
Seperti kesepakatan yang telah disepakati Ilham berhenti tepat di depat halte yang berada 10m sebelum gerbang. Sarah pun membuka pintu mobil. Tapi seketika Sarah inggat sesuatu dan memutuskan menutup pintu mobil kembali. Membuat Ilham yang melihat sarah pun terheran
"Kenapa sar?" tanya Ilham dengan alis terangkat
"Hehe lupa belum salim" jawab sarah sambil menyengir lebar lalu menyalimi tangan Ilham. Hangatnya hatikuu sar batin ilham.
"Ohh iya satu lagi. Bagi duit dong ham." ucap sarah sambil menatap ilham dengan puppy eyesnya dan menyudorkan tangan.
Ilham tersenyum sambil mengambil dompet yang berada di saku celananya dan mengeluarkan dua puluhh lembar uang seratus ribuan. Sarah yang melihat uang tersebut dengan mata berbinar binar senang
"Nihh sar uang jajan sama untuk pegangan kamu satu minggu." Ilham mengambil Tiga puluh lembar uang seratus ribuan lagi. "Dan ini uang untuk belanja bulanannya sar. Tadi di rumah aku mau kasih sama kamu lupa." ucap ilham sambil menyerahkan uang pada sarah.
"Ham ini beneran? Kebanyakan kali ham. Ayah aja biasanya ga kasih sebanyak ini. Udah ya ham gua turun dulu. Babay suami kohh." pamit sarah sambil menyerahkan balik uang yang di kasih ilham padanya. Dan hanya mengambil lima lembar dari lima puluh lembar yang di kasih ilham padanya.
"Sampe ketemu nanti ham." pamit sarah turun samb mengecup singkat pipi Ilham lalu berlari meninggalkan ilham yang cengo cengo bahagia akibat perlakuan sarah itu.
Ilham pun menunggu sampe sarah masuk gerbang terlebih dahulu. Setelah sarah tak terlihat ilham baru menjalankan mobilnya menuju sekolah.
.
.
__ADS_1
.
Lima menit lagi bel masuk. Sarah berjalan santai melewati koridor berjalan menuju lantai dua tempat kelasnya berada.
"Hello gaess sarah come back." teriak sarah begitu memasuki kelas.
"Uwee sahabat guaa kambek." teriak keysa sambil berlari memeluk Sarah.
"Welkam bek to IPARO sasarrr." ucap Hera. Wkwk sarah terkekeh di buatnya.
"Gimana ada yang kangen ama gua ngga?" tanya sarah.
Dengan kompaknya mereka yang di dalam kelas menjawab.
Dengan wajah lesuh nya Sarah berjalan ke bangku tempatnya duduk bersama keysa.
"Gimana gimana malam pertama lu Sar. Udah wik wik belum?" tanya Keysa berbisik di telinga Sarah. Mendengar pertanyaan yang di ungkapkan keysa sarah mendelik sambil memukul lengan sahabatnya itu.
"Wehhh keysa mesummm." teriak Sarah menggetarkan ruang kelas.
"Sarah ga usah triak triakk." teriak kompak semua yang ada di kelas.
__ADS_1
"Kalian juga triak ******!" Triak sarah sewot.
Murid di luar kelas yang lewat di koridor depan kelas XI-IPA-2 pun menutup telinganya termasuk juga Ilham yang tak sengaja melewati kelas tersebut juga menutup telinganya sambil terkekeh. Suara istri gua kek toa mesjid ternyata batin Ilham.
Tak lama pun bel berbunyi. Guru yang mengajarpun masuk ke dalam kelas.
"Pagi." Sapa Bu Hani
"Pagi." sapa balik IPARO dengan semangat pagi mereka.
"Kumpulin tugasnya!" perintah Bu Hani tanpa basa basi. Baru aja tuh guru duduk di kursi eh udah nagih tugas aja tuh orang. Ups maaf saya ga sopan bu hani wkwk
"Wehh ga ada tugass loh bu!" ucap Cecil
"Iya bu. Wah wah ibu ngaco ni pasti yaa." tambah Rara
"Wehh wehh emang ada o?" tanya keysa pada Sarah.
"Ya mana gua tau. Kan gua udah lama gak berangkat sekolah dodol." ucahp Sarah sambil memukul gemas lengan Keysa.
Bu hani yang melihat respon murid IPARO pun terkekeh.
__ADS_1
"Emang ga ada wkwk." ucap bu Hani dengan santainya.
"Wuu ibu ga lucu tau ngga." ucap kompak IPARO.