Ketosku Suamiku

Ketosku Suamiku
KS-5


__ADS_3

"Bundaa sarahh ga mau di jodohin." rengek sarah manja ke vera sang bunda agar tidak di jodoh kan dengan anak sahabat sang bunda.


"Sttt sarahh dengerin bundaa. Ayah sama bunda tuh mau yang terbaik buat sarahh. Bunda ga mau ya kamu salah pilih orang. Terus kamu terjerumus dalam maksiat. Bunda gamau." Vera mencoba menjelaskan kenapa ia dan sang suami memutuskan untuk menjodohkan sang anak.


"Tapi bun vera masih mudaa. Masih SMA kenapa nggak kak Vera aja yang di jodohin?" tanya sarah heran.


"Kamu lupa sarah? Kalo kakakmu itu udah punya tunangan jugak dari smp malah? Kakakmu jugak ayah jodohin. Tapi nggak nolak kan? Malah kakakmu udah jatuh cinta sama abangmu Valen." ucap ayah mengingat kan sarah sekaligus mengejek sera. Sera yang mendengar ucapan sang ayah merasa pipinya panas. Pasti gua blushing nih. Ayah sih. Batin sera berkata.


"Ihh tapi kan itu kak sera ayahh bukan sarah." elak sarah.


"Udahh coba ketemu aja dulu sar. Sapa tau lu suka pada pandangan pertama." sera mencoba membujuk sang adik.


"Hemm. Tapi kak kalau orangnya tua gimana." keluh sarah.


"Hilihh kata gak mau tapi kok malah protes kalo orangnya tua gimana." ledek bunda sambil mencubit gemas pipi gembul sang anak.


"Ahaha enggak kok nan dia seumuran sama lu kok. Satu sekolah malah ama lu." ceplos sang kakak. Yang langsung diberi tatapan maut sang bunda.


Mampos gua keceplosan mana udah di plototin lagi. Kabur aja dah. Sebelum gempa bumi terjadi wkwk batin sera.


"Sera Anindita Putri!!!" teriak Vera dan Heru kompak.


Sera cekikikan di dalam kamar.

__ADS_1


"Yaudah jadi sarah mau kan?" tanya ayah sarah.


"Insyaallah yah sarah mau dan ikhlas demi kebaikan sarah dan juga ke bahagiaan ayah bunda." ucap sarah sambil tersenyum tulus kepada kedua orang tuanya.


"Yaudahh sekarang kamu siap siap gihhh. Keluarga calon mu mau datang." ucap vera.


"Whatt kok cepet banget sih bunn. Masak baru dibilang udah langsung dateng aja." kaget sarahh.


"Sengaja biar cepet. Terus kamu pergi dari sini. Supaya ayah bisa berduaan teruz ama bunda." jawab ayah.


"Ayah kok tega si:(" ucap sarah dengat mata berkaca kaca.


"Ahaha maaf sayang tapi ayah cuma bercanda." ucap heru sambil berjalan memeluk sang anak


"Iya ayah."


Sarah berjalan menuju arah tangga. Menuju kamarnya lebih tepatnya. Tiba di kamarnya Sarah meilhat dress cantik berwarna maroon. Udah di sisiapin ternyata.


Sarah pun membawa dress tersebut ke kamar mandi. Ia mematut wajahnya tipis di depan kaca. Cantik banget sih gue:) begitu ucapnya.


Ilham POV


"Nak gimana udah ada jawaban belum dari pertanyaan mama kemarin? Udah ada keputusam belum?" tanya mama penasaran tentang keputusan gua tentang perjodohan konyol itu. Yang terpaksa lagi lagi gua harus menerima permintaan mama karena memang gua nggak berani menentang perintahnya.

__ADS_1


"Hemm iyah mahh ilham udah pikirin. Ilham mau. Tapi boleh nggak ilham tengok foto gadis yang mau di jodohin sama mama buat ilham." tanya ilham hati hati.


"Ga usah lihat foto juga lu udah tau dek." ucap sella kakak gua. Gua pun melihat ke arahnya sambil mengerutkan kening.


"Emang gua udah pernah ketemu apa kak?" tanya gua heran.


"Iya lu udah ketemu waktu kita joging tuh sama pas gua suruh lu jemput ke rumah dia waktu ban mobil dia kempes. Atau bahkan lu udah sering ketemu bukan cuma pernah." jelas kak sella.


Deg


Jadi dia orangnya. Sarah orangnya hemm kalo gini sih gua gak terpaksa gua mau dengan senang hati. Pikir gua sambil senyam senyu ga jelas.


Author POV


Mama hilya yang melihat sang putra senyam senyum ga jelas kaya orang gila pun bertanya.


"Kamu kenapa ham malah senyam senyum ga jelas. Kek orang gila aja."


"Ihh mama kok malah ngatain ilham gila sih?!" tanya ilham sambil menghela nafaz.


"Lagian salah kamu nya. Udah buruan siap siap kita mau berangkat sekarang." ucap Nanda pada sang putra.


"Siap komandan." kata ilham sambil hormat.

__ADS_1


Ilham pun bergegas menuju kamarnya untuk siap siap. Sella yang melihat adiknya berubah semangat ikut tersenyum. Mungkin dia udah suka sama sarah begitu pikirnya.


__ADS_2