
Keysa akhirnya selesai lebih dulu dari pada sarah. Ia melirik sarah yang masih asik dengan makanannya. Keysa pun buru buru menghabiskan minumannya dan berjalan dengan hati hati meninggalkan kantin tanpa sepengetahuan sarah.
Tak berapa lama setelah itu sarah sudah menyelesaikan acara makannya. Ia menengok kursi di depannya sudah kosong dan tidak ada keysa di depannya mukanya pun menjadi merah padam. Tinggal kita hitung saja.
Satu... Dua... Tiga...
"KEYSA **** LU DASAR. LIAT AJA LU NTAR GA BAKAL GUA KASIH CONTEKAN!" teriak sarah menggelegar sampe ke seluruh SMA darma bangsa. (Eh nggak deng ya kali wkwkwk)
Sarah pun melangkahkan kakinya menuju tempat simbok berada dengan perasaan kesal dan terus menggerutu umpatan umpatan untuk Keysa.
"misi mbok Sarah mau bayar pesanan sarah tadi. totalnya berapa mbok?" tanya sarah sambil berusaha mengikhlaskan walaupun perasaannya tetap sada masih merasa dongkol akibat kejadian barusan.
__ADS_1
"total 50ribu mbak sarah. itu udah sekalian sama punya nya mbak Keysa." ucap simbok setelah menyelesaikan menghitung total semua yang di pesan oleh sarah dan Keysa.
"nih mbok makasih ya. sarah pergi le kelas dulu." pamit sarah berbarengan dengan bunyi bel masuk kelas tanda jam istirahat telah habis.
dasar Keysa nyebelin ini sih namanya gua yang traktir dia bukan dia yang traktir gua. liat aja ga bakal gua contekin baru tau rasa tuh orang batin sarah.
Sarah pun melangkahkan kakinya menuju ke kelasnya. sesampainya di kelas ia langsung mendudukkan pantatnya ke kursi tempat dia biasa duduk bersama Keysa. sarah terus mendiamkan Keysa hingga jam sekolah berakhir. Keysa tak pernah lelah untuk merayu sarah supaya tidak marah lagi dengannya. tapi sepertinya Keysa lupa cara paling ampuh yang dapat meluluhkan hati sahabatnya itu.
tak berapa lama seseorang yang di tunggu akhirnya datang. tentang Keysa dia sudah tidak mengikuti sarah lagi dia sudah di jemput oleh supir yang telah menunggu nya sejak tadi di depan gerbang sekolah. oke balik ke sarah ya:).
tin tin
__ADS_1
suara klakson mengalihkan fokus sarah. sarah sudah hafal siapa pemilik mobil yang berhenti di depannya ini pun melangkah membuka pintu samping sopir dan masuk ke dalam. sarah duduk masih dengan wajah di tekuk karena kesal mengingat kejadian tadi di kantin (tentang cindy).
"kenapa di tekuk sar wajahnya?" tanya ilham sambil menyodorkan telapak tangannya ke sarah.
"kesel aja liat kamu ama cindy td di kantin." jawab sarah sambil meraih telapak tangan ilham dan menyaliminya.
"uluhh uluhh ada yang kesel rupanya. tapi sar ngomong ngomong kayaknya tadi aku nggak liat kamu deh di kantin. Tapi kalo kamu liat aku di sana berarti kamu liat dong gimana respon aku ke dia. aku bahkan nggak ngrespon dia kan." ucap ilham sambil menatap dalam mata sang istri.
"aku tu duduk di pojokan kantin ham. he he iya" jawab sarah sambil menampilkan cengiran khas seorang sarah.
Ilham tersenyum di buatnya. akhirnya ilham pun menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju apartemen mereka. Di perjalanan ada saja bahan pembicaraan yang mereka bahas. soal pelajaran lah, rencana kemah, dan lain sebagainya. intinya perjalanan itu tidak terasa canggung dan sepi atau bahkan hening.
__ADS_1