nya makan nya begituan gak ada gizi hahaha(tawa Rahma tak terelakkan) Tapi heran gue gitu dia bisa jadi pilot" Ejek Rahma pada sang Adik


"kak denger ya gini- gini gue tuh jadi pilot termuda dan terganteng tau (Ucap Romi sok PD) Buktinya aja ya Riska aja cinta sama gue .Iya kan yank? "ucap Romi genit pada Riska sambil mengedipkan mata nya.


"Kamu cacingan yank? kok mata nya kier-kier kaya gitu? Tanya Riska yang mulai o2n


"Ya ampun yank kamu itu cantik udah gitu model lagi ,tapi kenapa kok oneng sih yank" Cibir Romi pada Riska sambil mengusap pucuk kepala Riska.


" Rambut ku acak acakan yank ihhh kamu ini" Gerutu Riska sambil memonyongkan bibir nya.


"Udah ah nanti di rapihin lagi yank, yuk berangkat Taxi nya udah dateng" Ajak Romi karena melihat Taxi nya sudah ada di depan kontrakan.


"Kak ! Ayok berangkat Taxi nya udah dateng"


Teriak Romi dari luar


"Iya sebentar " jawab Rahma


"Nanti telat lagi ke terminal nya ini udah siang kak" Ucap Romi kembali

__ADS_1


Tak berapa lama kakak nya itu sudah keluar menghampiri mereka lalu mereka langsung memasukan barang-barang ke bagasi Taxi ,


Setelah itu Mereka langsung masuk ke dalan dan menyuruh supir Taxi jalan.


"Ke terminal ya pak" Perintah Rahma


" Baik neng" Ucap Pak supir


Ada sedikit gurat kesedihan di hati Rahma karena harus meninggalkan ibu kota yang selama ini menjadi saksi bisu atas perjuangan cinta dan pendidikan nya.Di kota itu tempat ia mengadu nasib dan mencari nafkah menimba ilmu ,bekerja sebagai guru honorer untuk menyambung biaya hidup sehari-hari nya.


Namun ada lagi yang membuat Rahma semakin sedih,Tapi entah apa itu ia pun tak menyadari nya dan tidak terlalu memikirkan .


Ia menatap ke arah luar ,menatap gedung-gedung tinggi , sungguh sempurna ciptaan tuhan semesta.


"Semua berawal dari Keluarga Pak Herman jika bukan karena mereka mungkin aku tidak akan bisa menjadi sarjana seperti ini.Terimakasih kalian sudah menjadi pahlawan ku, Dan semua juga berkat Riska"Batin Rahma dan sesekali menoleh ke arah Riska yang duduk di belakang.


"Di kota ini aku bertemu dengan mu dan di kota ini pula aku berpisah darimu.Entah perasaan apa yang ada di hatiku saat ini ,Sebentar lagi aku akan menjadi milik orang lain ,Semoga kamu bahagia dengan pasangan mu kelak .(Rendi) "Batin Rahma terus berkecamuk


Saat setelah berperang dengan hati dan pikiran nya ia memutuskan untuk beristirahat ,karena hari masih panjang perjalanan juga cukup jauh .

__ADS_1


Ia menoleh ke belakang ternyata Umi,Riska juga Romi sudah tertidur pulas .


__ADS_2